Golongan PNS: Berapa ya Besaran Gaji dan Pensiunannya?

Entrepreneurship

Animo masyarakat untuk berkarier sebagai PNS ternyata begitu besar. Apa sebenarnya alasan terbesar mereka tertarik masuk golongan PNS?

Hingga saat ini, profesi sebagai seorang PNS masih menjadi salah satu dambaan masyarakat Indonesia. Apalagi, gaji yang diterima akan semakin tinggi, seiring dengan naiknya golongan PNS. Ini menjadi salah satu alasan klise, mengapa banyak orang yang ingin menjadi PNS.

Jika dibandingkan dengan profesi lain, memang gaji seorang pegawai negeri tak begitu besar. Berada di kisaran angka Rp1,5 hingga kurang dari Rp5 jutaan saja. Namun, nyatanya hal ini tak membuat animo masyarakat terhadap profesi ini menyusut. Terbukti dengan banyaknya pendaftar tes CPNS di setiap daerah, kota dan provinsi, setiap tahunnya.

Para pendaftar pun datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Mulai dari lulusan jenjang SMA dan sederajat, hingga lulusan master pun ada. Bahkan, tak sedikit pula, peserta tes CPNS ini telah bekerja sebagai karyawan swasta sebelumnya. Namun, masih ingin mencoba peruntungan untuk menjadi seorang aparatur negara.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Negeri Sipil

Apa yang Menarik Berkarier Sesuai Golongan PNS?

Menjadi seorang PNS masih menjadi idaman setiap orangtua. Profesi yang satu ini terbilang cukup mentereng, apalagi bagi masyarakat daerah. Menjadi PNS dianggap sebagai sebuah pekerjaan mapan nan menjanjikan masa depan yang cerah. Dengan penghasilan tetap setiap bulannya, seorang aparatur juga memiliki waktu kerja yang terbilang pasti.

pegawai negeri sipil

Belum lagi, adanya tunjangan gaji yang diberikan, sesuai dengan golongan PNS. Tentu saja, semakin lama masa kerjanya, semakin tinggi pangkat dan golongannya, semakin besar pula gaji yang diterima. Tak berhenti sampai di situ saja, bahkan, setelah selesai masa pengabdian kerja, masih ada masa pensiun yang tetap akan menerima gaji. Nah, dengan begitu, siapa yang tak ingin menjadi PNS?

Berapa Besaran Gaji Pegawai Negeri Berdasarkan Golongan PNS?

Tergiur menjadi PNS? Ada sederet tes seleksi masuk yang harus dilalui. Sebagai tes permulaan adalah seleksi adiministrasi. Pada tahap ini, peserta tes CPNS harus melengkapi berkas-berkas yang diminta, sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh intstansi yang dituju. Lolos dari tahap ini, maka peserta tes CPSN akan diminta untuk mendatangi tempat pelaksanaan tes seleksi masuk, yang terdiri dari beberapa ujian lagi. Setelah dinyatakan lolos dalam tes seleksi masuk CPNS, dan sah dinyatakan sebagai CPNS, masih ada masa kerja dalam periode waktu tertentu, sebelum adanya prajabatan menuju PNS.

Selama masih menjadi CPNS, maka gaji yang diterima pun belum utuh, yakni sebesar 80 persen. Setelah menerima SK PNS, maka gaji yang diterima baru mencapai 100 persen sesuai dengan golongan.

Kenaikan gaji akan terjadi seiring dengan naiknya pangkat dan golongan. Dibutuhkan beberapa waktu untuk ini. selain menentukan besaran gajinya, golongan juga menentukan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang birokrat.

golongan gaji pns

Besaran gaji yang diterima oleh PNS pun bervariasi. Pada 13 Maret 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dalam PP itu disebutkan, mengubah lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019,” bunyi Pasal 1 ayat (2) PP ini.

Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 (sebelumnya Rp1.486.500). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.022.200 (sebelumnya Rp1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp3.820.000 (sebelumnya Rp3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.579.400 (sebelumnya Rp2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp4.797.000 (sebelumnya Rp4.568.000).

Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp3.044.300 (sebelumnya Rp2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

Baca juga: Cara Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan, Pernah Coba?

Besaran gaji yang diterima tersebut masih akan ditambah dengan beberapa tunjangan lain. Tunjangan ini dihitung berdasarkan jabatan dan tugas pokoknya. Semakin tinggi risiko pekerjaan dan prestasinya, tentu saja, kemungkinan untuk mendapatkan tunjangan lebih akan semakin tinggi pula.

Betulkan Menjadi PNS Minim Risiko Dipecat?

Apakah PNS bisa dipecat? Tentu saja. Jika banyak yang mengira bahwa setelah resmi menjadi seorang PNS maka tak akan mengalami pemecatan, itu salah besar.

Pada 2017 lalu, Presiden Joko Widodo secara resmi menandatangai Peraturan Pemerintah, tentang pemberhentian atau pemecatan PNS, baik secara hormat maupun tidak hormat. Pada PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Terdapat beberapa pasal, yang secara gamblang menjelaskan tentang beberapa kondisi, yang menyebabkan pemecatan kepada seorang aparatur negara, dalam hal ini adalah PNS.

pns dipecat

Seorang PNS dapat dipecat secara tidak hormat jika terbukti dan dinyatakan bersalah dalam suatu tindakan pidana, dan dikenakan hukuman kurungan sekurang-kurangnya dua tahun. Kemudian, risiko pemecatan juga dapat terjadi, jika seorang PNS melakukan penyelewengan terhadap nilai-nila pancasila. Selain itu, bagi PNS tak peduli apa pun golongan pegawai tersebut, yang menjadi pengurus ataupun anggota partai politik, makan akan dipecat secara tidak hormat.

Baca juga: Pahami 7 Tipe Rekan Kerja yang Wajib Diwaspadai

Ingin Cepat Naik Pangkat Golongan Pegawai Negeri Sipil? Begini Caranya!

Secara umum, setiap PNS akan memperoleh hak untuk naik pangkat setiap empat tahun sekali. Namun demikian, ada pula hal lain yang dapat menjadi penunjang kenaikan pangkat tersebut. Yakni, prestasi kerja selama dua tahun terakhir, berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan jabatannnya.

Selain itu, kenaikan jabatan dan golongan juga dapat terjadi mengambil jenjang pendidikan tertentu. Nah, setelah lulus, maka ijazah terbaru yang telah dilegalisir, dapat digunakan sebagai dasar pengajuan kenaikan pangkat.

Pada dasarnya, alur kenaikan pangkat dan golongan terbagi menjadi tiga. Yaitu, kenaikan pangkat secara regular yang akan terjadi setiap empat tahun sekali. Kemudian, kenaikan pangkat pilihan jabatan fungsional tertentu. Dan, kenaikan pangkat pilihan jabatan struktural.

Kenaikan pangkat dan golongan pegawai negeri sipil tentu akan berimbas pada besaran gaji yang akan diterima selama masa bertugas. Tak hanya itu saja, golongan terakhir yang dimiliki sebelum masa pensiun, juga akan menjadi salah satu penentu besaran nominal pensiunan yang akan diterima. Tak heran, untuk itu semua aparatur negara berlomba-lomba untuk dapat naik pangkat.

Comments are closed.