Membuat Surat Resign Kerja, Berikut yang Perlu Diperhatikan!

Entrepreneurship

Saat memutuskan untuk berhenti bekerja, kita diharuskan untuk membuat surat resign kerja terlebih dulu. Tapi, daripada membuat surat yang berisi tentang keluh kesah selama bekerja, akan lebih profesional jika Anda membuatnya dengan baik dan benar.

Memiliki pekerjaan memang selaiknya menjadi suatu hal yang harus kita banggakan dan syukuri. Sebab, banyak orang yang nyatanya sulit mencari pekerjaan. Jadi, sudah seharusnya kita maksimalkan kesempatan kita untuk bekerja sebaik mungkin. Bahkan, besar kesempatan kita dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi jika kita dapat memaksimalkan potensi diri dalam bekerja.

Namun, hal tersebut tak selalu berlaku pada setiap orang. Faktanya, tak sedikit orang yang mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah mereka geluti. Penyebabnya banyak sekali, beberapa di antaranya adalah karena pekerjaan yang tak sesuai passion, butuh tantangan yang lebih besar, dan atasan atau rekan kerja yang tidak menyenangkan.

Hal inilah yang membuat orang mencari pekerjaan yang baru, yang lebih menantang dan sesuai dengan ekspektasi mereka. Namun, sebelum berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang baru, tentu ada fase yang harus dilalui, salah satunya adalah mengajukan surat resign kerja ke HRD.

Sebenarnya, mungkin saja kita dapat meninggalkan perusahaan lama tanpa izin terlebih dahulu. Tapi, tentu hal tersebut hanya akan merusak citra diri kita sendiri di mata orang-orang yang bekerja di perusahaan lama. Bukan tidak mungkin, hal tersebut berpengaruh pada kelangsungan karier kita di kemudian hari. Sebab, harus diakui, HRD di satu perusahaan dengan perusahaan lain biasanya saling mengenal dan memiliki networking yang kuat. Nah, bagaimana caranya kita dapat bekerja di perusahaan yang baru jika nama baik kita sudah tercoreng di perusahaan sebelumnya dan HRD telah menginfokan track record kita selama bekerja di sana ke perusahaan yang baru?

Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita melalui proses pengunduran diri secara baik dan benar dari perusahaan yang lama. Hal ini dapat dimulai dengan mengajukan surat pengunduran diri yang ditulis secara profesional tanpa memojokkan perusahaan tempat kita bekerja dulu.

Baca juga: Surat Keterangan Kerja, Apa Isi dan Fungsinya?

Surat resign kerja sejatinya serupa dengan surat-surat resmi lainnya. Surat tersebut harus ditulis dengan kata dan kalimat yang baik dan memenuhi standar penulisan surat resmi. Jangan karena kita sudah pasti berhenti di perusahaan tersebut, kita dapat menuliskan segala keluh-kesah dan pengalaman buruk yang kita alami selama bekerja dengan seenaknya. Tentu kita harus memilih mana yang baik untuk ditulis, mana yang tidak.

Agar tidak salah dalam membuatnya, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan!

Surat Resign Kerja Harus Jelas dan Padat

Tuliskan maksud yang ingin kita sampaikan melalui surat resign kerja secara singkat. Jangan tuliskan kalimat yang bertele-tele sehingga pesan yang ingin disampaikan tidak tersalurkan dengan optimal. Gunakan tata bahasa yang baik dan beretika jadi tak terkesan emosional dan melalui keputusan yang diambil secara matang.

Baca juga: Merencanakan Bisnis Sampingan? Ini yang Perlu Diperhatikan!

Tuliskan alasan Anda ingin mengundurkan diri dari perusahaa tersebut secara padat. Surat resign yang padat akan lebih diapresiasi oleh pihak HRD dibandingkan dengan surat yang dituliskan dengan sangat panjang namun berputar-putar.

Tanggal dan Waktu Berhenti Tercantum di Surat Resign Kerja

Saat Anda mengajukan surat pengunduran diri, tentu Anda tahu kapan hari terakhir bekerja di perusahaan tersebut. Nah, tuliskanlah tanggal dan waktu Anda akan berhenti bekerja di surat resign. Hal ini akan membuat HRD di perusahaan tersebut dapat memperkirakan batasan pekerjaan yang akan Anda kerjakan.

Selain itu, HRD pun dapat mencari calon karyawan baru untuk menggantikan posisi Anda di perusahaan itu. Hal ini akan membuat Anda terlihat sangat profesional, bertanggung jawab, dan memiliki sikap yang positif pada perusahaan terdahulu.

Tuliskan Alasan Berhenti Kerja Seperlunya

Anda tahu bahwa Anda mengundurkan diri dari perusahaan karena suatu alasan. Jadi, sampaikanlah alasan Anda di dalam surat resign. Tapi, harus diperhatikan bahwa alasan yang Anda tulis tidaklah berlebihan atau terlalu panjang. Buatlah sesingkat-singkatnya, yang terpenting alasan Anda dapat diketahui secara jelas oleh HRD dan atasan Anda.

Meski Anda memiliki kekecawaan terhadap perusahaan tersebut, usahakan untuk tidak menuliskannya dalam surat tersebut. Hal ini justru akan membuat HRD dan atasan melihat Anda sebagai orang yang tidak profesional. Maka, simpanlah rasa kecewa Anda hanya untuk diri Anda sendiri tanpa perlu disalurkan melalui surat resign yang Anda buat.

Posisikan Isi Surat Resign Kerja dengan Objektif

Surat resign adalah surat yang Anda ajukan sebagai penanda bahwa Anda akan berhenti dari perusahaan tersebut. Jadi, usahakan dalam menulis surat pengunduran diri, tulisan yang ada dalam surat tersebut dibuat seobjektif mungkin. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dengan tidak menuliskan segala kesan buruk yang Anda rasakan selama bekerja di perusahaan tersebut, Anda sudah berhasil dalam membuat surat resign secara objektif.

Baca juga: Ini Perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui

Hal lain yang menandakan bahwa surat pengunduran diri yang Anda buat sangatlah objektif adalah alasan Anda mengundurkan diri berdasarkan pada referensi sumber hukum yang berlaku di perusahaan. Landasan hukum yang dimaksud adalah anggaran dasar dan rumah tangga pada organisasi atau peraturan yang tercantum pada kontrak.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Jaga Sikap dan Perilaku

Baik sebelum ataupun sesudah surat resign diajukan, sebaiknya Anda tetap bersikap seperti biasa. Biasanya, dalam rentang waktu yang dibutuhkan dalam proses pengunduran diri, timbul kondisi yang agak sensitif, baik itu di HRD ataupun atasan atau di kalangan rekan kerja di sekeliling kita. Jangan ungkapkan alasan Anda mengundurkan diri secara gamblang pada rekan kerja karena hal tersebut akan membuat suasana kerja menjadi negatif.

Apalagi jika Anda merupakan sosok yang penting di perusahaan tersebut. Jadi, sebaiknya hindari berbagai perkembangan kabar negatif yang bisa memprovokasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Setiap orang berhak untuk mengundurkan diri dari perusahaan, namun cara dan sikapnya yang tidak boleh sembarangan. Dengan membuat surat resign seperti yang dijabarkan di atas, tentu orang-orang berada di perusahaan tersebut tidak memberikan kesan negatif pada Anda.

Comments are closed.