Pencatatan EBITDA Perusahaan, Ini Dia Faktanya!

Entrepreneurship

Perhitungan EBITDA memang tidak bisa dijadikan gambaran yang baik bagi arus kas perusahaan, lalu apa saja fungsi dan kelebihannya?

Salah satu tujuan dari pencatatan keuangan perusahaan adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Mulai dari profit, utang hingga nilai saham sebuah perusahaan. Hal tersebut untuk memberikan informasi yang berguna bagi strategi perusahaan ke depannya. Ada satu istilah dalam akuntansi perusahaan, yaitu EBITDA.

EBITDA sebetulnya merupakan singkatan dari earnings before interest, taxes, depreciation and amortization. Mungkin Anda belum pernah mendengar kata ini, atau sudah pernah tapi belum tahu maksudnya. Kalau begitu, Anda harus baca artikel ini sampai selesai!

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja dari Balance Scorecard?

Tentang EBITDA

EBITDA merupakan akronim atau singkatan dari earnings before interest, taxes, depreciation and amortization. Kalau Anda seorang akuntan, Anda mungkin tahu atau pernah memanfaatkannya.

Dalam buku Who Took My Money: Bagaimana Menjadi Investor Hebat karya Robert T. Kiyosaki dan kawan-kawan dijelaskan, EBITDA merupakan pendapatan perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

Dengan kata lain, ia merupakan pendapatan perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi. Catatan pendapatan ini dapat digunakan untuk melihat profitabilitas perusahaan, hanya saja belum benar-benar tuntas. Karena masih banyak hal yang belum dikeluarkan oleh perusahaan.

apa itu EBITDA

Menurut seorang investor dan pengusaha asal Amerika Serikat, Warren Buffet, pendapatan ini merupakan indikator finansial yang tidak ada artinya. Maksudnya, indikator finansial tersebut mendistorsi dan tidak memberikan gambaran yang benar tentang pendapatan bisnis.

Earnings before interest, taxes, depreciation and amortization bukanlah laporan keuangan yang dapat memperlihatkan arus kas yang baik, yang kemudian dapat digunakan untuk menilai bisnis, karena beban-beban perusahaan tidak masuk dalam hitungan earnings before interest, taxes, depreciation and amortization.

Pendapatan Awal dan Laba Kotor

Meskipun dalam pengertian dikatakan bahwa earnings before interest, taxes, depreciation and amortization merupakan pendapatan yang belum dikurangi dengan bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi, namun pendapatan ini tidak sama dengan laba kotor. Ada perbedaan antara keduanya.

Kalau laba kotor, perhitungannya dilakukan dengan cara laba yang didapat atau pemasukan, dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Dalam perhitungan itu, sudah termasuk depresiasi dan amortisasi. Sedangkan, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization tidak melibatkan hal-hal tersebut dalam perhitungannya.

Fungsi

Jika seorang investor asal Amerika Serikat mengatakan bahwa earnings before interest, taxes, depreciation and amortization bukanlah gambaran yang baik untuk melihat arus kas perusahaan, lalu untuk apa perhitungan pendapatan ini? Ternyata, ada beberapa fungsi yang bisa kita peroleh melalui perhitungan pendapatan ini, berikut kita bahas.

Membandingkan Tingkat Keuntungan

Fungsi pertama dari earnings before interest, taxes, depreciation and amortization adalah menganalisis dan membandingkan tingkat keuntungan antar perusahaan dan industri. Hal ini dikarenakan earnings before interest, taxes, depreciation and amortization dapat mengeliminasi dampak dari keputusan keuangan dan akuntansi.

Memberikan keleluasaan

Fungsi kedua adalah memberikan kekuasaan kepada perusahaan terhadap laporan keuangan. Karena ia merupakan catatan non-GAAP atau non kombinasi dan standar otoritatif dewan perusahaan, terkait pembuatan dan perekaman laporan keuangan.

Baca juga:  Bursa Efek Indonesia, Sejarah dan Pembelian Saham

Dengan kata lain, perhitungan cara ini merupakan perhitungan yang tidak terikat dengan aturan ketat perusahaan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pendapatan sebelum pajak ini memberikan keleluasaan lebih kepada akuntan, khususnya dalam membuat laporan keuangan.

Melihat Keuntungan

Selanjutnya, pendapatan ini dapat dijadikan metrik. Gunanya adalah untuk melihat dan mengevaluasi keuntungan sebuah perusahaan. Hanya saja, cara ini tidak dapat digunakan untuk melihat arus kas.

Mempercantik Laba Perusahaan

fungsi EBITDA

Cara ini juga dapat difungsikan untuk mempercantik laba perusahaan. Kenapa demikian? Karena laba atau profit yang tercatat dalam pendapatan ini belum dikurangi bunga, pajak, dan lainnya. Hal ini membuat keuangan perusahaan tampak sehat-sehat saja, padahal perusahaan masih memiliki beberapa beban yang harus dituntaskan.

Kelemahan

Disamping beberapa fungsinya yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, ada beberapa kelemahan yang juga harus kita perhitungkan. Jangan sampai kita salah menggunakan dan memutuskan sebuah strategi keuangan perusahaan, karena hanya melihat earnings before interest, taxes, depreciation and amortization saja. Diantara kelemahannya adalah sebagai berikut:

Pencatatan yang Tidak Sesuai

Dalam perhitungannya, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization mengabaikan perubahan modal kerja yang terjadi dalam suatu perusahaan. Selain itu, ia juga berpotensi memberikan bobot lebih terhadap arus kas perusahaan, dalam suatu periode pertumbuhan kas.

Tidak Sensitif terhadap Tagihan Aktual

Kedua, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization tidak sensitif terhadap tagihan aktual perusahaan. Hal ini karena ia mengabaikan perubahan-perubahan fundamental dalam modal kas.

Alat Ukur Likuiditas yang Menyesatkan

Pada praktiknya, perhitungan likuiditas adalah dinamis. Namun, cara ini memberikan pembatasan terhadap perhitungannya. Ia tidak memberikan informasi kualitatif terkait sumber penggunaan dana perusahaan. Ia juga tidak memberikan informasi detil terkait likuiditas.

Beberapa elemen penting dalam likuiditas yang tidak turut dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

  • Potensi klaim jangka pendek terkait dana kas. Termasuk di dalamnya kewajiban langsung dan kontingensi.
  • Sensitivitas perusahaan publik, yang bertugas sebagai penerbit surat utang.
  • Stabilitas serta kekuatan arus kas.
  • Komitmen atas belanja modal ataupun tingkat kebutuhan.
  • Kebutuhan akan dana yang digunakan untuk mendukung modal kerja.
  • Kerapuhan untuk mengurangi akses pada pasar modal.
  • Kekuatan pos-pos likuiditas perusahaan.

Cara Menghitung Pendapatan Awal

Supaya ketika Anda mau mencoba membuatnya, Anda tahu cara dan langkah-langkahnya. Anda bisa menggunakan rumus berikut untuk menghitung pendapatan awal perusahaan, yaitu:

earnings before interest, taxes, depreciation and amortization = Laba operasional + Biaya Amortisasi + Beban Depresiasi

Misalkan sebuah perusahaan memiliki laba operasional sebesar Rp. 750.000.000, kemudian biaya amortisasinya adalah Rp. 55.000.000. Selanjutnya, perusahaan tersebut memiliki beban depresiasi sebesar Rp. 35.000.000, maka pendapatan awalnya adalah sebagai berikut:

earnings before interest, taxes, depreciation and amortization = Rp. 750.000.000 + Rp. 55.000.000 + Rp. 35.000.000 = Rp. 840.000.000

Angka ini mungkin saja dimanipulasi oleh perusahaan. Dengan begitu, profit dan keuntungan yang dimiliki suatu perusahaan akan tampak lebih besar. Ini akan berpengaruh pada saham perusahaan atau nilai investasi perusahaan.

Namun, ada cara lain untuk menghitungnya. Cara selanjutnya akan sangat sesuai dengan penjabaran atau kepanjangan dari earnings before interest, taxes, depreciation and amortization. Di dalamnya, dihitung juga bunga dan pajak. Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut:

earnings before interest, taxes, depreciation and amortization = Laba bersih + Bunga + Pajak + Amortisasi + Depresiasi

Analisis

mengenal EBITDA

Pasca dihitung, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization dapat dianalisis, tujuannya beragam, dapat disesuaikan dengan manfaat yang telah kita bahas sebelumnya. Misalnya, Anda bisa melakukan analisis untuk kemudian membandingkan profitabilitas antar perusahaan.

Analisis ini dapat dilakukan berdasarkan hal yang mungkin sama-sama dimiliki oleh perusahaan yang dibandingkan. Earnings before interest, taxes, depreciation and amortization yang semakin besar dari tahun ke tahun akan menunjukkan bahwa sebuah perusahaan mampu menghasilkan profitabilitas yang semakin baik.

Baca juga: Peran ROE (Return on Equity) dalam Mengukur Laba Ekuitas

Dari informasi di atas kini Anda bisa mulai untuk menghitung earnings before interest, taxes, depreciation and amortization sebagai sarana menganalisis tingkat pendapatan antar perusahaan yang lain. Namun, selalu ingat bahwa laporan arus kas asli tetap menjadi tolok ukur utama profitabilitas sebuah perusahaan. Tapi tentu tak ada salahnya mengetahui manfaat dalam menghitung pendapatan satu ini kan?

Comments are closed.