Cara dan Risiko Membuat Bisnis Rumahan

Entrepreneurship

Membuka bisnis rumahan tidaklah mudah. Ada banyak langkah yang harus dilakukan serta risiko-risiko yang harus diketahui.

Saat ingin mencari penghasilan tambahan sudah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan membuka bisnis yang bisa Anda lakukan dari rumah. Untuk membuka bisnis rumahan tidak selalu memerlukan modal yang tinggi. Namun, meksipun begitu Anda tetap harus lakukan beberapa persiapan agar ide bisnis yang direncanakan bisa diwujudkan dan mulai raih keuntungan. Ada banyak sekali ide bisnis rumahan yang bisa Anda pilih. Mulai dari bisnis yang bisa dikerjakan secara offline maupun online. Produk yang bisa Anda jual pun sangat beragam. Mulai dari kuliner, fashion, jasa, perlengkapan, dan sebagainya. Namun, jika kiranya Anda sudah memiliki rencana dan ide bisnis yang akan dijalankan, langkah selanjutnya adalah segera mewujudkannya dengan memahami dan mempersiapkannya secara matang. Sebab meskipun dijalankan dari rumah, keberhasilan suatu bisnis tetap saja dipengaruhi oleh matangnya perencanaan, strategi yang dijalankan, serta komitmen Anda sebagai pemilik bisnis. Bagaimanapun ide bisnis, di mana pun tempatnya harus dijalankan dengan serius.

Baca juga: Yuk Mengenal Bisnis Multi Level Marketing

7 Langkah Mewujudkan Ide Bisnis Rumahan Anda

Diskusikan dengan Keluarga

Ini langkah awal yang harus Anda lakukan. Beritahukan anggota keluarga lain jika Anda memiliki ide bisnis rumahan dan ingin mewujudkannya. Jangan sampai aktivitas bisnis Anda malah mengganggu kenyamanan atau privasi anggota keluarga.

Siapkan Tempat Khusus

Cari ruangan kosong di rumah yang bisa digunakan sebagai pusat aktivitas bisnis. Selain agar Anda bisa fokus menjalankan bisnis, juga untuk menghindari tercampurnya produk yang Anda jual dengan barang-barang lain di rumah.

Tentukan Waktu

Menjalankan bisnis rumahan bukan berarti Anda bisa mengabaikan tugas dan tanggung jawab di rumah. Jadi, sebaiknya buat jadwal kerja yang pasti. Bagi dengan seimbang antara waktu untuk berbisnis dan untuk keluarga.

Libatkan Keluarga

Jangan ragu melibatkan keluarga jika memang dibutuhkan. Berikan masing-masing tugas sesuai dengan keahlian dan kemampuannya. Ini juga akan sangat membantu jika Anda masih berstatus sebagai karyawan perusahaan lain yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor ketimbang di rumah.

Pisahkan Keuangan

Mereka yang memiliki bisnis rumahan sering kali lupa untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. HIngga akhirnya, yang terjadi dana untuk usaha terpakai untuk keperluan sehari-hari dan itu sering terjadi tanpa disadari. Jika ingin sukses menjalankan bisnis rumahan, Anda harus mulai disiplin untuk mengelola keuangan dengan baik.

Pikirkan Pengembangan Usaha

Ketika bisnis rumahan yang Anda jalankan semakin besar, sudah saatnya Anda memikirkan untuk memperluas tempat usaha. Bisa saja Anda membutuhkan ruang penyimpanan produk atau tempat kerja lebih besar. Artinya, Anda harus memikirkan untuk mencari tempat usaha baru. Anda bisa mencari rumah atau ruko untuk disewa yang tak jauh dari rumah.

Jadi Dropshipper

Jika Anda tak memiliki modal cukup untuk memulai bisnis atau tak memiliki ruangan khusus untuk menjalankan bisnis rumahan, menjadi dropshipper bisa menjadi pilihan. Dropshipper adalah menjual barang atau produk orang lain tanpa harus menyimpan tersendiri produk tersebut. Pengertian sederhananya, Anda menjadi tenaga sales bagi pemilik produk. Tugas Anda hanya mencari pembeli, menawarkan produk, dan mengambil selisih dari harga jual.

Baca juga: Mau Memulai Bisnis Startup? Ini Langkah Mudahnya!

Risiko Membuat Bisnis Rumahan

Semua bisnis meskipun bisnis rumahan sekalipun tetap memiliki risiko bisnis. Untuk itu, cari tahu risiko bisnis rumahan yang mungkin akan Anda temukan. Apa pun bisnis yang ingin dijalankan Anda harus pahami terlebih dahulu bahwa itu tak akan lepas dari faktor risiko. Hal yang membedakan adalah skala risiko yang dihadapi. Bisnis besar tentu memiliki risiko yang besar. Sementara bisnis kecil seperti bisnis rumahan, risiko yang dihadapi juga kemungkinan kecil. Berikut ini beberapa risiko yang harus siap Anda alami.

Risiko Keuangan

Meski dimulai dengan modal kecil, tetap saja Anda akan mengalami risiko kehilangan modal tersebut. Jumlah kerugian bisa dalam jumlah besar atau kecil tergantung dari ukuran masing-masing individu. Risiko keuangan ini bisa muncul akibat sales yang sedikit atau karena faktor perhitungan laba rugi yang kurang matang. Untuk menghindari ini, tentunya Anda harus benar-benar memperhitungkan dengan matang pengelolaan keuangan bisnis Anda. Pastinya, jangan sampai keuangan pribadi Anda terganggu hanya untuk kepentingan bisnis. Porsi yang ideal untuk investasi atau bisnis adalah 30 persen dari total penghasilan bulanan Anda.

Risiko Kegagalan Produk

Anda sudah cukup percaya diri dengan produk yang Anda miliki. Namun ketika ditawarkan ke pasar, ternyata tak banyak yang melirik produk Anda. Ujung-ujungnya, target penjualan yang sudah disusun dengan matang pun gagal tercapai. Kemungkinan terbesar dari kegagalan tersebut adalah kesalahan dalam membaca pasar. Setiap produk memiliki pasar dan konsumennya tersendiri. Anda tak bisa begitu saja masuk ke suatu pasar yang bukan pasar tempat untuk produk Anda. Selain buang waktu dan tenaga, tentu saja Anda hanya akan kehilangan kesempatan menjual produk di tempat yang seharusnya. Jadi, sebelum memilih produk yang ingin dijual, sebaiknya lebih dulu menganalisa pasar untuk produk tersebut. Bisa juga Anda memulainya dengan membaca pasar, kemudian baru memilih produk yang tepat.

Baca juga: Merencanakan Bisnis Sampingan? Ini yang Perlu Diperhatikan!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Risiko Waktu

Menjalankan bisnis dari rumah tidak serta Anda memiliki banyak waktu luang. Meski bisnis rumahan, tetap saja dibutuhkan keseriusan dalam menjalankannya. Artinya, waktu yang Anda habiskan bisa jadi jauh lebih besar untuk bisnis ketimbang untuk keluarga. Jadi sebaiknya komunikasikan hal ini dengan keluarga Anda agar mereka mengerti dengan keterbatasan waktu Anda untuk mereka. Bagi waktu yang adil antara bisnis dan keluarga. Kemudian, pegang teguh komitmen yang Anda sampaikan ke keluarga. Namun, jika bisnis rumahan Anda hanya sebagai bisnis sambilan yang tidak terlalu mengejar keuntungan, maka Anda bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga.

Comments are closed.