Tips Mengatur Keuangan Dengan Bijak Bagi Freelancer

Dengan kondisi jumlah pendapatan yang tidak menentu tiap bulannya, ada beberapa tips mengatur keuangan yang perlu dilakukan oleh freelancer untuk merencanakan masa depannya.

Berita

Seorang freelancer atau pekerja lepas memiliki karakter berbeda dengan karyawan kantoran dalam hal penghasilan. Bila pekerja kantoran penghasilan pokoknya bisa diperkirakan dalam satu tahun ke depan, hal tersebut tidak berlaku bagi seorang freelancer. Bisa saja bulan ini mendapat penghasilan besar, bulan depan mendapat penghasilan lebih kecil. Bahkan, sangat mungkin pemasukan nol rupiah bila pembayaran atas pekerjaan yang dilakukannya belum masuk.

Kondisi tersebut membuat seorang freelancer perlu strategi untuk mengelola keuangannya. Menurut Farid (30 tahun), seorang desainer lepas, ada beberapa hal yang perlu diatur saat menjadi seorang pekerja lepas. ÒDulu saya bekerja di salah satu perusahaan. Karena ada gaji tetap, dari awal sudah tahu mau dipakai untuk apa saja gaji tersebut. Tapi, setelah jadi pekerja lepas, saya perlu melakukan adaptasi. Kadang saat menerima banyak uang, harus mengerem berbagai keinginan. Sebab ada saat di mana pemasukan yang diterima minim sekali untuk membiayai keluarga. Jadi saya harus pandai-pandai membuat subsidi silang,Ó aku Farid.Ê

Berikut beberapa tips mengatur keuangan untuk seorang freelancer, agar bisa mengelola keuangannya secara lebih bijak.

Hitung rata-rata penghasilan per bulan

Menurut perencana keuangan Lisa Soemarto, seorang pekerja lepas perlu memperkirakan berapa pendapatannya setiap bulan. Caranya, dengan menghitung total pendapatan selama setahun dan dibagi 12. Dengan mengetahui jumlah rata-rata pendapatan yang diperoleh setiap bulan, freelancer bisa merencanakan berbagai tujuan keuangan (www.kontan.co.id, 19 Agustus 2014). Meski jumlahnya mungkin tidak tetap, angka rata-rata bulanan itu bisa menjadi patokan untuk mengetahui apakah pengeluaran setiap bulan lebih besar atau lebih kecil dari pendapatan yang diperoleh.

Utamakan membayar cicilan utang

Membayar cicilan utang seperti kredit rumah atau kendaraan perlu didahulukan. Sebab, denda keterlambatan dan kemungkinan penyitaan barang akan terjadi jika terlambat membayar cicilan. Apabila memungkinkan, saat punya penghasilan lebih besar, sisihkan dana yang lebih besar untuk melunasi utang. Dengan begitu, beban utang bisa berkurang dan dapat dialokasikan kepada kebutuhan lainnya.

Sisihkan pendapatan untuk dana darurat atau proteksi

Sebagai pekerja lepas dengan pendapatan tak menentu, freelancer perlu perlindungan jika terjadi musibah. Misalnya, ketika harus dirawat di rumah sakit. Saat dirawat, freelancer tak bisa bekerja sehingga berimbas pada menurunnya pendapatan. Karena itu, seorang pekerja lepas perlu mengalokasikan dana darurat atau memiliki proteksi. Salah satu bentuk proteksi adalah asuransi kesehatan. Menurut seorang ahli keuangan dari sebuah perusahaan keuangan Jason Alderman, pekerja lepas perlu memiliki asuransi kesehatan sebagai salah satu prioritas utama. Sebab, tanpa memiliki asuransi kesehatan, akan sangat berisiko. Karena menurut Alderman, lebih dari separuh kebrangkrutan keuangan seseorang diakibatkan karena tingginya tagihan biaya kesehatan. (www.huffingtonpost.com, 29 Desember 2010).

Buat rencana pensiun

Meskipun masih produktif dan target pensiun masih lama, freelancer perlu merancang dana pensiun dari awal. Berbeda dengan karyawan yang umumnya mempunyai tabungan dana pensiun dengan sistem potong gaji, seorang freelancer harus menyiapkan sendiri dana untuk masa tuanya. Dengan begitu, freelancer masih tetap punya simpanan untuk membiayai kebutuhannya jika sudah tak bisa produktif lagi.

Sebarkan artikel ini pada relasi melalui fitur jejaring sosial. Bagikan juga pengalaman Anda tentang tips mengatur keuangan bagi pekerja lepas di kolom di bawah ini.

Leave a Reply