Bonus Karyawan: Ini Jenis-Jenis yang Wajib Anda Ketahui!

Entrepreneurship

Bonus dijadikan cara efektif bagi perusahaan untuk menjaga loyalitas karyawannya. Tapi ternyata undang-undang ketenagakerjaan tidak mengatur ketentuan perihal bonus karyawan ini.

Anda yang bekerja pada sebuah perusahaan, pasti menjadikan bonus tahunan sebagai salah satu pertimbangan selain gaji. Namun, tahukah Anda nyatanya bonus karyawan sesungguhnya tidak masuk dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Lalu, dari mana asal muasal kata “banus karyawan” ini?

Baca juga: Gaji Karyawan Bebas Pajak PPh 21, Ini Dia Faktanya!

Perlu Anda ketahui bahwa bonus untuk para karyawan ini tidak ada di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia, tapi terdapat di bagian dari Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja SE-07/MEN/1990, yang bunyinya sebagai berikut.

“Bonus adalah bukan merupakan bagian dari upah, melainkan pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas; besarnya pembagian bonus diatur berdasarkan kesepakatan.”

Di dalam Peraturan Menteri No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan Pasal 6, Anda dapat melihat bahwa hadiah di kategorikan dalam pendapatan non-upah, dan sifatnya tidak wajib. Artinya, tidak ada yang salah jika sebuah perusahaan tidak menyediakan insentif di luar gaji.

Namun, bila Anda dan perusahaan telah menyepakati adanya bonus tertentu yang harus dibayarkan perusahaan semisal tercantum dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama, maka pembayaran bonus menjadi wajib dilakukan. Adanya kesepakatan tersebut membuat karyawan berhak menuntut perusahaan untuk membayarkan hadiah yang menjadi hak mereka.

Jenis-Jenis Bonus Karyawan

jenis bonus karyawan

Banyak yang beragapan bahwan THR (Tunjangan Hari Raya) adalah bonus untuk para karyawan. Padahal, sebenarnya bonus dan THR dua hal berbeda, meskipun bonus, jaminan kesehatan dari perusahaan asuransi, dan THR memang sama-sama pendapatan di luar upah.

Ada beragam bentuk bonus yang biasanya perusahaan berikan. Meksipun mayoritas perusahaan menyampaikan bonus dalam bentuk uang tunai, tapi ada juga yang memberikan bonus kepada karyawannya berupa paket liburan, voucher belanja, dan sebagainya. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, apa saja jenis-jenis dari bonus yang diterima oleh karyawan, berikut ini ulasan selengkapnya.

Bonus Tahunan

Jenis bonus ini biasanya diberikan kepada seluruh karyawan dengan dasar perhitungan kinerja perusahaan di tahun sebelumnya. Secara tertulis, karyawan akan mendapatkan bonus ini pada tahun berikutnya. Misalnya Anda baru bergabung di perusahaan A pada tanggal 8 Maret 2017. Nah, untuk bonus tahunan ini akan diberikan oleh pada tanggal 8 Maret 2018 satu tahun setelah Anda bergabung dengan perusahaan tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan, untuk bonus ini juga berupa macam-macam. Tergantung kebijakan dari perusahaan dan negosiasi dengan karyawan tersebut.

Bonus Retensi

Bonus retensi ini termasuk salah satu upaya perusahaan dalam mempertahankan karyawannya yang memiliki kopetensi tinggi. Namun, bonus ini tidak semata-mata diberikan begitu saja, tetapi karyawan yang telah menerima bonus retensi ini, diminta untuk berkomitmen dan tidak keluar dari perusahaan selama waktu tertentu.

Bonus Referal

Untuk jenis banus ini sering sekali dilakukan oleh karyawan swasta. Bonus referal ini merupakan salah satu bonus yang didapatkan oleh karyawan jika mereka berhasil merekomendasikan kandidat untuk bergabung bersama perusahaan tersebut. Jika karyawan yang direkomendasikan masuk ke dalam keteria perusahaan dan berhasil lolos dalam masa percobaan, bonus ini akan masuk ke rekening Anda.

Bonus Prestasi

contoh bonus karyawan

Bonus ini akan diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang telah bekerja dengan baik. Biasanya bonus ini didasari dengan performance setiap karyawan. Sesuai dengan namanya, bonus ini hanya diberikan bagi karyawan yang dianggap berprestasi dan memiliki kontribusi yang baik bagi kemajuan perusahaan.

Tantiem

Tantiem adalah bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada direksi dan komisaris oleh pemegang saham yang didasarkan pada suatu persentase atau jumlah tertentu dari laba bersih, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 70 ayat 1 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Bonus Pembagian Keuntungan (Profit Sharing)

Bonus ini dibagikan kepada karyawan berdasarkan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dan jumlah saham yang dimiliki karyawan. Makin besar keuntungannya, makin besar bonus yang didapatkan oleh karyawan.

Namun, bonus karyawan ini hanya berlaku bagi mereka yang mengikuti program kepemilikan saham yang biasa disebut Employee Stock Option Program. Program ini memungkinkan karyawan memiliki saham di tempat mereka bekerja. Sebab, dengan memiliki saham ditempat dia bekerja, tentu secara otomatis akan memicu untuk terus bekerja dengan baik.

Gaji 13

gaji ke 13 bonus karyawan

Untuk sebagian dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “gaji 13”. Untuk bonus jenis ini sering dirasakan atau diterima oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap akhir tahun. Pada umumnya, jenis bonus ini hampir sama dengan bonus tahunan bagi karyawan swasta, tapi hanya istilahnya saja yang berbeda.

Tidak hanya jenis-jenis bonus di atas, biasanya perusahaan memiliki istilah sendiri untuk memberikan bonus kepada karyawannya, misalnya employee engagement. Ada perusahaan yang punya kebijakan bonus ulang tahun yang diberikan kepada setiap karyawan yang sedang berulang tahun. Ada juga bonus wisata keluarga, di mana semua karyawan diajak berwisata bersama dan boleh membawa serta keluarganya. Masih banyak lagi ide-ide kreatif untuk mengelola kompensasi karyawan menjadi referal yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Ketentuan hadiah yang belum diatur oleh undang-undang membuatnya belum memiliki aturan paten sendiri. Sehingga, pada setiap perusahaan ketentuannya akan berbeda-beda, mungkin termasuk di perusahaan Anda bekerja. Apapun jenis bonus yang ada di perusahaan Anda, pastikan bahwa ketentuan tersebut tercantum pada perjanjian kerja yang Anda dan perusahaan telah sepakati.

Baca juga: Lakukan Ini Ketika Mengatur Gaji Pertama!

Biasanya setiap Anda akan memulai bekerja pada suatu perusahaan, bagian HR akan memberikan Anda kontrak kerja yang di dalamnya sudah mencantumkan gaji, tunjangan, informasi lain terkait Anda dan perusahaan, bahkan juga ketentuan bonus karyawan. Jadi, jangan lupa untuk baca secara teliti ya sebelum menandatanganinya!

Comments are closed.