EPS BPJS Ketenagakerjaan, Bayar Iuran Lebih Mudah

Entrepreneurship

Dulu, perusahaan perlu menggunakan virtual account untuk membayar iuran BPJSTK. Sekarang, cukup dengan EPS BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai orang yang bekerja di perusahaan, sudah seharusnya perusahaan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang ada pada karyawannya, mulai dari kesehatan hingga hari tua. Untuk hal kesehatan, setidaknya perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya pada BPJS Kesehatan. Namun, selain itu, perusahaan juga wajib mendaftarkan karyawannya pada BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa program yang bertujuan untuk melindungi dan memberikan keamanan kepada tenaga kerja. Pekerja yang memiliki kepesertaan akan mendapatkan jaminan pada hari tuanya nanti. Tak hanya itu, karyawan juga merasa aman di dalam pekerjaannya karena adanya program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian apabila terjadi kematian bukan akibat kecelakaan kerja.

Salah satu Program BPJS Ketenagakerjaan yang banyak ditunggu para pekerja adalah program jaminan pensiun. Program ini bertujuan untuk memberikan jaminan hidup yang laik bagi peserta atau karyawan setelah pensiun di dunia kerja.

Kita sebagai karyawan sejatinya tidak perlu mengurus langsung perihal BPJS Ketenagakerjaan, baik urusan berkas hingga pembayaran. Untuk masalah pembayaran, umumnya perusahaan akan membayarkan iuran bulanan melalui virtual account.

Jika sebelumnya menggunakan VA, perusahaan dan BPJS masih harus melakukan koordinasi saat proses pemisahan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Lewat EPS BPJS Kesehatan, iuran yang dibayarkan sudah sesuai dengan programnya dan dilakukan self assessment oleh perusahaannya sendiri. Dengan begitu, risiko kesalahan penghitungan dan transaksi yang mungkin terjadi bakal kecil kemungkinannya.

Baca juga: Memahami Asuransi Jiwa Unit Link Secara Mendalam

Lalu, bagaimana cara daftarnya? Berikut adalah langkah-langkahnya!

Pendaftaran EPS BPJS Ketenagakerjaan

Jika perusahaan Anda sebelumnya melakukan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui VA dan ingin berpindah ke sistem pembayaran EPS, perlu dilakukan registrasi terlebih dahulu melalui tahapan berikut.

  1. Sebelum dapat menggunakan layanan EPS, Anda perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan cara masuk ke halaman eps.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs lalu klik Registrasi.
  2. Kemudian akan terbuka halaman registrasi dengan alamat web eps.bpjsketenagakerjaan.go.id/eps/registrasi.bpjs.
  3. Masukkan Nomor Pendaftaran Perusahaan (NPP) Anda.
  4. Masukkan e-mail Pendaftaran. E-mail ini akan menjadi e-mail Login Akun EPS Anda sehingga sebaiknya gunakan e-mail resmi perusahaan yang akan menjadi e-mail khusus BPJS Ketenagakerjaan.
  5. Masukkan Kode Keamanan (captcha) sesuai gambar yang ada di sebelah kiri Kode Keamanan.
  6. Klik Register dan kemudian akan terbuka Pilih Perusahaan Anda apabila NPP yang dimasukkan benar dan belum diregistrasikan. Masukkan Nama Kontak Perusahaan Anda.
  7. Klik salah satu NPP yang akan didaftarkan.
  8. Klik Register lagi setelah itu lakukan Konfirmasi. Klik OK.
  9. Kemudian akan muncul pemberitahuan pengiriman e-mail aktivasi. Bukalah e-mail Anda yang digunakan untuk register.
  10. Di dalam e-mail Anda, bukalah e-mail aktivasi E-Payment System dengan Subjek: Aktivasi Aplikasi Online E-Payment System.
  11. Klik atau kopi link aktivasi tersebut ke browser Anda.
  12. Kemudian Anda akan masuk ke halaman Login Aktivasi EPS. Masukkan e-mail Anda.
  13. Masukkan PIN Anda.
  14. Klik Start Login dan Anda akan masuk ke halaman Ganti PIN. Masukkan PIN Lama Anda.
  15. Masukkan PIN Baru Anda kemudian masukkan PIN tersebut lagi untuk verifikasi.
  16. Setelah semua field kosong terisi, klik tombol Ganti PIN.
  17. Proses Pendaftaran EPS selesai dilakukan. Akan ada pemberitahuan End of Procedure.

Setelah selesai melakukan registrasi/pendaftaran pembayaran dengan sistem EPS, untuk dapat melakukan pembayaran, Anda harus membuat Kode Iuran dengan memasukkan Rincian Iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: DPLK, Proteksi dan Investasi di Hari Tua

Pembuatan Kode Iuran

Kode Iuran digunakan agar perusahaan dapat melakukan pembayaran dengan layanan tersebut. Di bawah ini diuraikan syarat dan ketentuan pembuatan dan penggunaan Kode Iuran, di antaranya:

  1. Apabila terjadi kelebihan atas pembayaran iuran, maka menjadi kompensasi untuk bulan berikutnya.
  2. Pembayaran menggunakan cek/bilyet giro selain bank kerja sama diakui setelah RTGS/kliring dana berhasil.
  3. Nominal iuran yang dirinci saat pengisian rincian iuran merupakan nilai nominal iuran untuk seluruh tenaga kerja berdasarkan data upah tenaga kerja dari seluruh tenaga kerja Anda.
  4. Kode iuran dibuat per bulan.
  5. Nilai iuran yang dimasukkan harus bulat. Hal ini menyesuaikan dengan ketentuan transaksi transfer antarbank yang tidak memungkinkan untuk pengiriman dana pecahan.
  6. Untuk pembayaran dengan nilai pecahan, pembayaran dibulatkan ke atas.
  7. Perusahaan dapat memasukkan rincian iuran walaupun masih ada kode iuran yang UNPAID.
  8. Untuk perusahaan yang telah mengaktivasi fitur kode iuran tetap (statis, tidak berubah), Pembuatan kode iuran hanya dapat dilakukan apabila kode iuran tidak ada yang UNPAID/telah Lunas sebelumnya.
  9. Aktivasi kode iuran tetap dapat dilakukan dengan menghubungi Pembina Anda di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di mana perusahaan Anda terdaftar.

Estimasi Proporsi Nilai Iuran dan Denda

Perlu juga Anda pahami dasar yang digunakan sebagai estimasi proporsi nilai iuran dan denda. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. Data upah yang telah dilaporkan.
  2. Data upah pembayaran bulan sebelumnya yang telah diverifikasi BPJS Ketenagakerjaan (dilakukan rekonsiliasi).
  3. Khusus untuk perusahaan yang baru mendaftar, Iuran dan denda akan diestimasi berdasarkan persentase nilai program masing-masing.

Ketentuan dan Penggunaan Status Kode Iuran

Setelah kode iuran Anda buat, pahami juga mengenai ketentuan dan penggunaan status kode iuran:

  1. Kode iuran tidak memiliki masa expired (berlaku seumur hidup) selama kode iuran tersebut belum dibayar. Kode iuran yang sudah dibayar tidak dapat digunakan lagi.
  2. Pembayaran kode iuran tetap hanya dapat dibayarkan apabila rincian iuran telah dibayarkan.
  3. Status pembayaran kode iuran (PAID/UNPAID) hanya merupakan status pembayaran terhadap kode iuran tersebut.
  4. Status lunas pembayaran untuk bulan iuran tersebut didapatkan setelah dilakukan rekonsiliasi oleh Kantor Cabang BPJSTK.
  5. Status pembayaran dihitung berdasarkan data upah tenaga kerja yang diberikan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Perhitungan mandiri atas iuran menggunakan Formulir F2a atau tools SIPP akan sesuai untuk peserta yang selalu membayar iunas atas iuran kepesertaan.

Baca juga: Taspen: Jaminan Pensiun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Cara Pembuatan Kode Iuran

Untuk mendapatkan kode iuran, Anda perlu login ke eps.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs. Langkah selanjutnya adalah:

  1. Pilih perusahaan Anda di Identitas Perusahaan pada menu Pilih.
  2. Klik pada Perusahaan Anda di daftar perusahaan.
  3. Akan muncul Daftar Transaksi Kode Iuran. Kemudian klik Buat Kode Iuran.
  4. Akan muncul FORM RINCIAN IURAN. Langkah selanjutnya adalah mengisi BLN IURAN. Masukkan BLN IURAN.
  5. Langkah selanjutnya adalah mengisi JUMLAH IURAN DAN DENDA. Masukkan JUMLAH IURAN.
  6. Masukkan DENDA.
  7. Turun ke bawah, kemudian klik Proses Iuran.
  8. Akan muncul Pop Up Cek dahulu kemudian lakukan konfirmasi OK.
  9. Kode Iuran Anda akan muncul. Anda bisa melakukan pembayaran di Bank yang bekerja sama.
  10. Proses Pembuatan Kode Iuran selesai. Akan muncul notifikasi End of Procedure.

Setelah melakukan pembayaran pertama EPS, secara otomatis VA Anda akan dinonaktifkan. Lalu setiap tanggal lima, Kode Iuran mengalami penambahan nomor dan tertulis status UNPAID yang berarti tagihan bulan tersebut belum dibayar. Untuk melakukan pembayaran, bisa dilakukan di ATM BRI, BNI, Mandiri, dan Bukopin.

Itulah langkah-langkah terkait pembuatan Kode Iuran EPS BPJS Ketenagakerjaan. Meski tak perlu mengurus sendiri, setidaknya informasi ini perlu Anda ketahui jika suatu saat Anda mengalami masalah pada layanan tersebut.

Comments are closed.