Standar ISO, Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

EntrepreneurshipLifestyle & Leisure

Produk berstandar ISO artinya memiliki kelayakan mutu berskala internasional. Artinya kredibilitas produk ditentukan dari terpenuhi atau tidaknya standar tersebut.

Sering mendengar jargon “belilah sesuai standar ISO?”. itu bukanlah jargon lucu melainkan benar adanya. Membeli barang baik untuk keperluan pakai maupun konsumsi sebaiknya yang sudah memenuhi standar ISO.

Barang maupun produk konsumsi yang sudah mendapat jaminan dari ISO, artinya sudah memenuhi standar kelayakan secara global atau dalam kelas dunia. Bagi Anda yang ingin melebarkan pasar ke berbagai belahan dunia wajib memiliki standar ISO untuk setiap produk yang akan dijual.

Baca juga: YOY, Cara Efektif Ketahui Pertumbuhan Bisnis Anda

lantas sebenarnya, garis besar standar ISO sendiri seperti apa?

Pengertian Standar ISO

ISO sendiri merupakan singkatan dari The International Organization for Standardization, yakni Organisasi Internasional yang bekerja membuat Standardisasi atau menetapkan standar internasional di bidang industrial dan komersial. ISO merupakan salah satu badan internasional yang menjadi acuan bagi negara untuk mengatur mutu produk yang berada dipasaran global.

mengenal standar iso

Jika Anda ingin memiliki produk yang kredibel dan diakui dunia, wajib mengantongi label standar ISO. Sebab ISO sendiri mempunya kekuasaan untuk memberikan rekomendasi atau spesifikasi mengenai produk -produk berkualitas dalam standar dunia, mulai dari produk hingga jasa/layanan.

Perusahaan atau brand yang mengantongi sertifikat standar ini sudah pasti lebih dilirik kosumen dalam skala dunia, karena dianggap kualitasnya sudah memenuhi standar baku dalam tingkatan global.Kepemilikan sertifikat ini sifatnya wajib jika Anda menginginkan kepercayaan dari konsumen dunia.

Manfaat Standar ISO

Secara garis besar manfaat standar berdasarkan kualifikasi ISO mungkin lebih terasa bagi pemilik bisnis dibandingkan konsumen, yakni sebagai tolak ukur kredibilitan mereka di pasaran dunia baik pada bidang industrial maupun komersial. Namun jika dirunutkan lebih detail beberapa manfaat ISO bagi pemilik bisnis adalah sebagai berikut:

Sebagai Penentu Kredibilitas Produk

Karena ISO hanya memberikan sertifikat kepada perusahaan yang menerapkan standar mutu kelas dunia, sudah dipastikan bahwa siapapun yang mampu mendapatkan sertifikat ini memiliki jaminan mutu kelas dunia. Artinya konsumen tak perlu lagi mencari tahu apakah produk dari sebuah perusahaan berkualitas baik atau tidak. Selama pada kemasan produk terdapat cap ISO sudah pasti ini adalah produk kelas dunia.

Keberadaan stadar ISO ini pada akhirnya akan membantu perusahaan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ketika pelanggan setia tak pernah kecewa mereka akan mudah merekomendasikan produk secara sukarela. Artinya, iklan gratis dimana-mana.

Sebagai Jaminan Kualitas Produk

Perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikat ISO, diwajibkan melalui sejumlah tes atau proses yang biasa disebut PDCA. Proses tes ini meliputi semua jenis industri yang menyangkut identifikasi, analisis, dan eksekusi dengan tujuan memastikan apakah sebuah produk mutunya sudah sesuai dengan standar global. Terpenuhinya standar ini adalah keuntungan bagi pebisnis karena mereka tak perlu menjelaskan secara detail tentang mutu dan kualitas produknya sebab  keberadaan setandar ISO sudah menjelasnya semuanya.

Menghemat Biaya

Keberadaan ISO ini akan memutus sejumlah alokasi dana yang sebenarnya tidak perlu, salah satunya adalah iklan komersial. Anda tak harus terus menerus membuat iklan yang menayangkan keunggulan produk karena sudah tertera bahwa produk Anda sudah mendapat sertifikat ISO.

Selain itu dalam proses untuk mendapatkan standar kualifikasi ISO, pemilik binis wajib mengikuti sejumlah tes uji kelayakan. Tes ini bukan hanya dapat memberikan nilai pada kredibilitas produk, namun juga menjadi review gratis bagi perusahaan sendiri. Karena pada akhirnya mereka akan tahu dimana saja letak kekurangan produknya hingga gagal memasuki pasar global.

Jenis-Jenis Standar Berdasarkan ISO

Ada beberapa jenis ISO yang punya fungsi berbeda untuk setiap produk. Berikut adalah daftarnya:

ISO 9001

jenis standar iso

Bisa dibilang ini adalah standar paling populer di antara ISO lainnya yang telah direvisi dalam versi terbaru yaitu 9001:2015. Adapun ciri dari ISO satu ini adalah adanya proses pendekatan dengan tujuan meningkatkan efektivitas terhadap manajemen mutu. Pendekatan ini harus memenuhi syarat berupa penerapan, identifikasi, pengelolaan serta peningkatan yang berkesinambungan.

ISO/IEC 17025

ISO yang satu ini targetnya adalah lembaga pengujian seperti laboratorium. Yakni bagaimana kompetensi laboratorium kalibrasi dan pengujian produk. Fungsinya untuk memastikan keakuratan pada hasil pengujian terkait terhadap bidang produksi, perdagangan, kesehatan sampai pada perlindungan konsumen.

ISO 28000

Ini merupakan ISO yang dalam prosesnya mensyaratkan keamanan pada sistem keamanan rantai pasikan. Biasanya targetnya adalah perusahaan dengan resiko ancaman tinggi seperti hotel, pertambangan, bank dan fasilitas umum.

ISO 5001

ISO 5001 merupaka jenis standar yang diterapkan pada sistem manajemen energi. Bertujuan membantu organisasi maupun perusaaan dalam membangun proses serta sistem dalam peningkatan konsumsi energi, kinerja serta efisiensi.

ISO 14001

Industri kimia mungkin adalah sektor yang paling bergantung pada ISO 14001 ini. Sebab dalam proses pengesahan standardisasinya terkait dengan sistem manajemen lingkungan, yang meliputi identifikasi aspek serta dampak lingkungan yang telah ditimbulkan oleh operasional usaha. Penghematan bahan bakar, air, energi dan pengelolaan limbah termasuk diantaranya.

Baca juga: Rasio Profitabilitas, Apa Itu dan Apa Fungsinya?

ISO 22000

Saat membeli minumanan atau makanan favorit di supermarket, lihatlah pada bagian bungkusnya. Akan tertera standar yang satu ini. Aspek keselamatan dan kesehatan konsumen adalah sejumlah poin yang dihitung dalam pengadaan sepertifikat ISO yang satu ini. Sehingga setiap perusahaan didorong untuk meningkatkan kontrol terhadap kualitas produk terutama yang berkaitan dengan proses produksi dan pengendaliannya.

ISP/IEC 27001

Standar yang satu ini mungkin mulai jamak dimintai dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan membludaknya industri start-up di Indonesia. ISO yang satu ini merupakan standar yang meliputi  Informasi Security Managemen System (ISMS) yakni sistem manajemen keamanan informasi. Tentunya standar ini hanya diperlukan bagi perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi IT dan sejenisnya.

ISO TS 16949

Industri otomotif adalah target utama standar yang satu ini. Fungsinya memastikan sebuah perusahaan mempertahankan manajemen mutunya. Memfokuskan pada konsep perbaikan yang berkelanjutan, tindakan pencegahan dan perbaikan serta pengendalian rantai pemasok.

Langkah Mendapatkan Sertifikat ISO Lewat Konsultan ISO

keuntungan memliki ISO

  1. Melengkapi persyaratan administratif seperti bukti berdirinya perusahaan selama minimal tiga bulan lamanya. Serta alamat perusahaan yang jelas.
  2. Mempelajari dan menerapakan sistem manajamen sesuai standar dari ISO.Sebaiknya gunakan jasa konsultasi ISO agar Anda tak salah langkah.
  3. Melakukan perjajian bermaterai dengan lembaga ISO, yang isinya sudah disepekati kedua belah pihak yakni konultan ISO dengan perusahaan.
  4. Tim ISO melakukan analisis terhadap sistem manajemen. Hasilnya dapat digunakan para pemilik usaha untuk mengevaluasi kinerja perusaaan, serta meningkatkan mutu produk.
  5. Melakukan audit internal dibawah pengawasan konsultan ISO. Audit ini adalah gambaran bagaimana pihak ISO secara resmi mengaudit perusahaan Anda dan memutuskan apakah produk Anda layak diberikan sertifikat atau tidak.

Baca juga: Peran ROE (Return on Equity) dalam Mengukur Laba Ekuitas

Comments are closed.