Yuk Kupas Tuntas Tentang Pelanggaran Lalu Lintas

Berita

Pelanggaran lalu lintas itu sebenarnya bisa jadi kesalahan yang dibuat oleh diri sendiri. Oleh karena itu, patuhi tata tertib berlalu lintas agar perjalanan Anda nyaman dan tenang.

Mematuhi tata tertib berlalu lintas sudah seharusnya dilakukan setiap kali Anda berkendara dan pastinya harus didasari oleh kesadaran sendiri. Alasannya sangat sepele, yaitu agar semua orang selamat dalam perjalanan dan terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, nyatanya masih banyak orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Padahal, melanggar aturan lalu lintas itu dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya.

Jika dilihat, aturan-aturan berlalu lintas itu sebenarnya tidak ribet dan pastinya dengan mudah Anda menerapkannya. Namun, yang menjadi kendala adalah masih banyak orang yang kurang disiplin, egois, dan kesadaran akan bahaya dari diri orang tersebut sehingga pelanggaran tersebut terjadi. Oleh karena itu, sebagai pengguna jalan yang cerdas dan memiliki etika, mulai saat ini Anda harus bisa mematuhi lalu lintas agar perjalanan Anda nyaman dan tenang. Untuk menambah wawasan mengenai aturan lalu lintas, berikut ini beberapa hal yang harus Anda hindari.

Baca juga: Syarat Perpanjang STNK yang Harus Disiapkan

8 Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Dilakukan

Menerobos Lampu Merah

Traffic light atau yang sering disebut lampu lalu lintas merupakan komponen yang sering sekali Anda jumpai. Hampir semua pertigaan atau perempatan jalan, pasti terdapat lampu lalu lintas. Tentu Anda sudah tahu bahwa lampu lalu lintas ini memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai pengatur lajunya jalan dari berbagai sisi agar tidak terjadi benturan antar kendaraan. Dengan melihat lampu lalu lintas, kita akan tahu kapan harus berhenti dan kapan harus jalan. Sayangnya, justru lampu lalu lintas ini menjadi pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh pengendara, khususnya pengguna kendaraan motor. Penyebabnya, karena terburu-buru dan tidak melihat lampu sudah berganti warna merupakan alasan yang sering dilakukan untuk melakukan pelanggaran lalu lintas.

Melawan Arus (Contra Flow)

Salah satu pelanggaran yang sering dilakukan adalah melawan arus dengan alasan agar cepat sampai tujuan. Padahal jika dipikir dengan bijak, melewati jalanan yang bukan jalur seharusnya tentu sangat membahayakan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pengendara lainnya. Oleh karena itu, demi keselamatan, sebaiknya Anda berkendara di jalur yang seharusnya dan hindari melawan arus.

Baca juga: Perpanjang SIM 2019: Ini Proses dan Biayanya

Tidak Menggunakan Helm

Sudah tertera jelas bahwa pengendara yang tidak menggunakan helm termasuk pelanggaran lalu lintas. Hal ini dijelaskan oleh UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sudah mengatur mengenai kewajiban pengendara untuk penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI). Bahkan dalam UU tersebut juga dijelaskan sanksi yang diterima jika pengemudi tidak mengenai helm, yaitu bisa dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00. Namun, meskipun sudah ada undang-undangnya, masih banyak orang yang mengabaikan peraturan ini.

Tidak Menyalakan Lampu Kendaraan

Dengan tidak menyalakan lampu kendaraan masuk ke dalam pasal 107 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor di siang hari. Namun, hingga saat ini pelanggaran tidak menyalakan lampu kendaraan sedikit yang melanggar dikarenakan sudah banyak sepeda motor yang memberikan sistem lampu kendaraan nyala secara otomatis.

Tidak Membawa Surat Kelengkapan Berkendara

Sudah bukan masalah baru jika seseorang melakukan pelanggaran lalu lintas dikarenakan tidak membawa surat kelengkapan berkendara (SIM dan STNK). Padahal tindakan larangan untuk pengendara yang tidak memiliki surat berkendara sering sekali dilakukan oleh aparat kepolisian di berbagai sudut jalan. Namun, tetap saja masyarakat tidak merasa takut dengan aksi tilang tersebut.

Berkendara Melewati Trotoar

Hanya untuk menghindari jalan yang macet, pengendara nekat naik ke trotoar yang merupakan tempat untuk para pejalan kaki. Bahkan parahnya lagi, mereka memaksa pejalan kaki untuk minggir dan mengalah. Selain melanggar aturan lalu lintas, pengendara yang melewati trotoar secara langsung merampas hak pejalan kaki. Untuk mengantispasi hal tersebut, saat ini sudah banyak kampanye yang mengutarakan untuk mengembalikan trotoar sebagai sarana bagi para pejalan kaki.

Melanggar Rambu-Rambu Lalu Lintas

Untuk yang satu ini mungkin sering terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarata. Padahal sudah dijelaskan dalam Undang-Undang No.2 Tahun 2009 Pasal 287 Ayat 1 bahwa jenis pelanggaran tersebut bisa terancam hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00. Namun, kenyataannya pelanggaran ini masih terus terjadi meskipun Pemporv DKI sudah melakukan penertiban dengan menderek mobil atau melakukan penggembokkan roda untuk mobil yang parkir di sembarang tempat.

Menerobos Jalur Bus Transjakarta

Mungkin sudah tidak terhitung lagi berapa banyak korban yang berjatuhan akibat menerobos jalur bus transjakarta. Padahal sudah ada larangan jelas yang tidak membolehkan pengedara lain masuk ke jalur tersebut. Tetapi masih saja banyak yang nekat masuk ke jalur bus transjakarta dengan alasan untuk menerobos kemacetan panjang.

Pembahasan di atas merupakan pelanggaran yang sering sekali terjadi dan seperti hampir setiap hari ada saja orang yang melakukannya. Oleh karena itu, agar Anda terhindari dari sanksi dan tidak memiliki urusan dengan pihak berwajib, sebaiknya hindari pelanggaran lalu lintas tersebut dan jadilah pengendara yang tertib dan patuh dengan aturan lalu lintas.

Comments are closed.