Pahami Beberapa Metode Perhitungan Cuti Tahunan

Entrepreneurship

Mendapatkan cuti tahunan merupakan hak bagi setiap karyawan. Setiap perusahaan memiliki metode perhitungannya sendiri, mau tahu apa saja metodenya?

Bagi Anda yang bekerja sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan tertentu, cuti menjadi kunci bagi Anda menentukan waktu liburan setelah lama bergulat dengan pekerjaan. Tak perlu khawatir, sebab cuti merupakan hak yang perusahaan harus berikan kepada Anda.

Menurut Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan wajib memberikan cuti kepada karyawan dengan tidak memotong gaji karyawan sama sekali. Terdapat beberapa jenis cuti, yaitu cuti tahunan, cuti bersama, cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan, dan cuti besar.

Adapun cuti sakit, cuti penting, dan cuti melahirakan memiliki sifat yang kondisional tergantung dari keadaan Anda sebagai karyawan. Sedangkan, cuti bersama, tahunan, dan cuti besar biasanya sudah menjadi hak paten yang akan diterima karyawan. Untuk cuti besar sendiri akan diterima karyawan apabila telah bekerja selama jenjang waktu minimal enam tahun, hal tersebut sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap loyalitas karyawan. Berbeda dengan cuti besar, cuti bersama dan tahunan memiliki keterkaitan satu sama lain. Berikut penjelasannya untuk Anda ketahui.

perhitungan cuti tahunan

Annual leave merupakan cuti yang diberikan perusahaan bagi karyawan yang sudah bekerja minimal 1 tahun dan jumlahnya 12 hari setiap tahunnya. Beberapa perusahaan justru sudah memberikannya kepada karyawan sejak mereka sudah lulus dari masa percobaan sebagai karyawan baru.Terkadang perusahaan menambahkan beberapa hari cuti untuk jabatan atau posisi tertentu dalam perusahaan.

Jika karyawan yang bekerja kurang dari satu tahun dan sudah ingin mengambil Annual leave, perusahaan berhak untuk menolak permohonan cuti tersebut. Atau pilihan lainnya adalah permohonan itu diterima tetapi kemudian perusahaan berhak memotong gaji karyawan tersebut sesuai dengan jumlah hari yang diambil. Cuti seperti ini biasa disebut dengan cuti diluar tanggungan.

Baca Juga: UU Ketenagakerjaan: Hak Seluruh Karyawan yang Perlu Diketahui

Cuti bersama merupakan hari libur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk merayakan suatu hari besar, baik yang berhubungan dengan keagamaan, pemerintahan,dan juga negara. Conrohnya,cuti bersama yang diberikan sebelum dan sesudah hari raya Idulfitri bagi karyawan yang beragama Islam dan beberapa hari sebelum dan sesudah hari natal bagi karyawan yang beragama Kristen dan Katolik.

Pada umumnya, cuti bersama secara otomatis akan diberikan kepada seluruh karyawan tanpa harus ada pengajuan permohonan cuti sebelumnya. Cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan yang dikaitkan dengan annual leave. Maksudnya, setiap karyawan akan dibebaskan untuk mengambil atau tidak jenis cuti ini. Oleh karena itu, untuk perusahaan swasta biasanya cuti bersama akan memotong jatah annual leave karyawan per tahunnya.

Aturan Terkait Cuti Tahunan & Cuti Bersama

Aturan Terkait Cuti Tahunan & Cuti Bersama

  • Setiap karyawan yang mengambil annual leave berhak mendapat gaji atau upah secara utuh. Hal serupa juga berlaku ketika karyawan tersebut tidak mengambil cuti. Namun, tidak akan mendapatkan tunjangan lain yang perhitungannya berdasarkan kehadiran karyawan, seperti tunjangan makan atau tunjangan transportasi.
  • Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan annual leave, sehingga cuti bersama juga akan mengurangi jumlah hari pada annual leave.
  • Setiap karyawan yang tidak mengambil cuti bersama atau tetap bekerja tidak akan mengurangi hak cutinya.
  • Baik cuti bersama maupun annual leave diatur oleh perusahaan yang telah disepakati oleh karyawan pada saat melakukan perjanjian kerja.
  • Apabila terdapat karyawan yang mengajukan cuti tambahan saat annual leave yang diajukan sebelumnya sudah habis karena, misal sakit. Maka perusahaan dapat memasukkan cuti tambahan tersebut sebagai pengurang annual leave.
  • Karyawan yang mengalami kecelakan ketika sedang bekerja dan harus dirawat di rumah sakit, maka secara otomatis akan mendapatkan cuti sakit sampai yang bersangkutan sembuh dan dapat bekerja kembali. Untuk kasus ini ini tidak akan mengurangi Annual leave.
  • Annual leave tidak akan diberikan kepada karyawan yang pada tahun tersebut sudah mengambil cuti besar. Cuti besar ini hanya akan diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja paling sedikit 6 tahun. Pada umumnya, karyawan akan mendapat cuti selama 30 hari pada tahun ketujuh dia bekerja dan 30 hari lagi pada tahun kedelapan dia bekerja. Cuti besar ini juga akan berlaku kelipatan, artinya pada tahun ke 13 Anda akan mendapatkan lagi jika masih bekerja di perusahaan yang sama. Untuk pelaksanaannya, Anda tidak harus mengambil cuti ini selama 30 hari berturut-turut.

Baca Juga: 4 Kontrak Kerja Karyawan yang Wajib Diketahui

Kini, untuk mengajukan cuti kepada perusahaan, karyawan tak perlu lagi mengajukannya secara manual. Perusahaan biasanya sudah memiliki aplikasi cuti secara online sehingga memudahkan karyawan dalam pengajuan cuti. Selain berdampak baik untuk karyawan, dengan adanya aplikasi online, Tim HR juga tidak perlu mengecek satu persatu karyawan yang mengajukan cuti karena data tersebut secara otomatis masuk ke sistem departemen HR.

Perhitungan Cuti Tahunan

Mungkin sampai saat ini di antara Anda masih bingung bagaimana cara perhitungan cuti tahunan. Daripada Anda selalu dibuat bingung, berikut ini ulasan selengkapnya.

Perhitungan Cuti Tahunan

Metode Annually

Mungkin untuk sebagai perusahaan, masih ada yang menggunakan metode ini. Untuk mulai menghitung cuti menggunakan metode ini, biasanya perusahaan terlebih dahulu menentukan satu bulan sebagai awalan perhitungan cuti. Mayoritas perusahaan akan mulai menghitung periode awal cuti pada bulan Januari. Maka untuk karyawan yang baru bergabung setelah bulan Januari, aka cuti yang didapatkan akan dihitung proposional hingga ke bulan januari tahun berikutnya. Namun, untuk karyawan lama cuti akan muncul pada bulan Januari sebesar 12 hari sesuai dengan peraturan dari pemerintah.

Sebenarnya, ada banyak keuntungan yang didapat jika perhitungan cuti menggunakan metode ini. Dari sisi perusahaan akan lebih mudah melakukan perhitungan dan pengecekan cuti, sedangkan sisi karyawannya juga sangat menguntungkan karena per awal tahun semua karyawan memiliki jatah annual leave baik karyawan baru maupun karyawan lama. Namun, ada hal yang perlu dipertimbangkan dari sisi perusahaan jika ternyata ada karyawan yang mengajukan pengunduran diri sebelum genap masa kerja 1 tahun. Jika hal itu terjadi, maka perusahaan harus membayarkan sisa cuti yang belum diambil sesuai dengan Pasal 156 ayat 4.

Metode Anniversary

Jika perusahaan menggunakan metode anniversary, maka karyawan akan mendapatkan cuti setelah satu tahun bekerja. Tentu setiap karyawan akan memiliki jatah cuti yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan awal masuk ia bekerja. Namun, dari sisi perusahaan juga lebih diribetkan karena sering mendapatkan kesulitan dalam pengecekan cuti.

Metode Anniversary Annually

Metode ini merupakan pencampuran antara dua metode yang telah disebutkan di atas. Bagi karyawan baru, cuti akan muncul ketika sudah genap satu tahun dan di tahun berikutnya akan muncul annual leave per Januari (dihitung proporsional). Sudah banyak karyawan yang memilih untuk menggunakan metode ini karena sesuai dengan UU Nomor 13 yang menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut dan setelah tahun kedua perusahaan akan lebih mudah dalam hal pengecekan cutinya.

Metode Monthly

Untuk metode ini, setiap karyawan berhak mendapatkan annual leave sebesar satu hari per bulan. Bagi karyawan yang cutinya dihitung dengan metode ini, maka tidak perlu menunggu satu tahun untuk menggunakan hak cutinya, sedangkan bagi perusahaan, jika karyawan yang resign dan masih memiliki sisa cuti maka perusahaan wajib menguangkan sisa cuti yang belum digunakan karyawan tersebut. Untuk masa berlaku cuti menggunakan metode ini ada yang satu tahun setelah muncul, ada pula yang akan habis pada akhir tahun periode berjalan.

Baca Juga: Hobi Liburan? Cek Kartu Kredit Travel yang Bisa Digunakan!

 

Dari berbagai metode yang sudah disebutkan di atas, setiap perusahaan akan mengatur hak cuti karyawan lebih lanjut dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sama dan kesepakatan antara pengusaha dan karyawan. Maka, bagi Anda yang baru akan memulai bekerja dalam sebuah perusahaan, coba cek dan teliti perihal hak cuti yang akan Anda dapatkan nantinya.

Comments are closed.