Lakukan Perencanaan Kegiatan Usaha dengan Forecasting!

Entrepreneurship

Menentukan kegiatan usaha dalam jenjang periode tertentu dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan forecasting, lantas bagaimana langkah-langkahnya?

Perkiraan atau forecasting ialah kegiatan bertujuan meramalkan atau memprediksi hal terkait produksi, penawaran, permintaan, dan atau penggunaan teknologi dalam sebuah bidang industri atau usaha tertentu. Perkiraan ini pada akhirnya akan digunakan oleh perusahaan maupun pihak manajemen operasional untuk membuat perencanaan terkait kegiatan usaha dalam beberapa periode tertentu.

Menjamin tingkat perkiraan akurat sebagai dasar perhitungan untuk proses bisnis kedepan tentu membutuhkan sebuah alat akurat yang telah teruji berdasarkan parameter-parameter tertentu. Untuk mengetahui apa saja alat ukur yang dapat digunakan, jenis perkiraan beserta tujuan dan fungsinya di bawah ini.

Baca juga: Pahami Pentingnya Bisnis Plan dan Cara Membuatnya

Pengertian Forecasting Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian atau definisi perkiraan atau forecasting dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Nasution dan Prasetyawan (2008:29), perkiraan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.
  • Menurut Sumayang (2003:24), perkiraan adalah perhitungan yang objektif dan dengan menggunakan data-data masa lalu, untuk menentukan sesuatu di masa yang akan datang.
  • Menurut Heizer dan Render (2009:162), perkiraan (forecast) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Salah satunya dapat dilaksanakan dengan melibatkan pengambilan data historis dan proyeksi ke masa depan dengan bentuk model matematis. Selain model tersebut, prediksi intuisi bersifat subjektif juga bisa diandalkan. Atau dapat juga dilakukan dengan menggunakan kombinasi model matematis yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer.

Tujuan & Fungsi Forecasting

melakukan forecasting

Fungsi perkiraan terlihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan (Ginting, 2007). Menurut Heizer dan Render (2009:47), perkiraan memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan di masa lalu, serta melihat sejauh mana pengaruh di masa datang.
  • Kebutuhan akan perkiraan dikarenakan adanya delay atau time lag, jeda antara suatu kebijakan perusahaan yang ditetapkan dengan waktu implementasi.
  • Sebuah perkiraan dibutuhkan dalam menyusun bisnis di perusahaan dapat meningkatkan efektivitas rencana bisnis.

Jenis-jenis Forecasting

Perkiraan memiliki dasar dalam penentuannya, oleh karena itu perkiraan dibagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

Perkiraan Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu, perkiraan atau proses perkiraan bisnis dapat diklasifikasi dalam tiga jenis, yaitu (Herjanto, 2008:78):

  • Perkiraan jangka panjang, mencakup waktu lebih dari 18 Bulan. Sebagai contoh, perkiraan yang diperlukan dalam kaitan tanam modal, perencanaan fasilitas, dan perencanaan kegiatan penelitan dan pengembangan.
  • Perkiraan jangka menengah, mencakup waktu antara 3-18 Bulan. Contoh : Perkiraan perencanaan penjualan, prencanaan produksi, dan perencanaan tenaga kerja outsourcing.
  • Perkiraan jangka pendek
  • Mencakup jangka waktu kurang dari 3 Bulan. Sebut saja perkiraan yang berkaitan dengan pembelian material, jadwal kerja, dan delegasi tugas karyawan.

Perkiraan Berdasarkan Fungsi & Perencanaan Operasi Masa Depan

business forecasting

Berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi di masa depan, perkiraan atau forecast dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (Heizer dan Render, 2009:47).

  • Perkiraan ekonomi (economic forecast), siklus bisnis dalam prediksi tingkat inflansi, ketersediaan uang, kebutuhan dana untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lain.
  • Perkiraan teknologi (technological forecast), meninjau kemajuan teknologi dalam rangka peluncuran produk baru yang lebih menarik, yang memerlukan bahan, peralatan, dan pabrik yang baru.
  • Perkiraan permintaan (demand forecast), proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Perkiraan ini seringkali juga disebut sebagai perkiraan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan, yang dapat menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, serta sumber daya manusia.

Perkiraan Berdasarkan Jenis Data yang Disusun

Berdasarkan jenis data perkiraan yang disusun, perkiraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Saputro dan Asri, 2000:148).

Baca juga: Perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan

  • Perkiraan kualitatif, yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Prediksi yang diciptakan sangat bergantung atau berkaitan dengan orang yang menyusunnya. Umumnya, perkiraan ini didasari atas rangkuman penyelidikan, sebut saja masukan dari sales, marketing, konsultan, atau survey yang berkaitan.
  • Perkiraan kuantitatif, yaitu pertimbangan yang didasari atas rangkuman penjualan di masa lalu. Hasil perkiraan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang digunakan dalam perkiraan tersebut. Perbedaan metode akan memperoleh hasil yang berbeda pula.

Berdasarkan Sifat Penyusunannya

Sifat penyusunan berdasarkan sifatnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Ginting, 2007)

  • Perkiraan subjektif, berdasarkan atas intuisi atau perasaan si penyusun.
  • Perkiraan objektif, didasari atas data relevan di masa lalu dengan teknik dan atau metode analisa data yang berkaitan.

Sebuah proses perkiraan atau forecast sebuah bisnis, tentunya dibutuhkan pula perencanaan keuangan yang baik dan matang.

Langkah-langkah Perkiraan

Dalam melakukan perkiraan, Anda memerlukan sistematika supaya prosesnya berjalan dengan benar. Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam proses perkiraan:

Menentukan Tujuan Perkiraan

Perlu diingat bahwa metode ini diperlukan untuk merencanakan masa depan, oleh karena itu Anda harus mempertimbangkan dan memutuskan perkiraan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Anda.  Mungkin kedengarannya sederhana, namun kesalahan memutuskan tujuan atau apa yang Anda inginkan akan menghasilkan hasil yang berbeda sehingga keakuratan perkiraan akan diragukan. Dalam tahap ini, Anda juga perlu menentukan setiap detail dari perkiraan tersebut, contoh jenis produk, unit yang diperlukan (berapa kotak atau unit) dan jangka waktu (misalnya mingguan, bulanan atau tahunan).

Mengevaluasi dan Menganalisis data yang sesuai

Pada tahapan ini dibutuhkan identifikasi kebutuhan dan ketersediaan data. Pengidentifikasian data ini akan berdampak pada pemilihan metode perkiraan nanti. Misalnya, jika Anda ingin meramalkan jumlah penjualan pada suatu produk baru, mungkin Anda tidak memiliki data historis penjualan sehingga membatasi Anda untuk menggunakan metode perkiraan yang bersifat kuantitatif.

Memilih dan Menguji Metode Perkiraan

Setelah data dievaluasi, langkah selanjutnya adalah memilih dan menentukan model atau metode perkiraan yang tepat. Umumnya, Metode Perkiraan yang dipilih adalah metode yang telah mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya dan kemudahan penggunaannya. Selain itu, satu faktor yang terpenting adalah faktor keakuratan perkiraan. Cara yang paling umum adalah dengan mencari dua atau tiga metode yang terbaik kemudian mengujinya pada data historis untuk melihat metode atau model peramalan mana yang paling akurat.

Menghasilkan Perkiraan

Setelah menentukan metode atau model forecast/perkiraan mana yang akan Anda gunakan, selanjutnya adalah menghasilkan ramalan yang Anda butuhkan.

Memantau Keakurasian Perkiraan

apa itu forecasting

Perkiraan merupakan proses yang berkelanjutan. Setelah membuat ramalan, Anda harus mencatat apa yang sebenarnya terjadi (aktual) dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memantau keakurasian perkiraan Anda. Perlu diketahui bahwa metode perkiraan yang terbaik pada masa lalu belum tentu bisa memberikan hasil yang terbaik untuk masa depan. Oleh karena itu, Anda harus selalu bersiap-siap untuk merevisi metode perkiraan Anda seiring dengan perubahan data Anda.

Baca juga: Investasi Online yang Bisa Dicoba Para Kawula Muda

Menjalani sebuah bisnis memang penuh dengan perencanaan, tentu perencanaan tersebut harus didasarkan pada hal-hal yang baik dan benar mendekati situasi teraktual dari berbagai aspek. Melalui perkiraan bisnis, Anda akan terbantu merancang segala perencanaan dalam bisnis Anda. Semangat berbisnis ya!

Comments are closed.