B2B dan B2C: Kenali Perbedaan Target Pasar Dalam Bisnis!

Entrepreneurship

Target pasar menjadi hal krusial dalam berbisnis, karenanya B2B dan B2C menjadi dasar prnting untuk dipahami bagi seorang pebisnis, apa sih perbedaannya?

Menjalani sebuah bisnis, Anda dituntut untuk memiliki dasar mengenai ilmu-ilmu dasar bisnis. Tanpa ilmu tersebut, tentu bisa saja bisnis yang akan dijalankan hanya seumur jagung. Sebab, harus diakui bahwa di zaman seperti sekarang ini ranah bisnis sudah maju secara pesat dan strategi sangat dibutuhkan dalam berbisnis. Salah satu istilah bisnis yang perlu Anda kenali adalah B2B dan B2C.

Pengertian bisnis secara umum pasti tidak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, serta pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Sedangkan dalam konteks yang lebih sempit, pengertian bisnis sering dikaitkan dengan usaha, perusahaan, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa untuk menghasilkan laba atau keuntungan.

Ketika sebuah bisnis dibangun, salah satu fokus utama yang perlu dimatangkan adalah target pasar. Menentukan target pasar dari bisnis adalah kunci untuk perkembangan bisnis karena model bisnis dan strategi untuk mengembangkan bisnis tersebut bergantung pada target konsumen mereka.

Ada dua jenis dasar bisnis yaitu Business to Business  (B2B) dan Business to Customer (B2C). Jika Anda sudah lama bekecimpung di bidang bisnis, Anda sedikitnya pasti sudah paham mengenai perbedaan kedua jenis bisnis tersebut. Jika belum, ketahui secara lebih lengkap tentang perbedaan keduanya melalui penjelasan di bawah ini.

Sebelum mencari tahu lebih dalam mengenai B2B dan B2C, kenali pula berbagai istilah bisnis yang perlu Anda ketahui untuk menunjang usaha Anda. Tidak perlu bingung mencari ke mana, sebab Futuready sudah merangkum berbagai artikel yang dapat membuka wawasan Anda  terkait dunia bisnis dan entrepreneurship.

Baca  juga: Hal-Hal yang Mempengaruhi PHK

Tujuan Kegiatan Bisnis

Tujuan dari suatu bisnis, termasuk B2B dan B2C,  adalah untuk melayani kebutuhan pelanggan dan mencoba untuk memperoleh laba. Pada umumnya, setiap orang menjalankan suatu bisnis karena melihat suatu kesempatan untuk menciptakan barang atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan lain. Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh adanya keinginan untuk memproduksi barang yang lebih murah dibandingkan dengan perusahaan lain. Dengan demikian, kesempatan untuk mendapatkan laba dapat lebih terbuka karena dapat menyediakan barang dan jasa bagi konsumen. Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dalam suatu bisnis ada lima. Yaitu pemilik (owner), kreditor (creditor), karyawan (employee), pemasok, (supplier) serta pelanggan (customer).

Mengenal Jenis Bisnis Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C)

b2b dan b2c

Business to Business merupakan sebuah transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya. Business to Business merupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh satu bisnis dan diperuntukkan untuk bisnis lainnya, bukan kepada konsumen. Sebagai contohnya, Anda menjalankan bisnis yang menjual bahan makanan dan Anda melakukan penjualan ke restoran atau bisnis kuliner yang ada. Inilah yang disebut dengan Business to Business karena bisnis atau jasa Anda diperuntukkan untuk perusahaan lain, bukan langsung kepada perorangan atau grup.

Kebalikan dari Business to BusinessBusiness to Customer  merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan kata lain, bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Sebagai contohnya, Anda memiliki bisnis sembako. Ketika Anda menjual barang kepada konsumen perorangan, berarti bisnis Anda B2C. Akan tetapi jika Anda menjual sembako dalam jumlah besar kepada bisnis lainnya, berarti bisnis Anda adalah Business to Business. Pada umumnya, hampir semua produk B2C dapat menjadi produk Business to Business. Sedangkan produk Business to Business sangat sedikit digunakan oleh konsumen perorangan secara langsung.

Perbedaan Strategi Marketing

Strategi marketing Business to Business adalah bagaimana Anda dapat membuat calon pelanggan percaya terhadap kualitas brand Anda. Oleh karena itu, Anda harus memperkuat kualitas bisnis Anda. Bagaimana kualitas produk, kualitas pelayanan, hingga komunikasi dengan pelanggan Anda harus terus diperbaiki. Ketika pelanggan Anda adalah bisnis atau perusahaan lainnya,maka Anda harus membangun relasi yang cukup kuat di sektor bisnis ini.

Kedua bisnis ini jelas mempunyai target marketing yang sangat berbeda. B2C memiliki target marketing perorangan atau grup, sedangkan Business to Business target marketingnya adalah bisnis atau perusahaan lain. Perbedaan lainnya adalah kemampuan pembelian antara kedua bisnis ini sangat berbeda. Untuk B2C Anda tidak bisa memprediksi daya beli calon pelanggan, tetapi untuk Business to Business Anda bisa memiliki calon pelanggan yang mempunyai daya beli sangat tinggi. Hal ini dikarenakan target marketing Anda adalah perusahaan atau bisnis lain yang sudah besar dan tentu mempunyai uang yang cukup banyak.

Baca juga: Perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan

Pada model bisnis B2C, Anda dapat membuat promosi di social media dan membuat website. Selain social media dan website, Anda juga dapat membuat strategi marketing iklan di media cetak atau brosur. Cara ini akan sangat berguna ketika Anda akan memasuki pasar baru. Sedangkan untuk target marketing Business to Business, para pebisnis atau perusahaan tidak akan langsung tertarik dengan produk yang Anda iklankan di internet atau brosur. Ketika volume pembelian yang dilakukan sangat tinggi, pebisnis atau perusahaan tersebut akan melihat secara detail seperti apa produk dan brand yang Anda miliki, bagaimana track record, bagaimana testimoni pelanggan lain dan hal-hal detail lainnya.

Perbedaan Perusahaan Business to Business dengan Business to Customer

apa itu b2b

Perusahaan bertipe business to business lebih dekat pada sektor industri, sedangkan B2C lebih berfokus pada pengguna atau pelanggan. Pendekatan pemasaran digital pada kedua jenis perusahaan tersebut akan berbeda, yang terkait dengan karakter saluran pemasaran digital. Seperti B2C, mungkin lebih cocok menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube untuk mendapatkan audience reach. Sedangkan perusahaan Business to Business dapat melakukan proses in bound pada target yang sudah mereka tetapkan untuk kemudian mendapatkan prospek-prospek berkualitas (qualified-leads). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dipahami perbedaan keduanya:

  • B2C lebih customer-centric, sedangkan Business to Businesslebih berfokus pada industri.
  • Pendekatan social mediaberbeda diantara kedua jenis usaha tersebut, sehingga harus disesuaikan pada masing-masing karakteristik sosial media.
  • Konten pada website Business to Businessdan B2C juga berbeda. Pendekatan konten Business to Business akan lebih berfokus pada edukasi. Serta berfokus pada apa yang dapat mendatangkan solusi untuk mendapatkan TRUST dan Call To Action.
  • Solusi dan referensi pengalaman lebih penting pada Business to Businessdibanding pada B2C.
  • Social public relationtidak terlalu diperlukan pada jenis Business to Busines Namun pada B2C Social PR merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari program marketing secara keseluruhan.

Dari berbagai perbedaan antara jenis Business to Business dan Business to Customer, terdapat juga beberapa pendekatan dasar yang sama. Diantaranya adalah penargetan, pembuatan konten, penyebaran informasi, dan monitoring. Oleh karena itu, pada dasarnya anggaran promosi di suatu perusahaan akan besar saat di awal, dan akan mulai mengecil setelah gebrakan awal mendapat konversi yang positif.

Jenis Business to Business lebih menekankan fokus mereka kepada kualitas dari produk dan jasa yang ditawarkan. Kepercayaan dari pelanggan merupakan prioritas utama karena jenis Business to Business mementingkan konsep kerjasama yang berkelanjutan (retainer) dengan para pelanggannya.

mengenal b2b

Berbeda dengan Business to Business, jenis bisnis Business to Consumer(B2C) wajib mengutamakan jaringan yang luas untuk setiap lini bisnisnya, mulai dari pemasaran hingga distribusi produk karena semakin banyak pelanggan akan semakin baik untuk bisnis mereka.

Dari kesemua informasi di atas, perbedaan antara kedua istilah bisnis tersebut, jelas terlihat dari target konsumen yang akan dituju. Tentu hal tersebut menjadi kewenangan perusahaan dalam menentukan targetnya. Bagi Anda yang baru akan memulai bisnis, semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca juga: Lakukan Perencanaan Kegiatan Usaha dengan Forecasting!

Comments are closed.