Ingin Berbisnis Food Truck, Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangannya!

Entrepreneurship

Food truck menjadi pilihan yang baik untuk menjalankan bisnis kuliner di Indonesia. Agar berjalan baik, pahami kelebihan dan kekurangannya terlebih dulu.

Bisnis kuliner memang tidak ada habisnya. Selalu ada saja ide dan varian kuliner baru yang menggugah selera masyarakat. Dulu, seseorang membutuhkan sebuah restoran, toko, atau warung untuk bisa menjajakan masakan buatannya. Namun, semakin hari, ide bisnis tentu semakin berkembang.

Tak heran jika bisnis kuliner tidak lagi memerlukan tempat yang besar untuk menampung pembeli atau penikmat kuliner. Belakangan ini, konsep food truck menjadi pilihan banyak pegiat bisnis kuliner di tanah air, khususnya di kota besar seperti Jakarta.

Memang, harus diakui, konsep food truck memiliki target konsumen yang lebih kecil, yakni kalangan anak muda. Hal tersebut terlihat dari varian kuliner yang dijual, bukan lagi makanan berat seperti nasi dengan beragam jenis lauk tradisional, melainkan makanan kekinian seperti variasi es krim dengan berbagai topping, burger, dan berbagai jenis kuliner lainnya.

Baca juga: Tabungan Emas, Investasi Minim Modal dan Risiko

Berbisnis kuliner dengan konsep food truck sudah bukan hal yang asing di berbagai belahan dunia. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis sudah lebih dulu menjalankan konsep ini. Indonesia baru mengadaptasi konsep food truck beberapa tahun belakangan.

Harus diakui, menjalankan bisnis food truck di Indonesia memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri jika dibandingkan dengan food truck di luar negeri. Apa sajakah kelebihan dan kekurangannya? Simak di bawah ini!

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Food Truck di Indonesia

Kelebihan Bisnis Food Truck di Indonesia

Investasi Awal yang Relatif Lebih Rendah

Salah satu kendala dalam memulai bisnis kuliner adalah modal yang besar. Bagaimana tidak, seseorang membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membuka restoran atau warung makan. Nah, dengan konsep food truck, biaya tersebut tidak perlu lagi dipikirkan. Cukup menyulap mobil pribadi untuk menjadi kendaraan sekaligus dapur, food truck sudah bisa dijalankan. (Baca juga: Peluang Usaha Terbaru 2019 yang Menjanjikan)

Hal ini jelas membuat pengeluaran di awal tidak sebesar mendirikan restoran. Jadi, kelebihan biaya yang ada bisa digunakan untuk membuat dapur di dalam food truck.

Dicari Banyak Orang

Sejauh ini, food truck lebih diminati ketimbang restoran atau tempat makan oleh banyak orang, khususnya orang-orang yang bekerja. Adanya food truck di dekat tempat kerja membuat menu makan siang jadi lebih variatif daripada yang ditawarkan oleh restoran atau warung makan.

Terlebih di jam sibuk, orang-orang lebih memilih untuk memesan makanan di food truck karena lebih cepat dan efektif. Jadi, bisa dibilang, di mana ada food truck, hampir dipastikan di situ akan dikerumuni banyak orang.

Mudah Berkeliling

Kita semua tahu bahwa bisnis kuliner di restoran atau warung makan memiliki keterbatasan dalam menjangkau para pembeli. Pembeli harus datang ke restoran atau warung makan untuk dapat menikmati masakan. Hal ini bukan lagi jadi masalah jika Anda menjalankan bisnis kuliner dengan konsep food truck.

Baca juga: Merencanakan Bisnis Sampingan? Ini yang Perlu Diperhatikan!

Food truck adalah solusi terbaik untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab, Anda dapat berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menjangkau pembeli yang berada di tempat berbeda. Selain itu, food truck dapat dengan leluasa mengikuti berbagai acara yang ada di suatu tempat, seperti konser atau festival. Berbeda dengan restoran atau warung makan yang mengharuskan pemiliknya membuka booth dan membawa berbagai keperluan untuk memasak dan berdagang, food truck menawarkan hal yang lebih mudah, yaitu cukup dengan membawa mobil ke lokasi acara.

Mudah Mencoba Resep Baru

Food truck memudahkan pemiliknya untuk mencoba berbagai resep baru tanpa harus takut tidak disukai para pembeli. Sebab, orang-orang yang datang ke food truck sudah pasti ingin mencoba makanan yang berbeda dari yang ditawarkan oleh restoran atau warung makan.

Bahkan, semakin unik dan menarik makanan dan minuman yang dibuat, semakin besar pula kemungkinan orang-orang penasaran ingin mencoba.

Kekurangan Bisnis Food Truck di Indonesia

Ruang Terbatas

Berbisnis kuliner dengan konsep food truck mengharuskan pemiliknya untuk mendapatkan ruang yang cukup besar. Sebab, mobil yang digunakan berukuran cukup besar dan membutuhkan lahan parkir yang lumayan luas agar dapat memasak sekaligus menyajikan makanan kepada para pembelinya.

Masalahnya, lahan di kota-kota besar di Indonesia tidak cukup luas sehingga membuat food truck diparkir dengan kondisi yang pas-pasan. Hal ini menyebabkan para pembeli tak memiliki tempat yang nyaman untuk menikmati makanan dan minuman yang disajikan.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Banyak Tantangan

Beberapa kota di Indoneia terkadang memiliki aturan yang jelas tentang bisnis food truck. Hal ini membuat proses berjualan dengan food truck menjadi terkendala. Pemilik perlu mengetahui peraturan yang berlaku agar bisnis food truck yang dijalankan tidak menjadi masalah oleh pemerintah setempat.

Perubahan Cuaca

Inilah salah satu kendala paling besar yang dihadapi oleh para pebisnis kuliner dengan konsep food truck. Cuaca yang tidak stabil membuat food truck tidak bisa leluasa dalam beroperasi. Terlebih saat cuaca buruk atau hujan, sudah pasti food truck tidak akan jadi pilihan orang-orang yang ingin membeli makanan.

Hal ini tentu berpengaruh terhadap penghasilan sang pemilik. Jika sudah masuk musim penghujan, rata-rata pebisnis food truck tidak mendapatkan pemasukan yang sesuai harapan, bahkan tak jarang merugi.

Food truck adalah salah satu pilihan bagi siapa saja yang memiliki niat untuk membuka usaha kuliner. Kita semua pun tahu bahwa setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, hal ini pun berlaku pada bisnis kuliner dengan konsep food truck. Namun, melihat dari besarnya minat orang-orang, rasanya bisnis kuliner food truck memiliki prospek yang cukup cerah bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

Comments are closed.