PNS Tetap Menjadi Daya Tarik Generasi Milenial

Entrepreneurship

Benarkah hingga kini profesi sebagai PNS masih begitu diminati? Terlebih bagi para generasi milenial?

Beberapa anak muda memang tidak lagi bercita-cita menjadi seorang PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Sekarang ini, mereka mengidam-idamkan menjadi seorang pengusaha. Atau setidaknya mereka bisa bekerja di sebuah startup yang sedang ngetrend saat ini.

Namun, hal tersebut tidak lantas membuat PNS tidak seksi. Nyatanya, di pembukaan penerimaan pegawai negeri tahun ini, jumlahnya membludak. Padahal, total yang dibutuhkan hanya 200.000.

Itu sudah bisa dijadikan bukti betapa menariknya menjadi seorang pegawai negeri. Hanya saja, tidak bisa dipungkiri animo anak muda tidak seperti pada zaman dahulu.

Mengapa menjadi seorang pegawai negeri tetap menjadi idaman? Hal tersebut tidak lepas dari beberapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan dengan menjadi seorang abdi negara.

Baca juga: Bekerja Sistem Outsourcing? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Keuntungan Menjadi Seorang PNS

Sekarang ini, istilah PNS tidak terlalu sering digunakan. Ada istilah baru, yaitu ASN. Ini singkatan dari Aparatur Sipil Negara. Pada intinya sama. Mereka adalah para abdi negara.

Terlepas dari penggunaan istilah yang berbeda, ada banyak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menjadi seorang ASN. Mau tahu? Yuk, simak! 

Tunjangan Kerja yang Menggiurkan

Sebenarnya, dari segi gaji, ASN itu mendapatkan gaji yang relatif lebih rendah. Jangan dibandingkan dengan karyawan perusahaan besar apalagi karyawan BUMN. Bedanya antara bumi dan langit.

Akan tetapi, di era pemerintahan sekarang ini, mereka mendapatkan tunjangan kerja yang begitu tinggi. Ada lagi tambahan penghasilan. Ini bervariasi antara tingkatan pegawai satu dengan lain. Tambahan penghasilan yang didapatkan oleh seorang pegawai negeri sipil ditentukan oleh seberapa berat kerja yang dilakukan. Pastinya, tunjangan PNS itu lebih tinggi dibandingkan dengan gaji yang didapatkan.

Kemudahan Mendapatkan Pinjaman

Memang pegawai negeri tidak memiliki gaji sebesar karyawan perusahaan. Namun, bank lebih percaya dengan ASN.

Tentu bukan tanpa alasan. Di mata perbankan, ASN jauh lebih stabil dalam hal pendapatan. Jadi, kemungkinan tidak membayar kewajiban bulanan sangat rendah.

Selain itu, jarang sekali ASN yang dipecat. Beda dengan karyawan. Bisa saja tiba-tiba karyawan dipecat, entah karena perusahaan bangkrut atau karyawan tidak lagi produktif. Tentu ini membuat bank mengalami masalah ketika bank memberikan pinjaman.

Jadi, alasan lebih bisa dipercaya membuat bank lebih mudah memberikan pinjaman kepada ASN. Bahkan, tidak jarang bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga yang menarik khusus untuk PNS.

Waktu Kerja yang Tidak Memberatkan

Beberapa orangtua ingin sekali anaknya menjadi PNS. Terutama anak perempuan. Anda tahu alasannya?

Menjadi ASN sangat cocok untuk perempuan. Ketika sudah menikah, mereka tidak akan terforsir. Waktu kerja sama sekali tidak memberatkan. Berbeda dengan karyawan perusahaan yang akan lebih ditekan oleh deadline, beban kerja yang berat, dan sering lembur.

Dengan menjadi pegawai negeri sipil, seorang perempuan tetap bisa mengurus keluarga. Ini alasan utamanya.

Namun, hal ini tidak lantas laki-laki tidak bisa mendapatkan keuntungan dengan menjadi ASN. Dengan waktu kerja yang tetap, tak jarang ASN pria yang akhirnya tetap bisa menjalankan usaha lainnya. Di pagi hingga sore hari, mereka bisa bekerja di kantor sebagai PNS. Sementara di malam hari, mereka bisa menjalankan usaha sampingan.

Baca juga: Cara Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan, Pernah Coba?

Masa Depan Terjamin

Berbeda dengan karyawan, kemungkinan dipecat itu sangat tinggi. Sementara itu, kecil sekali kemungkinan seorang pegawai negeri sipil dipecat. Kecuali jika memang terjadi pelanggaran begitu berat.

Maka dari itu, banyak yang menganggap ASN itu memiliki masa depan yang sangat terjamin. Dan inilah yang menjadi daya tarik generasi milenial untuk jadi PNS.

Jenjang Karier yang Mudah

Jika Anda seorang karyawan, hanya dengan prestasi yang outstanding yang bisa mengantarkan Anda untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Sementara itu, di dunia pemerintahan, prestasi bukan satu-satunya faktor naiknya jabatan. Senioritas sering dijadikan faktor yang lebih menentukan karir seorang ASN naik.

Bukan berarti prestasi tidak diperhitungkan. Tetap saja prestasi juga dijadikan faktor penentu naiknya jabatan seorang ASN. Hanya saja, ini terkadang dijadikan faktor penentu kedua atau ketiga, bukan yang paling utama.

Dari keterangan tersebut di atas, sangat masuk akal jika menjadi PNS tetap menjadi daya tarik bagi generasi milenial.

Baca juga: Selagi Masih Muda Ini Strategi Jitu Demi Masa Depan Sukses

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Stigma Negatif yang Melekat Pada PNS

Selain karena banyak generasi milenial yang lebih tertarik bekerja di industri seperti startup, ada juga alasan lain. Stigma negatif menjadi seorang pegawai negeri sipil.

ASN sering dianggap sebagai orang yang tidak rajin bekerja. Hal ini disebabkan banyaknya oknum ASN yang tidak begitu rajin bekerja. Bahkan, mereka lebih sering telat dan tidak serius mengerjakan pekerjaan.

Selain itu, stigma KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) juga masih melekat. Sejak dulu hingga sekarang, ASN sering dianggap sebagai orang yang tidak mau bekerja jika tidak ada uang pelicin.

Sering juga terjadi jual beli jabatan. Dan ini masih terjadi di berbagai daerah saat ini. Bahkan, beberapa orang sudah tertangkap KPK, karena terbukti melakukan jual beli jabatan.

Namun, muncul harapan baru. Ketika generasi milenial yang melek teknologi menjadi seorang PNS, diharapkan stigma pegawai negeri yang kurang rajin dan tidak pintar dalam melakukan pekerjaan bisa dihilangkan.

Dan semoga saja mereka lebih punya idealisme. Dengan demikian, stigma KKN yang sering dilekatkan pada seorang PNS bisa dihapuskan. Ujung-ujungnya, pemerintahan bisa berjalan dengan lebih baik, efektif, dan efisien. Pegawai negeri sipil bisa terlihat lebih profesional dan tidak kalah jika dibandingkan dengan pegawai perusahaan atau pegawai BUMN.

Akankah itu terwujud? Semoga saja.

Comments are closed.