Bukan Kebetulan, Inilah Kunci Sukses Jack Ma!

Entrepreneurship

Jack Ma dikenal sebagai salah satu pria tersukses di dunia. Ia pun memberikan kunci sukses bagi siapa saja yang ingin berhasil seperti dirinya.

Menjadi orang sukses bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha yang keras dan niat yang kuat agar dapat mewujudkan impian tersebut. Hal tersebut telah dibuktikan oleh seluruh orang-orang sukses di dunia.

Tak hanya berasal dari Eropa dan Amerika, nyatanya Asia pun mengirimkan banyak nama yang masuk dalam daftar orang tersukses di dunia, salah satunya adalah Jack Ma. Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mendengar kisah Jack Ma yang sempat ditolak saat melamar pekerjaan di KFC di Tiongkok. Dari situlah ia memutuskan untuk berjuang sendiri dan mendirikan perusahaannya dari nol. Pada akhirnya, perusahaannya pun membuahkan hasil dan berhasil membuatnya menjadi salah satu orang tersukses di dunia.

Mungkin Anda beranggapan bahwa kesuksesan Jack Ma hanyalah satu dari sekian juta kemungkinan. Nyatanya, hal tersebut bukanlah anggapan yang baik dan tepat. Faktanya, setiap orang sukses pasti memiliki kunci suksesnya tersendiri, termasuk Jack Ma. Apa saja kunci sukses pria terkaya di Tiongkok ini? Mari kita lihat bersama-sama berikut ini!

Baca juga: 6 Nama Konglomerat di Indonesia yang Memiliki Harta Berlimpah

Kunci Sukses Jack Ma

Membuat Tujuan yang Sama pada Seluruh Karyawan

Sebagai seorang pemimpin, Jack Ma sangat sadar bahwa mustahil untuk meyakinkan semua orang untuk mempercayai keyakinan, pendapat, dan keputusan pribadinya. Oleh karena itu dia tidak menjadikan dirinya sebagai fokus utama pergerakan perusahaan, tapi lebih pada menyatukan mereka dalam satu tujuan yang sama.

Jika disimpulkan, maka Alibaba itu bukanlah Jack Ma, bukan para investor maupun karyawannya. Alibaba adalah sebuah marketplace yang menjadi wadah yang dapat mempermudah para pebisnis kecil untuk menjual barang dagangan mereka baik secara lokal atau internasional. Mempermudah kehidupan konsumen dan pelaku bisnis, itulah tujuan utama Alibaba.

Tahan Banting dan Tak Mudah Menyerah

Saat memulai mendirikan Alibaba, Jack Ma boleh dikatakan tidak memiliki apa-apa kecuali sebuah harapan yang besar. Dia tidak memiliki uang, relasi yang berpengaruh, atapun pengetahuan yang mumpuni akan teknologi. Dia mencoba mencari investor di banyak tempat termasuk di Silicon Valley tapi tidak mendapatkan apa pun kecuali penolakan. Lantas apakah dia menyerah? Tidak, dia tidak mungkin menjadi Jack Ma yang kita kenal hari ini kalau saat itu dia menyerah. Jack Ma memiliki keyakinan yang besar dan dia bertahan pada keyakinan itu. Dia gigih dan tahan banting, hal inilah yang juga mengerakkan orang-orang di sekitarnya untuk memberikan potensi terbaik mereka untuk membangun Alibaba. Dan seperti yang Anda lihat, mereka sekarang telah memetik buah dari keteguhan mereka di masa lalu.

Baca juga: Fakta Menarik Warren Buffett, Investor Terkaya di Dunia

Jadi Pribadi yang Solutif Tanpa Mengeluh

Generasi milenial dikatakan sebagai generasi paling terdidik yang pernah ada. Namun ironisnya generasi ini pula yang paling tinggi angka penganggurannya. Bukan tanpa alasan, para pencari kerja berhamburan di mana-mana sementara lapangan pekerjaan tidak banyak tersedia buat mereka. Menghadapi tantangan ini maka mudah rasanya untuk selalu mengeluh, tapi jangan pernah lakukan itu.

Jack Ma mengatakan bahwa peluang itu berada di antara keluhan orang-orang. Buka mata dan pikiran Anda, lalu perhatikan apa-apa saja permasalahan yang sering orang keluhkan. Lalu apa selanjutnya? Jadilah orang pertama yang maju untuk berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Jika Anda menemukan masalah yang bisa Anda berikan solusinya untuk banyak orang, maka Anda telah menemukan tambang emas”.

Tak Patah Arang pada Penolakan

Adakah di antara Anda yang tidak pernah menerima penolakan? Pasti tidak ada sebab penolakan itu adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Manusia tidak bisa lepas dari penolakan, jadi satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah belajar menerima penolakan tersebut dan terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

Mari berkaca dari Jack Ma. Saat mendaftar ke perguruan tinggi dia sempat ditolak sebanyak dua kali sebelum akhirnya diterima di perguruan tinggi Hangzhou. Begitu juga saat mendaftar di Harvard, dia ditolak sebanyak sepuluh kali. Tidak cukup sampai di situ, dia pun pernah mendaftar pekerjaan di 30 tempat berbeda dan semuanya berakhir dengan penolakan.

Baca juga: 5 Rahasia Sukses Ala Robert Kiyosaki

Mempunyai Visi yang Baik dan Kuat

Orang biasa yang menjadi mayoritas itu hanya terfokus pada kehidupan diri dan keluarga mereka saja. Yang mereka lihat hanyalah dua sampai lima kepala yang kelak akan menjadi tanggungannya di masa depan. Berbeda dengan para pemimpi yang mendedikasikan diri mereka untuk kebaikan hidup banyak orang. Mereka melihat cakrawala yang jauh lebih luas dan bukan hanya sebatas langit-langit sempit dalam kamar yang gelap.

Saat pertama kali mengenal internet, Jack Ma memang telah memiliki keyakinan bahwa teknologi ini pasti akan sangat berguna bagi manusia di masa depan. Keyakinan inilah yang membuat dia segera kembali dari Amerika untuk kemudian mengumpulkan 18 orang temannnya untuk mendiskusikan hal tersebut. Dia ingin membangun sebuah perusahaan dengan mengandalkan teknologi yang disebut internet. Mayoritas dari mereka yang hadir pada saat itu menolak. Namun lagi-lagi seperti yang Anda lihat, mimpi itu menjadi kenyataan. Teknologi yang dibicarakannya waktu itu benar-benar telah mengubah kehidupan banyak orang di seluruh penjuru dunia saat ini.

Acuh Terhadap Omongan Miring Orang Lain

Saat pertama kali memperkenalkan Ali Pay pada masyarakat China, orang-orang banyak yang seketika mencibir. Mereka mengatakan bahwa produk itu adalah sebuah ide yang buruk dan pasti akan mengalami kegagalan. Mendengar tanggapan miring orang-orang tersebut tidak lantas membuat Jack Ma patah arang dan berhenti di tengah jalan. Dia terus memotivasi dan mengarahkan timnya untuk mengembangkan AliPay agar bisa menjadi alat pembayaran yang memudahkan kehidupan banyak orang. Hingga pada akhirnya AliPay menjadi platform pembayaran mobile paling besar di dunia dan mengalahkan PayPal.

Cinta dan Kepedulian Sebagai Dasar dalam Bekerja

Jack Ma mengatakan bahwa kita hidup di dunia ini bukan untuk bekerja, tapi untuk menikmati kehidupan. Keberadaan kita adalah untuk memperbaiki kehidupan sesama manusia dan bukan untuk bekerja. Jadi jika Anda menghabiskan waktu hidup Anda di dunia hanya untuk bekerja, maka Anda pasti akan menyesal.

Sebuah deretan kalimat yang sangat bijaksana, sederhana tapi sarat akan makna. Mudah diucapkan tapi sedikit yang mengamalkan. Inilah salah satu alasan utama kenapa panggung kesuksesan hanya bisa diisi oleh segelintir orang saja. Banyak yang mengetahui petunjuk arah menuju kesuksesan, tapi kebanyakan kita terlalu malas untuk mengikuti petunjuk itu. Jack Ma telah membuktikan perkataanya, dan sekarang adalah giliran kita.

Mari bekerja untuk memberi manfaat pada sebanyak mungkin orang. Jika itu Anda lakukan, maka harta, ketenaran, dan jabatan akan mengikuti sebagai hadiah kecil untuk kerja keras Ada. Adapun hadiah terbesarnya akan menunggu di kehidupan berikutnya. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia, apa lagi sekadar untuk menjadi pribadi yang sukses. Terapkan saja kunci sukses Jack Ma di atas dan jalankan dengan niat yang tulus serta keinginan yang kuat.

Comments are closed.