Bekerja Sistem Outsourcing? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Entrepreneurship

Sistem kerja outsourcing menjadi salah satu solusi yang dipilih perusahaan ketika membutuhkan pekerja baru dalam jumlah banyak dan cepat.

Outsourcing bukan hal baru dalam dunia pekerjaan. Sistem kerja ini juga disebut sebagai ahli daya yang dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada Undang Undang No. 13 Tahun 2003 pasal 64, 65 dan 66 tentang ketenagakerjaan. Pada dasarnya Anda bekerja sama seperti tenaga kerja full-time, tetapi yang membedakannya hanya pada perekrutannya dari pihak ketiga. Sistem kerja outsource bisa menjadi solusi kebutuhan sumber daya manusia untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan teknis. Biasanya perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan outsource untuk merekrut pekerja-pekerja outsource yang bekerja di perusahaan sistem. Pada dasarnya sistem kerja antara karyawan engan tenaga outsource tidak jauh berbeda, berikut ini beberapa penjelasan mengenai sistem kerja outsourcing.

Baca juga: 4 Kontrak Kerja Karyawan yang Wajib Diketahui

Sistem Kerja Outsourcing

Merujuk pada Undang Undang Ketenagakerjaan pasal 64 menyebutkan bahwa “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.” Perekrutan karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan outsource. Karyawan outsource bekerja melalui sistem kontrak yang dibagi menjadi dua menurut undang-undang, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Jenis Pekerjaan Outsourcing

Pasal 65 ayat (2) undang-undang no 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan menyebutkan beberapa poin jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh pekerja outsourcing, yaitu:

  1. Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama;
  2. Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan;
  3. Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan; dan
  4. Tidak menghambat proses produksi secara langsung.

Intinya, karyawan outsource hanya bisa direkrut untuk mengerjakan pekerjaan di luar pekerjaan inti perusahaan pengguna jasa, seperti penjaga kebersihan, keamanan, penyedia makanan (katering), petugas call center, pekerja di pabrik, kurir atau supir, hingga petugas manajemen fasilitas (facility management).

Baca juga: Surat Keterangan Kerja, Apa Isi dan Fungsinya?

Keuntungan Sistem Kerja Outsource

Berikut ini beberapa keuntungan yang akan dirasakan oleh perusahaan jika merekrut pekerja dari perusahaan outsource:

Menghemat Anggaran untuk Memberikan Pelatihan

Sering kali, karyawan outsourcing sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan, seperti keahlian membersihkan atau mengorganisir barang. Perusahaan yang membutuhkan jasa karyawan outsourcing bisa menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan.

Mengurangi Beban Rekrutmen

Semua urusan seleksi karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa (perusahaan outsource). Tentu hal ini jelas dirasakan oleh perusahaan agar tidak perlu ribet lagi mencari karyawan dan melakukan interview satu-satu karena perusahaan sudah bisa mendapatkan karyawan-karyawan outsource terpilih dari perusahaan outsourcing.

Fokus Mengurus Kegiatan Inti Bisnis

Ketika menggunakan tenaga kerja outsource, perusahaan tidak perlu lagi khawatir mengenai pekerjaan teknis sehari-hari yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan inti bisnis. Hal ini dikarenakan semuanya sudah diurus oleh tenaga kerja outsource, sehingga Anda tidak perlu lagi mencari tenaga kerja khusus, mengadakan training, atau mengalokasikan rekrutmen khusus untuk posisi-posisi tertentu.

Kekurangan Outsourcing

Di balik kelebihan, ada juga kekurangan yang akan dirasakan oleh perusahaan jika merekrut karyawan outsourcing. Berikut ini ulasannya.

Informasi Perusahaan Rentan Bocor

Meskipun tidak disarankan untuk menggunakan tenaga kerja outsourcing untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan utama bisnis, tetapi tetap saja perusahaan outsource bisa mendapatkan informasi-informasi penting seputar bisnis perusahaan. Pasalnya, ada beberapa jenis pekerjaan outsource yang bersifat rahasia bisa meningkatkan peluang bocornya rahasia perusahaan. Risikonya, informasi bisa dijual ke pihak lain atau bahkan diketahui oleh pesaing.

Kontrak Singkat

Seperti yang sudadh dijelaskan, bahwa pekerja outsource memiliki kontrak singkat, yaitu dua tahun saja. Kontrak kerja yang relatif singkat ini tentu cukup merepotkan perusahaan, karena harus sering memperbarui kontrak atau mencari perusahaan outsource lain untuk menyediakan tenaga kerja outsource yang baru. Jika merekrut tenaga kerja outsource yang baru, pastinya akan membutuhkan waktu lagi untuk peralihan tugas dan proses rekrutmen.

Ketergantungan pada Tenaga Kerja Outsource

Perusahaan yang menggunakan tenaga kerja outsourcing berpotensi untuk mengalami ketergantungan. Hal ini mungkin terjadi apabila ada sistem atau cara kerja yang dirahasiakan oleh perusahaan outsource, sehingga perusahaan yang menggunakan jasa outsource tidak bisa asal mengetahui hal tersebut.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pembayaran Gaji Karyawan Outsource

Perlu diingat bahwa dalam pembayaran gaji para pekerja oursourcing dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa itu sendiri. Nantinya perusahaan penyedia jasa akan menagih pada perusahaan yang memakai jasa mereka. Biasanya gaji para pekerja outsource harus dipotong hingga 30 persen untuk pihak perusahaan penyedia jasa. Tidak sampai situ, lebih parahnya lagi, banyak perusahaan outsource yang tidak transparan untuk hal ini, sehingga merugikan para pekerja. Hingga saat ini kesejahteraan pekerja outsourcing memang masih tergolong memprihatinkan. Namun, perlu dilihat juga, tidak semua perusahaan outsource seperti itu. Tidak sedikit yang memang memiliki kualitas terbaik.

Baca juga: NPWP Online: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Bila Memilih Bekerja Sebagai Tenaga Outsourcing

Jika Anda tertarik bekerja atau bahkan sudah menjadi pekerja outsourcing, maka perhatikanlah hal-hal berikut ini agar tidak ada kerugian yang Anda alami.

  1. Masa Kontrak Kerja: Seperti yang sudah dijelaskan bahwa masa kontrak kerja sebagai pekerja outsource sama saja dengan pekerja biasanya, yaitu full time.
  2. Gaji: Jumlah gaji yang Anda terima haruslah sesuai dengan perjanjian alias tidak ada pemotongan yang tidak transparan dan di luar sepengetahuan Anda.
  3. Jam Kerja: Anda harus tahu jam kerja Anda, termasuk kapan harus istirahat dan jam kerja berakhir.
  4. Tugas Kerja: Pastikan penempatan kerja dan tugas Anda sesuai dengan kesepakatan, dan keterampilan yang Anda miliki sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan klien.

 

Comments are closed.