10 Prinsip Ekonomi: Upaya Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi

Entrepreneurship

Meningkatkan kualitas ekonomi yang baik dapat dilakukan dengan menerapkan 10 prinsip ekonomi, apa saja poinnya?

Dalam menjalani kehidupan, manusia berusaha untuk bisa terus bertahan hidup salah satunya dengan meningkatkan kualitas ekonominya. Tentunya, cara yang dilakukan haruslah yang baik dan menghasilkan. Berkaitan dengan hal tersebut, istilah prinsip ekonomi atau economic principles muncul sebagai patokan untuk menjalankan proses usaha yang efektif dan efisien.

Baca juga: Tabungan Hari Tua: Pengertian, Ragam dan Manfaatnya

Prinsip Ekonomi adalah suatu usaha untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin dengan melakukan pengorbanan seminim atau sekecil mungkin. Ada juga yang menyebutkan pengertian economic principles sebagai suatu usaha untuk mendapatkan kepuasan atas kebutuhan tertentu dengan melakukan pengorbanan sekecil mungkin.

Dengan kata lain, pelaksanaan economic principles ini bertujuan agar manusia dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dengan cara yang efektif dan efisien.

Tujuan Prinsip Ekonomi

prinsip ekonomi untuk dicatat

Seperti yang sudah disebutkan pada pengertian economic principles di atas, tujuan utama dari prinsip ekonomi adalah agar manusia dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dengan cara yang efektif dan efisien. Selain itu, ada beberapa tujuan economic principles tersebut, yaitu:

  • Untuk mencegah terjadinya pemborosan dalam hal konsumsi.
  • Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerugian akibat kesalahan tertentu.
  • Untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari kegiatan ekonomi.
  • Agar dapat menggunakan modal dan kemampuan yang dimiliki secara maksimal.

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Setelah memahami pengertian economic principles, tentunya Anda juga perlu mengetahui apa saja ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri economic principles adalah:

  • Selalu bertindak hemat dalam segala hal
  • Bertindak ekonomis, yaitu dengan memperhitungkan untung rugi dalam melakukan kegiatan ekonomi.
  • Bertindak rasional dengan memprioritaskan kebutuhan yang paling penting terlebih dahulu.
  • Membuat perencanaan yang baik mengenai pengeluaran untuk kebutuhan.
  • Memiliki prinsip bahwa pengeluaran biaya harus disesuaikan dengan pendapatan.

Jenis-Jenis Prinsip dalam Bidang Ekonomi

Secara umum economic principles dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Mengacu pada pengertian economic principles, berikut ini adalah jenis-jenis economic principles tersebut:

Prinsip Produsen

Prinsip ini dipakai untuk menentukan bahan baku, peralatan produksi, dan biaya produksi dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Prinsip produsen ini berusaha untuk menghasilkan produk berkualitas sebaik mungkin, dan menekan biaya serendah-rendahnya.

Contoh penerapan prinsip produsen, yaitu:

  • Membuka tempat usaha yang dekat dengan lokasi bahan baku, tenaga kerja, atau daerah pemasaran
  • Menggunakan bahan baku yang berkualitas bagus, namun dengan harga paling murah
  • Menentukan harga jual yang menguntungkan
  • Memaksimalkan sumber daya dengan efisien
  • Menggunakan tenaga kerja yang ahli dan terampil
  • Memakai alat atau mesin dengan produktivitas tinggi, namun dengan biaya yang relatif rendah
  • Menentukan barang dan jasa yang nantinya akan dihasilkan

Prinsip Penjual

Prinsip penjual atau pedagang digunakan dalam menjalankan berbagai jenis usaha niaga agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Prinsip penjual terfokus pada kegiatan promosi atau iklan, pemberian hadiah, dan kegiatan pemasaran lainnya untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Semakin banyak pelanggan maka potensi keuntungan akan semakin besar.

Contoh penerapan prinsip Penjual, yaitu:

  • Membeli barang dari produsen secara langsung untuk menekan biaya seminim mungkin
  • Memakai sarana distribusi dengan harga yang relatif murah
  • Menyediakan barang dan jasa yang sedang ramai di kalangan konsumen
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen
  • Menyalurkan barang kepada konsumen secara tepat waktu
  • Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen

Prinsip Pembeli

ragam prinsip ekonomi

Prinsip pembeli adalah jenis prinsip yang dipakai untuk memperolah produk (barang atau jasa) yang berkualitas baik, namun dengan harga semurah mungkin.

Contoh penerapan prinsip Pembeli, yaitu:

  • Membeli barang yang berkualiatas
  • Membeli barang dengan harga terjangkau atau relatif murah
  • Membeli barang yang awet dan bertahan lama
  • Memilih kualitas barang sebelum membeli
  • Membuat daftar barang yang diperlukan sesuai kebutuhan
  • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang untuk menekan harga
  • Mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan sesuai dengan kemampuan

10 Prinsip dalam bidang Ekonomi dan Penjelasannya

Pada dasarnya economic principles berlaku pada tiga aktivitas ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini adalah 10 prinsip tersebut:

Baca juga: Produk Finansial yang Wajib Anda Miliki di Masa Depan

Semua Orang Menghadapi Trade-Off

Pahami apa itu trade-off. Saat Anda menginginkan sesuatu maka Anda harus mengorbankan sesuatu yang lain. Misalnya, ketika Anda menginginkan suatu barang yang berkualitas, maka harus ada sesuatu yang harus Anda korbankan untuk mendapatkan barang tersebut. Pengorbanan ini bisa dalam bentuk waktu, uang, tenaga, dan lain-lain.

Contoh klasik adalah tarik ulur antara ‘senjata dan mentega’ (gun and butter). Semakin besar pengeluaran negara/pemerintah untuk membangun pertahanan (senjata), semakin sedikit sumber daya yang tersisa untuk memproduksi barang konsumsi (mentega) untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Begitu pula sebaliknya.

Mengorbankan Biaya untuk Mendapatkan Sesuatu

Inilah yang sering disebut dengan opportunity cost (biaya kesempatan). Ketika Anda menentukan pilihan, maka kesempatan ini akan berubah. Oleh karena itu Anda harus mengambil kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang punya nilai lebih baik, atau setidaknya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Berpikir Secara Rasional

Orang berpikir secara rasional maksudnya adalah jika seseorang menentukan keputusan atau pilihan, orang tersebut melakukannya dalam pikiran yang rasional. Seorang akan berpikir secara rasional untuk mendapatkan keuntungan dan apa yang menjadi kerugian dari kesempatan yang dipilih.

Tanggap Terhadap Insentif

Pada umumnya manusia akan lebih ‘aktif’ ketika ia mendapatkan keuntungan tambahan dari hal-hal yang dikerjakan. Misalnya, ketika seseorang ditawarkan insentif untuk bekerja lebih keras maka ia akan mengambil kesempatan tersebut.

Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak

Prinsip ini mengedepankan spesialisasi. Sebagai contoh, suatu negara memproduksi barang/ jasa berdasarkan kemampuan terbaik yang dimiliki (kualitas baik, produksi tinggi, biaya produksi rendah). Lalu menjual produk tersebut ke negara lain yang produksinya tidak optimal untuk barang tersebut.

Pasar adalah Sarana Terbaik dalam Mengoordinasikan Kegiatan Ekonomi

Pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli barang antara penjual (produsen) dan pembeli (konsumen). Dalam hal ini, produsen berhak menentukan siapa yang dipekerjakan dan barang apa yang diproduksi, sedangkan konsumen berhak untuk bekerja di perusahaan mana dan membeli barang yang diinginkan dari pengehasilan mereka.

Pemerintah Dapat Meningkatkan Faktor Produksi

Pemerintah dapat melakukan intervensi di bidang ekonomi. Hal ini dilakukan melalui pasar dengan membantu para pedagang di pasar sehingga dapat menguntungkan penjual dan pembeli. Intervensi pemerintah tersebut dapat membantu penjual dalam memaksimalkan penghasilan mereka, yaitu dengan menambah barang atau stok dagang.

Standar Hidup Negara Bergantung Pada Kemampuan dalam Memproduksi Barang/Jasa

Kemampuan faktor produksi menjadi penentu standar hidup di suatu negara. Negara yang para pekerjanya menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah tertentu dalam satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi. Begitu juga sebaliknya.

Artinya, tingkat pertumbuhan produktivitas suatu negara akan menentukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata.

Inflasi Terjadi Jika Pemerintah Mencetak Banyak Uang

Tingginya jumlah uang yang beredar di masyarakat akan membuat nilai uang menjadi merosot. Hal ini kemudia akan mengakibatkan terjadinya inflasi di suatu negara.

Masyarakat Menghadapi Trade-off Jangka Pendek Antara Inflasi dan Pengangguran

berbagai prinsip ekonomi

Tarik-ulur antara inflasi dan pengangguran sifatnya sementara, namun hal ini bisa terjadi dalam rentang waktu bertahun-tahun. Uniknya, ada beberapa negara yang mengalami inflasi justru membuat angka pengangguran menurun di negara tersebut. Namun, hal tersebut belum pernah terjadi di Indonesia.

Dengan mengetahui dan memahami secara mendalam tentang prinsip dalam bidang ekonomi, Anda bisa sedikit demi seikit meningkatkan kemampuan ekonomi dalam hidup. Tentu saja, penerapannya harus dilakukan secara baik dan benar. Semoga berhasil!

Baca juga: Hukum Penawaran dan Permintaan dalam Dunia Ekonomi

Comments are closed.