Serba-serbi Proposal Bisnis yang Perlu Anda Pahami

Entrepreneurship

Proposal bisnis bukanlah sekadar proposal biasa. Tanpa proposal yang baik dan benar, perusahaan mana pun tidak akan mendapatkan klien.

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan perusahaan lain, umumnya Anda akan sering dihadapkan dengan proposal bisnis. Proposal bisnis berguna untuk menjelaskan apa yang dapat perusahaan Anda berikan pada perusahaan klien. Tapi, membuat proposal bisnis tidaklah semudah yang dibayangkan. Anda tentu perlu mengetahui request for proposal atau RFP dari perusahaan klien sebagai gambaran proposal yang harus Anda buat dan ajukan. Agar dapat membuat proposal bisnis yang baik, tentu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Jika tidak, hampir dipastikan proposal Anda akan ditolak oleh klien. Lalu, apa saja hal yang harus diperhatikan? Simak di bawah ini!

Baca juga: Merencanakan Bisnis Sampingan? Ini yang Perlu Diperhatikan!

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Proposal Bisnis

Pelajari Permintaannya

Langkah pertama dalam menulis proposal bisnis adalah mengetahui apa kebutuhan klien. Anda dapat memulainya dengan mempelajari RFP perusahaan klien. Kemudian, Anda dapat meninjau apakah perusahaan Anda memiliki waktu, bujet, sumber daya, dan keahlian untuk proyek tersebut. Selain itu, Anda juga perlu melihat apakah proyek tersebut menawarkan relasi jangka panjang yang berpotensial.

Memahami Klien

Untuk dapat membuat proposal bisnis yang tepat sasaran, Anda perlu lebih dari sekadar melihat RFP klien. Cara terbaik untuk mengetahui kebutuhan klien yang sebenarnya adalah bicara dengan mereka mengenai permasalahan, kebijakan, dan filosofi manajemennya. Anda bisa menanyakan langkah-langkah apa yang telah dicoba dan mengapa solusi tersebut belum berhasil. Anda juga bisa menanyakan kriteria apa yang mereka gunakan untuk mengevaluasi proposal bisnis. Jika Anda belum bisa berhubungan langsung dengan klien, Anda bisa melakukan riset sekunder. Anda bisa mengunjungi perpustakaan atau menanyakan pada kolega atau teman yang pernah bekerja di organisasi atau perusahaan klien. Dengan melakukan riset, Anda bisa menghindari strategi yang sudah dicoba sebelumnya. Anda mungkin bisa menemukan kebutuhan klien yang belum tertera dalam RFP.

Baca juga: Mau Jadi Pengusaha Sukses Di Indonesia? Begini Caranya!

Menggunakan Metodologi yang Tepat

Setelah kebutuhan klien teridentifikasi, Anda bisa mulai memilih metodologi dalam membuat proposal bisnis. Anda bisa memulainya dengan melakukan brainstorming bersama dengan partner kerja. Anda bisa berdiskusi mengenai kebutuhan klien dan mengurutkan prioritas. Setiap klien memiliki fokus yang berbeda. Ada klien yang memprioritaskan pelayanan pelanggan dan ada yang mementingkan penghematan biaya. Anda juga bisa menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan klien dengan membandingkannya dengan studi kasus atau permasalahan yang mirip dengan klien. Selanjutnya, Anda bisa mencantumkan setiap permintaan beserta setiap solusinya secara menyeluruh. Setelah itu, Anda bisa menganalisis biaya dan keuntungan serta waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk klien tersebut. Cantumkan juga potensi hasil dari setiap solusi yang Anda sebutkan. Jangan lupa, tambahkan bukti dan alasan bahwa perusahaan Anda merupakan yang terbaik di bidangnya dengan keuntungan yang maksimal untuk perusahaan klien.

Evaluasi Solusi

Proposal bisnis dengan metodologi yang bagus tidak akan memenangkan hati klien, jika tidak sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Anda perlu menelusuri kriteria apa yang mereka harapkan dari suatu proyek dan orientasi dari decision maker (bisa secara finansial atau operasional). Proposal bisnis yang baik memuat keuntungan dan solusi yang menyenangkan decision maker. Sebagai contoh, jika decision maker mengevaluasi dari segi harga dan waktu pengerjaan, solusi yang bagus tapi mahal dari proposal bisnis Anda tidak akan memenangkan proyek.

Baca juga: 5 Rahasia Sukses Ala Robert Kiyosaki

Ungguli Kompetitor

Pastikan proposal bisnis Anda memuat keunggulan perusahaan dibandingkan perusahaan kompetitor. Jika saingan Anda merupakan perusahaan yang lebih besar, sebutkan spesialisasi perusahaan Anda yang sesuai dengan kebutuhan klien. Anda juga bisa menjabarkan pemecahan masalah secara mendetail dalam proposal bisnis Anda. Jika Anda beruntung, klien bisa saja membocorkan nama-nama kompetitor dan preferensi serta opini mereka tentang kemampuan lawan Anda.

Tulis Proposal Bisnis

Setelah menyelesaikan lima langkah di atas, Anda bisa mulai menyusun informasi tersebut menjadi suatu proposal bisnis yang baik. Gunakanlah kata-kata atau frase yang mereka gunakan dalam RFP. Usahakan untuk menggunakan kalimat-kalimat pendek dan tanpa jargon. Tambahkan juga visual, seperti grafik atau foto, untuk membantu klien memahami proposal bisnis Anda.

Isi Proposal Bisnis yang Baik dan Benar

Seperti proposal pada umumnya, Anda perlu membuat proposal bisnis secara detail. Ada pun hal yang harus ada pada proposal yang Anda buat yaitu:

Latar Belakang

Sebagai permulaan, jelaskanlah permasalahan yang memicu organisasi klien untuk mengeluarkan RFP. Dalam bagian ini, cantumkan juga riset yang telah Anda lakukan mengenai kebutuhan klien yang sebenarnya dalam proposal bisnis Anda.

Tujuan

Anda juga perlu menjelaskan tujuan dari proposal bisnis perusahaan Anda. Bagian ini bisa Anda isi berdasarkan dengan RFP dan pemahaman Anda mengenai organisasi klien dan permasalahannya.

Metodologi

Setelah itu, Anda perlu menjabarkan langkah-langkah rekomendasi dalam proposal bisnis Anda yang dapat membantu klien untuk mencapai tujuannya.

Waktu dan Biaya

Jelaskan secara menyeluruh waktu dan biaya yang diperlukan untuk setiap langkah dalam metodologi proposal bisnis Anda. Agar dapat menemukan waktu yang terbaik, isteimasikan waktu pengerjaan dan mengalikannya dengan 1,5. Sebagai contoh, jika Anda memperkirakan proyek ini memakan waktu 20 jam, Anda perlu menuliskannya 30 jam di proposal bisnis. Jadi, ketika terjadi hambatan atau keterlambatan karena satu dan lain hal, Anda masih memiliki waktu lebih untuk mengatasinya.  Selain itu, Anda juga perlu mencantumkan bagaimana dan kapan klien perlu melakukan pembayaran.

Baca juga: Mau Memulai Bisnis Startup? Ini Langkah Mudahnya!

Kualifikasi

Deskripsikan dengan jelas dalam proposal bisnis Anda bukti dan alasan perusahaan adalah perusahaan terbaik untuk pekerjaan ini. Bagian ini memuat keunggulan perusahaan yang sesuai dengan kriteria evaluasi klien. Jika Anda pernah bekerja dengan klien di bidang yang sama atau memiliki penghargaan, maka kredibilitas Anda di mata klien akan lebih meningkat.

Keuntungan

Anda juga perlu mencantumkan keuntungan yang klien dapatkan jika mengimplementasikan rekomendasi dari proposal bisnis Anda. Bagian ini memuat keuntungan yang diharapkan oleh decision maker organisasi klien. Jika perusahaan Anda menawarkan kerahasiaan penuh (complete confidentiality) dan tenggat yang ketat, cantumkanlah dalam proposal bisnis Anda.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Tinjau Ulang Proposal Bisnis

Pastikan Anda telah memenuhi permintaan sesuai dengan yang tertera di RFP dan riset Anda. Selain itu, Anda juga perlu menyusun informasi tersebut secara logis dan menyesuaikannya dengan kebutuhan decision maker. Terakhir, Anda dapat meminta orang lain untuk melakukan proofread proposal bisnis Anda. Proofreading penting dilakukan untuk mencegah kesalahan ejaan dan tata bahasa. Kualitas proposal bisnis dapat menentukan keberhasilan dalam tender. Pastikan proposal bisnis Anda tampak seprofesional mungkin, seperti dengan mencetaknya di kertas kualitas terbaik. Proposal bisnis yang baik bisa menjadi kunci untuk meningkatkan perusahaan atau bisnis Anda. Dalam mempromosikan perusahaan, Anda tetap harus jujur dan lugas menyampaikan poin-poin penawaran. Selain itu, Anda juga perlu mengambil langkah lebih dengan melakukan riset untuk mengetahui kebutuhan klien yang sebenarnya. Riset tersebut bisa menjadi bahan untuk Anda mengajukan rekomendasi dan solusi kepada perusahaan klien. Usahakan untuk selalu berkiblat pada kriteria evaluasi decision maker. Proposal bisnis yang baik akan membuat Anda lebih mudah mendapatkan deal dari perusahaan klien. Maka dari itu, ingat dan terapkan poin-poin di atas ya!

Comments are closed.