Perhatikan Perhitungan Lembur, Jangan Sampai Keliru!

Entrepreneurship

Perhitungan lembur karyawan sudah diatur dalam undang-undang, lalu bagaimana sesungguhnya perhitungan yang benar? Berikut tipsnya.

Dalam menjalani kewajiban sebagai karyawan, Anda sering kali kerja diluar batas jam yang seharusnya. Tentu hal itu terjadi akibat banyak faktor sehingga mengharuskan Anda menambah waktu kerja yang cukup menyita. Tentu, perhitungan lembur wajib Anda perhatikan, sebab perusahaan wajib membayar upah lembur yang telah Anda korbankan.

Upah lembur ialah upah yang diberikan kepada karyawan atau pekerja yang bekerja melampaui waktu kerja di perusahaan. Biasanya upah lembur diberikan ketika telah mencapai 1 jam kerja lembur setelah 8 atau 7 jam waktu kerja yang sewajarnya. Namun beberapa perusahaan memiliki aturan perhitungan upah lembur bagi setiap karyawan. Banyak pula para pekerja masih belum mengetahui secara detail mengenai perhitungan upah lembur.

Baca juga: Payroll: Pentingkah Layanan Ini Bagi Perusahaan?

Beberapa dari para pekerja hanya menerima upah lembur dari ketetapan perusahaan atau malah ada pula yang tidak mendapat uang lembur. Untuk para karyawan, Anda wajib mengetahui sistem perhitungan lembur sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Perhitungan upah lembur sangat penting diketahui karyawan, apalagi para HRD. Mengapa demikian? Bayangkan saja jika Anda telah bekerja mulai pagi sampai malam, apalagi jika telah mencapai lebih dari batas waktu kerja. Misalnya 11 jam kerja, maka jika umumnya ada 8 jam kerja untuk 3 jam kerjanya dihitung lembur seharusnya.

cara perhitungan lembur

Namun pada realitanya apabila Anda hanya mendapatkan upah sebatas upah pokok per bulan tanpa ada tambahan uang lembur, tentu hal ini sangat merugikan. Jadi, sebagai karyawan apalagi sebagai HRD Anda wajib hukumnya untuk mengetahui struktur perhitungan upah lembur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Perhitungan Lembur Sesuai Undang-Undang

Perhitungan upah lembur diatur dalam Ketentuan tentang waktu kerja lembur pada Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 78 ayat (2),(4), pasal 85 dan lebih lengkapnya diatur dalam Kepmenakertrans no. 102 / MEN / VI / 2004 yang membahas Waktu dan Upah Kerja Lembur. Lalu, apa saja ketentuannya? Berikut akan diulas lebih lanjut tentang poin penting Undang-Undang tersebut, sebagai berikut:

Waktu Lembur Maksimal 3 Jam Per Hari

Menurut Undang-Undang, waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan maksimal 3 jam/hari dan 14 jam/1 minggu diluar jam ishoma, libur hari minggu atau hari libur resmi. Jadi, ketika waktu lembur melebihi batas maksimal maka pihak pemilik perusahaan bisa terkena sanksi besar.

Rumus Perhitungan Kerja Lembur Pada Hari Kerja

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kepmenakertrans No. 102/MEN/V /2004 tentang waktu dan upah kerja lembur, rumus perhitungan upah lembur pada hari kerja adalah sebagai berikut:

Dalam perhitungan ini berlaku jika pada jam pertama lembur dengan ketentuan apabila Upah 1 bulan adalah 100% Upah dan upah yang berlaku di perusahaan merupakan bagian dari upah pokok dan tunjangan tetap.

Dengan rumus: 1,5  x 1/173 x Upah 1 bulan.

Untuk jam lembur ke 2/3 dengan keterangan 75% Upah, apabila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Ketentuannya Upah 1 bulan itu tidak boleh lebih rendah dari upah minimum.

Contoh:

Jam kerja Nadia di perusahaan ABC sebagai staff purchasing ialah 8 jam sehari/40 jam seminggu. Namun karena banyaknya pekerjaan dan laporan di akhir tahun ia harus melakukan kerja lembur selama 2 jam/hari selama 2 hari.

melakukan perhitungan lembur

Gaji yang akan didapatkan oleh Nadia ialah Rp3.000.000/bulan termasuk gaji pokok dan tunjangan tetap. Maka berapakah upah lembur yang didapat Nadia?

Nadia melakukan kerja lembur total selama 4 jam. Take home pay Nadia berupa gaji pokok dan tunjangan tetap berarti upah sebulan = 100%.

Baca juga: 4 Kontrak Kerja Karyawan yang Wajib Diketahui

Sesuai dengan rumus maka upah Lembur Nadia:

Lembur pada jam pertama:

  • 2 jam x 1,5 x 1/173 x Rp3.000.000 = Rp52.023

Lembur jam yang selanjutnya:

  • 2 jam x 2 x 1/173 x Rp3.000.000 = Rp69.364

Maka total uang lembur yang didapatkan oleh Nadia adalah:

  • Rp52.023 + Rp69.364 = Rp121.387

Rumus Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Libur

Perhitungan ini berlaku jika lembur dilakukan 6 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu). Maka perhitungannya adalah setiap 7 Jam pertama dihitung 2 kali upah/jam lembur rumusnya: 7 jam x 2 x 1/173 x upah 1 bulan.

Untuk perhitungan jam ke-8 nya dihitung 3 kali upah/jam lembur, rumusnya: 1 jam x 3 x 1/173 x upah 1 bulan. Dan yang terakhir untuk jam ke-9 nya akan dihitung 4 kali upah/jam lembur dengan rumus pengerjaan: 1 jam x 4 x 1/173 x upah 1 bulan.

Jika Anda lembur pada hari kerja terpendek misal Jumat atau Sabtu untuk perusahaan yang masuk di hari Sabtu. Setiap 5 jam pertamanya akan dihitung 2 kali upah/jam dan rumusnya: 5 jam x 2 x 1/173 x upah 1 bulan.

Untuk jam ke-6 akan dihitung 3 kali upah/jam dengan rumus pengerjaan: 1 jam x 3 x 1/173 x upah 1 bulan. Dan yang terakhir untuk setiap 7 jamnya akan dihitung 4 kali upah/jam, rumusnya: 1 jam x 4 x 1/173 x upah 1 bulan.

Namun jika Anda lembur selama 5 hari kerja per minggu (40 jam/minggu) perhitungannya ialah pada 8 jam pertama dihitung 2 kali upah/jam dengan rumus: 8 jam x 2 x 1/173 x upah 1 bulan. Untuk jam ke-9 dihitung 3 kali upah/jamnya dan di rumuskan menjadi: 1 jam x 3 x 1/173 x upah 1 bulan. Terakhir untuk upah lembur jam ke-10 atau ke-11 akan dihitung 3 kali upah/jam lembur, rumusnya: 1 jam x 4 x 1/173 x upah 1 bulan.

Berikut untuk lebih memahaminya perhatikan contoh di bawah ini:

Iksan bekerja di PT ACC sebagai supervisor selama 8 jam kerja/hari atau 40 jam/minggu. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat Iksan. Namun perusahaan Iksan memintanya untuk masuk di hari Sabtu selama 6 jam kerja dikarenakan banyaknya pekerjaan.

Gaji Iksan sebesar Rp2.800.000 tiap bulannya, gaji ini terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Berapakah uang lembur yang akan didapatkan oleh Rudi yang bekerja selama 6 jam di hari liburnya?

Rudi melakukan kerja lembur di hari liburnya total 6 jam. Take home pay Rudi berupa Gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap berarti Upah sebulan = 75% upah sebulan = 75% x Rp2.800.000 = Rp2.100.000.

Apabila waktu kerja lembur jatuh pada hari libur/istirahat, maka upah lembur akan dihitung 2 kali upah/jam untuk 8 jam pertama kerja.

Baca juga: Bonus Karyawan: Ini Jenis-Jenis yang Wajib Anda Ketahui!

Sesuai dengan rumus maka Upah Lembur Rudi:

6 jam lembur kerja x 2 x 1/173 x Rp2.100.000 = Rp145.665

perhitungan lembur dengan cermat

Setelah mengetahui informasi perhitungan bayaran lembur di atas, kini Anda tak boleh lagi keliru dalam menghitung upah lembur yang disesuaikan dengan waktu lembur yang Anda korbankan. Sehingga, kerja keras dan upaya Anda dalam bekerja tak sia-sia dan dihargai oleh perusahaan. Tapi, jangan lupa untuk tetap perhatikan work life balance ya!

Comments are closed.