Jenis Psikotes Perusahaan dan Cara Dapat Nilai yang Baik

Entrepreneurship

Psikotes menjadi salah satu tes yang harus dilewati para calon karyawan dalam melamar pekerjaan ke perusahaan. dengan banyaknya jenis psikotes, dapat terlihat segala informasi dalam diri seseorang.

Jika melihat lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan dan pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan minat dan kemampuan Anda, tentu Anda akan mencoba melamar ke perusahaan tersebut, kan? Tapi, tentu Anda tahu bahwa proses melamar pekerjaan hingga resmi bekerja di perusahaan harus melalui proses yang cukup panjang.

Salah satu proses yang dijadikan syarat untuk menerima karyawan baru tak lain adalah psikotes. Psikotes merupakan tes untuk melihat sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis dalam diri seseorang. Ada berbagai jenis psikotes yang jamak digunakan. Dengan menggunakan berbagai jenis psikotes, fungsi kognitif dan emosional seseorang dapat dinilai. Inilah yang membuat banyak perusahaan mengadakan psikotes untuk mendapatkan karyawan sesuai dengan karakter perusahaan.

Psikotes jauh berbeda dengan tes kompetensi. Berbagai jenis psikotes tak memiliki jawaban benar atau salah, melainkan setiap jawabannya merepresentasikan diri orang tersebut. Lain halnya dengan tes kompetensi yang fungsinya untuk mengukur kemampuan seseorang pada suatu bidang.

Baca juga: Inilah Arti Menggambar Pohon Dalam Psikotes

Memang, secara sepintas, soal-soal yang ada pada psikotes terlihat mudah. Namun, nyatanya banyak penilaian yang akan didapatkan oleh tim penguji dari jawaban atas soal-soal tersebut. Jadi, bisa dibilang, hasil psikotes sangatlah dibutuhkan oleh sebagian besar perusahaan. Sebab, fungsinya sangatlah vital bagi calon karyawan dan juga kelangsungan bisnis perusahaan. Mari kita lihat fungsi psikotes bagi perusahaan berikut ini!

Fungsi Berbagai Jenis Psikotes Bagi Perusahaan

Memprediksi Performa Pekerja Sebelum Resmi Bekerja

fungsi beragam jenis psikotes

Berbeda dengan tes akademis yang biasa dilakukan untuk melihat kemampuan calon karyawan pada bidang tertentu, psikotes jauh lebih informatif dari itu. Psikotes tak hanya dapat memberikan informasi seputar kemampuan bekerja calon karyawan, tapi juga potensi dari calon karyawan tersebut.

Dilihat dari definisinya, potensi merupakan sesuatu yang belum terlihat. Jadi, dengan adanya psikotes, potensi terpendam seorang calon karyawan dapat terlihat. Tentu hal ini sangatlah berharga bagi perusahaan karena tim rekrutmen dapat mengetahui karyawan yang memiliki potensi atau tidak.

Baca juga: Tips Mengerjakan Tes Psikotes dan Kiat-Kiatnya!

Memberikan Informasi yang Sulit Didapat dari Penilaian Umum

Pada tahapan awal proses melamar pekerjaan, calon karyawan harus melalui tahap wawancara terlebih dulu. Gunanya jelas, yaitu untuk melihat sikap sang calon karyawan. Namun, nyatanya wawancara langsung saja tidaklah cukup untuk mendapatkan informasi mendalam seputar calon karyawan tersebut.

Melihat bahwa informasi tersebut sangatlah penting, maka dari itulah psikotes menjadi krusial dalam proses penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan. Satu kelebihan psikotes dibandingkan dengan wawancara adalah hasil dari psikotes mutlak, sedangkan saat wawancara , calon karyawan dapat mengarang berbagai hal agar terlihat baik di mata tim rekrutmen.

Memetakan Karyawan untuk Mengisi Posisi yang Sesuai

Biasanya, perusahaan akan membuka lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. Para calon karyawan pun mendaftarkan dirinya pada posisi yang menurut mereka sesuai. Bila calon karyawan sudah bekerja pada satu posisi namun kinerjanya tidaklah baik, bisa jadi karyawan tersebut berada di posisi yang salah.

Hal inilah yang menjadikan psikotes sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan tentu ingin mendapatkan karyawan yang memiliki kemampuan pada posisi yang tersedia. Selain itu, psikotes juga berguna untuk menempatkan calon karyawan pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya.

Contohnya, A melamar untuk posisi Business Development Officer, namun hasil psikotes menunjukkan bahwa A tidak cukup baik untuk posisi tersebut, tapi hasilnya sangat baik untuk posisi General Affair. Maka, perusahaan dapat mengarahkan A untuk mengisi posisi General Affair dibandingkan harus memaksakan diri untuk mengisi posisi Business Development Officer.

Baca juga: Semangat Kerja di Tahun yang Baru dengan Motivasi Kerja Ini!

Seiring perkembangan waktu, psikotes pun menjadi semakin beragam. Tujuan penilaiannya pun berbeda-beda, tapi semakin mengerucut pada satu aspek. Dari sekian banyak psikotes, berikut adalah psikotes yang paling sering digunakan oleh perusahaan dalam merekrut karyawan!

Psikotes yang Paling Sering Digunakan Perusahaan

ragam jenis psikotes

Tes Wartegg

Namanya sepintas mirip dengan warung makan khas Tegal. Namun, faktanya, psikotes satu ini sama sekali tak terinspirasi dari warteg, melainkan diambil dari nama sang penemu, Ehrig Wartegg, psikolog asal Jerman. Pada tes ini, terdapat 8 kotak dengan pola berbeda:

  1. Titik.
  2. Garis Melengkung.
  3. Garis Lurus Berjejer.
  4. Kotak Hitam Kecil.
  5. Dua Buah Garis Tegak Lurus.
  6. Dua Garis Tak Beraturan.
  7. Titik-titik yang Melingkar.
  8. Garis Lengkung.

Calon karyawan diharuskan untuk menggambar kelanjutan pola yang ada di dalam kotak tersebut. Gambar dapat dimulai dari kotak mana pun. Setelah semua gambar selesai, urutkan gambar dari yang pertama kali diselesaikan hingga yang terakhir.

Agar nilai pada psikotes ini bagus, yang harus calon karyawan lakukan adalah menggambar sesuai dengan urutan agar Anda terlihat lebih teratur. Kemudian, gambarlah sesuai dengan pola yang ada pada kotak, misalnya garis lengkung dengan benda hidup atau garis lurus dengan benda mati.

Tes Koran

Bisa dibilang, tes koran adalah tipe psikotes yang membutuhkan ketelitian dan fokus yang tinggi. Tes yang biasa disebut dengan nama Tes Pauli ini merupakan sederet angka dari satu hingga sembilan dalam satu kertas seukuran koran. Peserta harus menjumlahkan angka tersebut ke bawah.

Kiat untuk lolos psikotes satu ini adalah dengan membuat jumlah hitungan stabil, jadi grafik yang ada pada kertas terlihat tidak jauh berbeda.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Tes Logika Aritmatika

Tes satu ini juga termasuk dalam psikotes perusahaan. Tes ini mengukur kemampuan analisis dan pemahaman Anda akan pola dan kecenderungan. Setelah memahami dan menganalisis, Anda harus melakukan prediksi dan mengisi kelanjutan pola tersebut. Pola yang mungkin diuji adalah urutan, pengelompokkan secara urut, atau pengelompokkan secara berlompat.

Agar lolos psikotes satu ini, usahakan tidak terpaku dengan angka awal dan lihatlah angka tersebut secara satu keseluruhan. Ingat pula bahwa tes ini juga memiliki limit waktu. Jadi, kerjakanlah mana yang menurut Anda mudah terlebih dulu.

Psikotes memang bukan satu-satunya penentu diterima atau tidaknya calon karyawan. Tapi, perlu diingat bahwa psikotes punya porsi penilaian yang besar. Jadi, kerjakanlah dengan baik dan benar, sesuaikan juga dengan limit waktu yang diberikan.

Comments are closed.