Pendapatan per Kapita: Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sebuah Negara

BeritaEntrepreneurship

Pendapatan per kapita memiliki peran penting mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat dalam sebuah Negara, bagaimana cara menghitungnya?

Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat di sebuah Negara, terdapat hal-hal yang bisa dijadikan patokan. Ternyata, selain dengan mengetahui nominal pendapatan nasional, Anda juga bisa melihatnya dari pendapatan per kapita atau income per capita.

Namun, selain untuk mengetahui tingkat kesejahteraan, income per capita ini juga bisa digunakan sebagai tolak ukur perekonomian dan pembangunan sebuah negara. Pendapatan nasional dan per kapita ini ternyata juga memiliki keterikatan yang cukup kuat, karena, income per capita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduknya.

Oleh sebab itu, akan dibahas terkait serba-serbi income per capita dan bagaimana cara menghitungnya. Dengan mengetahui bagaimana cara menghitungnya, paling tidak Anda akan bisa melihat proyeksi perekonomian di Indonesia untuk ke depannya.

Baca juga: Kebijakan Moneter, Rumus Stabilisasi Perekonomian Negara

Tentang Pendapatan per kapita (PPK)

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terlihat bahwa income per capita merupakan sebuah tolak ukur untuk melihat kesejahteraan dan pembangunan di sebuah negara. Sering disebut juga sebagai pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Income per capita ini juga merefleksikan PDB per kapita. Oleh karena itu, baik pendapatan nasional maupun per kapita keduanya memiliki keterikatan yang kuat.

definisi pendapatan per kapita

PDB atau Produk Domestik Bruto yang disebutkan sebelumnya, juga bisa dijadikan salah satu alat untuk mencari pendapatan nasional. Di mana dalam bidang ekonomi PDB ini merupakan nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. Untuk itulah, PDB ini juga memiliki hubungan yang berkaitan erat dengan income per capita.

Pentingnya Menghitung PPK

Setelah Anda mengetahui pengertiannya, Anda juga harus tahu mengapa Anda harus menghitungnya. Berperan sebagai tolak ukur perekonomian, khususnya kesejahteraan dan pembangunan, membuat mau tidak mau menjadikan salah satu komponen dalam Ilmu Ekonomi ini menjadi penting.

Dengan mengetahui cara menghitung income per capita, Anda akan bisa melihat proyeksi pendapatan rata-rata yang diperoleh masing-masing individu di sebuah negara. Maka, hal ini akan memudahkan proses perencanaan, khsusunya di bidang perekonomian dan pembangunan untuk membuat sebuah negara menjadi lebih maju.

Selain itu, jika negara Anda memiliki angka PPKyang tinggi, maka akan dipandang sebagai negara yang makmur oleh negara-negara lainnya di dunia. Hal ini akan meningkatkan pride yang akan dimiliki oleh suatu bangsa. Dengan adanya pride tersebut, akan meningkatkan tingkat kebahagiaan, yang akan berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakatnya.

Itulah alasan mengapa perhitungan pendapatan ini sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk negara-negara berkembang, agar pertumbuhannya bisa termonitor dengan baik.

Cara Menghitung PPK

Sekarang, Anda akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan dari bagian sebelumnya tentang bagaimana cara menghitung income per capita ini. Hal penting yang harus Anda tahu adalah pendapatan ini bisa dihitung dengan dua metode. Berikut ini adalah dua metode yang biasa digunakan:

  • Pertama, berdasarkan harga yang sedang berlaku atau disebut juga dengan income per capita
  • Kedua, berdasarkan harga tetap (konstan) diambil dari tahun acuan atau disebut juga dengan income per capita

Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, bahwa income per capita merupakan pendapatan rata-rata dari masyarakat. Pendapatan rata-rata ini bisa dicari dengan membagi antara pendapatan nasional dengan jumlah penduduk di sebuah negara.

Baca juga: Dukung Inklusi Keuangan Negara dengan Bijak Mengelola Uang

Pendapatan nasional yang dimaksudkan di sini adalah Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) produk ya! Karena, PNB ini akan berbeda dengan PDB karena PNB memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri. Sedangkan PDB hanya menghitung total produksi suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi tersebut dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri ataukah tidak.

aspek pendapatan per kapita

PNB sendiri merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama kurun satu tahun. Ini termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri. Tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah tersebut.

Contoh Perhitungan PPK

Setelah Anda mengetahui bahwa ada dua metode yang bisa digunakan untuk menghitung pendapatan negara, Anda bisa lihat contohnya sebagai berikut:

Penghitungan PPK Nominal

Cara pertama ini bisa dilihat dari Produk Nasional Bruto berdasarkan harga yang sedang berlaku. Contohnya bisa Anda lihat pada penjelasan di bawah ini:

Di sebuah negara, angka Gross National Product (GNP) pada tahun 2019 ini adalah adalah 1.300.567 miliar, dengan Jumlah penduduk di tahun yang sama sebanyak 262.000.000 juta jiwa. Berapakah nilai income per capita negara tersebut pada tahun 2019 ini?
Dengan menggunakan rumus:

PPK = GDP harga yang berlaku : Jumlah penduduk

Maka, nilai pendapatan nominal yang dimiliki oleh negara tersebut pada tahun 2019 adalah

PPK   = 1.300.567 milyar : 262.000.000
= 0.0049639961832061 atau
PPK  = Rp 4.963.996 juta

Penghitungan PPK Riil

Di sebuah negara, angka Gross National Product (GNP) pada tahun dasar 2010 ini adalah adalah 400.000 miliar, Sedangkan angka GDP untuk tahun 2019 adalah 1.300.567 miliar dan jumlah penduduknya sebanyak 262.000.000 juta jiwa. Berapakah nilai income per capita jika dilihat berdasarkan harga konstannya?

Karena yang diminta merupakan pendapatan berdasarkan harga konstan, maka Anda bisa menggunakan GDP tahun 2010 yang dijadikan tahun dasar. Anda bisa mendapatkan income per capita-nya dengan menggunakan rumus:

mengenal pendapatan per kapita

PPK = PNB Harga konstan : Jumlah penduduk

Maka, nilai income per capita nominal yang dimiliki oleh negara tersebut berdasarkan tahun dasar 2010 adalah:

PPK  = 400.000 miliar : 262.000.000
= 0.0015267175572519 miliar
PPK = 1.526.717 juta

Sehingga dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2019, income per capita nominal sebesar 4.963.996 juta dengan pendapatan riil adalah 1.526.717 juta. Dengan kata lain, pendapatan nominalnya, tiga kali lebih besar daripada pendapatan riilnya. Hal ini atau jumlah income per capita nominal tiga kali lebih besar jumlahnya daripada income per capita riil.

Baca juga: Mengetahui Konsep Dasar Perhitungan Pendapatan Nasional

Perlu Anda ketahui, jika Anda seorang pengusaha, produktivitas perusahaan Anda dapat mempengaruhi PPK Negara. Jika produktivitas perusahaanmu meningkat, maka akan berpengaruh pada tingkat pendapatan nasional, yang secara otomatis akan mempengaruhi pendapatan nasional. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat pun semakin meningkat! Hebat bukan?

Comments are closed.