Manajemen Risiko Sebagai Pencapaian Tujuan Perusahaan

Entrepreneurship

Manajemen risiko pada sebuah perusahaan dilakukan demi mencapai sebuah tujuan sebagai upaya membangun perusahaan dengan meminimalisasi risiko yang tak terduga.

Manajemen risiko adalah suatu proses dimana didalamnya tedapat kegiatan identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, upaya menghindari, meminimalisir, dan bahkan mengeliminasi risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Dalam masalah ini risiko dibungkan dengan pendekatan, metodologi yang terstruktur dan sistematis guna menghadapi ketidakpastian dalam menjalankan bisnis.

Dalam KBBI arti kata risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu tindakan. Ketidakpastian yang dimaksud ini adalah bisa berupa ancaman, pengembangan strategi, dan mitigasi risiko. Pada pengimplementasiannya di perusahaan, risk management itu adalah suatu proses kegiatan perencanaan, pengaturan, pemimpinan, dan pengontrolan aktivitas sebuah organisasi untuk meminimalisasi risiko kerugian pada Properti, Sumber Daya Manusia (SDM), dan pendapatan perusahaan.

tip manajemen resiko perusahaan

Menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission)                                                          atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah sebuah proses yang dilakukan oleh dewan direksi, manajemen dan personil lainnya yang, diterapkan dalam penetapan strategi di dalam perusahaan atau organisasi yang didesain untuk melakukan identifikasi kejadian-kejadian potensial yang dapat mempengaruhi entitas, dan mengelola risiko untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan entitas.

Baca juga: Memulai Usaha Sendiri? Kenali Manajemen Resiko

Tujuan Manajemen Risiko

Secara umum ada enam tujuan risk management dalam perusahaan atau badan usaha, diantaranya adalah:

Melindungi Perusahaan.

Memberikan perlindungan kepada perusahaan dari jumlah tingkat risiko yang signifikan atau tinggi, yang akibatnya bisa menghambat atau menggangu proses pencapaian tujuan perusahaan.

Membantu Pembuatan Kerangka Kerja.

Membantu dalam proses terbuatnya kerangka kerja risk management yang konsisten atas risiko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsinya di dalam sebuah perusahaan.

Mendorong Manajemen Agar Proaktif.

Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam meminimalisir potensi suatu risiko, dan menjadikan risk management sebagai salah satu sumber keunggulan kinerja perusahaan yang bersaing dengan yang lain .

Sebagai Peringatan untuk Berhati-hati.

Mendorong semua individu  yang berada di dalam perusahaan agar selalu bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan dan ditetapkan bersama.

Meningkatkan Kinerja Perusahaan.

Membantu menambah kinerja perusahaan dengan menyiapkan dan menyediakan informasi tingkat risiko yang terdapat pada peta risiko. Hal ini akan sangat berguna di dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkelanjutan.

Sosialisasi Manajemen Risiko.

Menumbuhkan tingkat kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang bagaimana risiko dan pentingnya risk management.

Jenis-Jenis

Seiring dengan perkembangannya, risk management terbagi dalam beberapa hal; Risiko Operasional, Risiko Hazard, Risiko Finansial, Risiko Strategik, berikut penjelasan lengkapnya:

Manajemen Operasional

Manajemen ini berkaitan dengan risiko yang timbul akibat gagal fungsi beroperasinya proses internal, misalnya karena kesalahan manusia (human error), kegagagalan sistem (system failure), faktor luar seperti bencana alam dan sebagainya. Dalam menejemen risiko operasional, ada empat faktor penyebab risiko antara lain manusia, proses, sistem dan kejadian eksternal. Penguasaan dalam memahami risk management ini, perusahaan bisa mengambil tindakan pencegahan atau preventif bahkan sanksi supaya kapasitas produksi dan layanan terjaga semisal ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

Manajemen Hazard.

Manajemen hazard berkaitan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan, kehilangan dan kerusakan. Risiko perilaku yaitu peristiwa yang bisa menimbulkan kerugian bisnis. Dalam hal ini ada tiga kategori hazard yang mesti di ingat, yaitu legal hazard, physical hazard dan moral hazard.

salah satu contoh legal hazard yang terjadi, seperti pelanggaran SOP atau peraturan perusahaan yang akhirnya berakibat fatal atau kerugian pada perusahaan. Sementara physical hazard bisa berupa adanya mesin yang sudah tua dan menimbulkan risiko kerusakan dan kerugian saat proses produksi terjadi, bisa juga adanya kecelakaan kerja yang dialami pegawai karena mesin dan sebagainya. Untuk moral hazard contohnya yaitu sikap dan tindakan seorang karyawan dilingkungan kerja yang menyebabkan timbulnya kerugian. Misalnya karyawan tidak jujur dan sering korupsi uang. Atau karyawan yang tidak melayani konsumen dengan baik sehingga berakibat buruk pada perusahaan.

Manajemen Finansial

Manajemen secara finansial yaitu upaya pengawasan risiko dan perlindungan hak milik, keuntungan, harta dan aset sebuah badan usaha. Pada pengimplementasiannya, proses pengelolaan risiko ini meliputi identifikasi, evaluasi dan melakukan pengendalian risiko bila ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi.

Manajemen ini sangat penting karena ini merupakan salah satu sumber daya perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai risiko lainnya yang berhubungan dengan keuangan, seperti:

  • Risiko likuiditas
  • Diskontinuitas pasar
  • Risiko kredit
  • Risiko regulasi
  • Risiko pajak
  • Risiko akuntansi

Menejemen ini juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang erat kaitannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku bunga dan sebagainya.

Baca juga: Manfaat Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan

Manajemen Strategis

Manajemen ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Risiko biasanya muncul yaitu kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakandan ditetapkan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti risiko operasi, risiko asset impairment, risiko kompetitif atau bahkan risiko frenchise (bila ada).

Seperti yang tertulis dalam pengertian enterprise risk management di atas, untuk mengetahui risiko yang kemungkinan besar terjadi dan merugikan perusahaan adalah dengan menuliskan item penting, Anda bisa membuat beberapa :

  1. Daftar risiko yang bisa terjadi.
  2. Penilaian risiko sesuai dengan kecenderungannya dan dampaknya.
  3. Penilaian pada kondisi terkini.
  4. Rencana tindakan bila risiko terburuk benar-benar muncul dan terjadi.

Komponen Manajemen Risiko.

tip manajemen resiko perusahaan

Terdapat beberapa komponen dan proses dalam manajemen. Menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) komponen tersebut adalah:

Lingkungan Internal (Internal Environment)

Komponen ini adalah sikap manajemen di semua level terhadap operasi secara umum dan konsep kontrol secara khusus. Hal yang dimaksud di dalam ini mencakup, etika, kompetensi, serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi.

Penentuan Sasaran (Objective Setting).

Perusahaan mangatur dan menetapkan tujuan operasional, sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan mengelola segala risiko. Sasaran ini dipilah menjadi dua bagian, yaitu:

  • Strategic objective: fokus pada upaya realisasi visi dan misi.
  • Activity objective: kegiata yang berfokus pada pelaksanaan operasional, reportasi, dan kompliansi.

Identifikasi Peristiwa (Event Identification).

Manajemen melakukan identifikasi kepada berbagai kejadian yang dianggap potensial dan berpengaruh pada penerapan strategi dan pencapaian tujuan oleh suatu perusahaan. Berbagai kejadian tak pasti tersebut bisa memberikan dampak positif, namu bisa juga memberikan risiko negatig kepada perusahaan .

Penilaian Risiko (Risk Assessment).

Risk assessment memungkinkan sebuah organisasi atau perusahaan untuk menilai sebuah kejadian atau keadaan dengan kaitannya dalam usahanya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang sudah ditetapkan. Manajemen perlu melakukan analisis dampak yang mungkin akan terjadi atau sudah terjadi akibat risiko, dengan dua perspektif, yaitu:

  • Likelihood (kecenderungan/peluang).
  • Impact/consequnce (besaran dari realisasi risiko).

Tanggapan Risiko (Risk Response)

Manajemen melakukan penilaian terhadap risiko yang terjadi, lalu menentukan sikap atau respon terhadap risiko tersebut. Respon atau tanggapan tersebut bisa dalam bentuk:

  • Menghindari risiko (avoidance)
  • Mengurangi risiko (reduction)
  • Memindahkan risiko (sharing)
  • Menerima risiko (acceptance)

Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

tip manajemen resiko perusahaan

Proses ini merupakan penyusunan kebijakan, Standar Operasional Prosedur (SOP), atau manual book yang membantu memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih memadai dan terlaksana dengan baik. Aktivitas ini meliputi:

  • Pembuatan kebijakan dan prosedur
  • Delegasi wewenang
  • Pengamanan kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi

Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Aktivitas ini fokus pada identifikasi informasi dan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang terkait melalui media komunikasi yang ada dan sesuai. Dengan begitu, setiap orang yang mendapatkan informasi tersebut dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Beberapa faktor penting dalam penyampaian informasi tersebut diantaranya:

  • Kualitas informasi
  • Arah komunikasi
  • Alat komunikasi

Pemantauan (Monitoring)

Monitoring adalah komponen terakhir dalam risk management. Proses pemantauan biasanya dilakukan secara terus menerus untuk memastikan setiap komponen lainnya berfungsi atau bekerja sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring adalah pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

Baca juga: Analisa Rencana dan Bahan Evaluasi Perusahaan Melalui Analisis SWOT

Berkaitan dengan informasi di atas, risk management sangat penting dalam menunjang berjalannya sebuah perusahaan secara berkesinambungan. Jadi, apakah Anda sudah menerapkan tipe manajemen ini di perusahaan Anda?

Comments are closed.