Ini Cara Mudah Merencanakan Investasi Bagi Pemula

Entrepreneurship

Merencanakan investasi bagi pemula sebenarnya tidak terlalu sulit. Hal terpenting Anda harus memahami secara jelas dan detail supaya tidak merugikan diri Anda.

Banyak orang ingin berinvestasi karena kata ”investasi” memang terdengar sangat menarik dan menggiurkan. Sepertinya tidak sedikit yang ingin berinvestasi sebagai penanda bahwa finansial atau ekonomi mereka bisa dikatakan dalam kondisi baik. Supaya tidak salah, sebaiknya Anda mengetahui tip merencanakan investasi apalagi jika Anda masih pemula dan kurang terlalu paham mengenai hal yang satu ini. Selain itu investasi juga bisa menjanjikan karena dapat Anda rasakan hasilnya nanti di kemudian hari jika dilakukan dengan benar. Untuk itulah berinvestasi tidak boleh sembarangan karena akan berpengaruh pada aset yang dimiliki. Oleh karena itu berikut ini adalah tip merencanakan investasi bagi pemula.

Dimulai Sejak Dini

Sebaiknya rencana investasi tahunan ini dimulai sedini mungkin, semuda mungkin. Hal ini karena faktor waktu cukup memegang peranan yang sangat penting dalam urusan berinvestasi. Semakin muda usia dalam memulai investasi akan semakin baik hasil yang didapatkan nanti hasilnya setiap tahunnya.

Pertimbangkan Tujuan Investasi

Setelah itu yang paling utama adalah tentukan tujuan investasi secara spesifik dan jelas. Contohnya seperti rencana pendidikan, membeli rumah, membeli kendaraan, atau properti. Untuk itulah sebelum memulai melakukan investasi, sebaiknya rencana-rencana ini dikonsultasikan dengan penasihat keuangan pribadi.

Menentukan Jangka Waktu

Poin selanjutnya yang tidak kalah penting adalah menentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari investasi tersebut. Hal ini penting karena deadline jangka waktu dan target yang seperti apa itu akan membantu Anda untuk meraih investasi itu dengan lebih cermat.

Simpan Dana Investasi Secara Konsisten

Sebaiknya setiap bulan mengalokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya dari 10% hingga 30% dari setiap pendapatan bulanan yang diterima. Tentu saja ini seperti pepatah yang mengatakan sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, seperti menabung, tidak ada bedanya.

Memulai Investasi dengan Cara Tidak Langsung

Cara paling ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (bisa dimulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan tetap, Campuran, hingga yang lebih agak berisiko yaitu Reksa Dana Saham). Baru kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham) hingga mampu memulai bisnis nyata sendiri atau pun bergabung dengan mitra bisinis yang cocok dengan minat Anda

Pilih Perusahaan Investasi yang Mempunyai Badan Pengawas

Sebagai catatan juga, bagi yang melirik dan tertarik pada ivestasi aset finansial, sebaiknya memilih perusahaan investasi yang mempunyai Badan Pengawas, sedangkan untuk Lembaga Perbankan memiliki ijin Bank Indonesia, dan bagi Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.

Jangan Terpusat Pada Satu Hal

Sebaiknya jangan memusatkan semua hal dalam hal investasi ini. Buatlah portofolio untuk investasi sendiri yang bisa disesuaikan dengan risk profil yang Anda miliki.

Harus Memikirkan Potensi Keuntungan dan Risiko

Bagi pemula dalam berinvestasi sebaiknya jangan melupakan bahwa potensi keuntungan harus sejalan dengan potensi rsiko. Hal ini penting karena jika tidak berhati-hati akan ada banyak penawaran investasi yang mungkin memberikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Sebaiknya berhati-hati.

Pengawasan Secara Periodik

Untuk investasi tahunan, jangan pernah lupa untuk melakukan pengawasan secara periodik setiap tahun yang berfungsi untuk memantau kinerja investasi yang Anda lakukan. Paling penting jangan lupa juga untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan ini dengan penasehat keuangan pribadi. Mudah-mudahan tip merencanakan investasi ini berguna bagi Anda.

Baca Juga: ternyata 5 Barang Ini Mempunyai Nilai Investasi Tinggi

Leave a Reply