Urus Surat Izin Usaha Perdagangan, Pahami Prosedurnya!

Entrepreneurship

Penting kantongi Surat Izin Usaha Perdagangan sebelum melakukan kegiatan usaha, lalu bagaimana proses pengurusannya?

Apabila Anda ingin melakukan kegiatan usaha perdagangan, salah satu langkah awal yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan keberadaan kegiatan usaha Anda tersebut dan mendapatkan izin dalam menjalankan bisnis perdagangan. SIUP yang merupakan akronim dari Surat Izin Usaha Perdagangan adalah izin untuk menjalankan usaha perdagangan. Dokumen ini wajib dimiliki seseorang atau badan usaha yang hendak atau sudah memiliki usaha perdagangan.

Meskipun Anda hanyalah pedagang regional dalam skala kecil, maka Anda juga sebaiknya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP ini, karena pemegang SIUP tidak harus selalu pedagang berskala besar yang lingkup perdagangannya hingga mencapai lintas negara melainkan semua jenis pedagang. Melakukan usaha perdagangan juga merupakan bentuk investasi jangka panjang yang cocok untuk jaminan hari tua layaknya asuransi, namun dengan peluang  keuntungan yang sebanding dengan resiko. Sebelum membahas lebih jauh tentang pembuatan SIUP, perlu mengetahui pula jenis-jenis dari surat tersebut.

Baca juga: Pilihan Investasi Terbaik Untuk Jaminan Hari Tua

Jenis-Jenis dan Tempat Mengurus SIUP

persyaratan surat izin usaha perdagangan

SIUP dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan besarnya modal yang digunakan dalam pendirian usaha, yaitu:

  • SIUP Besar: untuk perusahaan dengan modal di atas Rp500 juta.
  • SIUP Menengah: untuk perusahaan dengan modal berkisar antara Rp200 juta – Rp500 juta.
  • SIUP Kecil: untuk perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih pemilik lebih kecil atau sama dengan Rp200 juta.

Seperti halnya berbagai pengurusan izin lainnya, adminstrasi SIUP dapat dilaksanakan di Kantor Dinas Perdagangan ditingkat kabupaten ataupun kotamadya atau juga di kantor pelayanan yang tersedia. Beberapa daerah ada pada Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu atau BP2T.

Persyaratan Administrasi Pembuatan SIUP

Sebelum mengurus pembuatan SIUP, Anda harus terlebih dahulu mempersiapkan dokumen-dokumen tertentu sebagai syarat administrasi. Dalam membuat SIUP persyaratan administrasi dibedakan atas jenis atau bentuk usaha yang dijalankan. Pembagiannya sebagai berikut:

Untuk Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) jika penanggung jawabnya seorang perempuan
  • Fotokopi NPWP
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU
  • Fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
  • Fotokopi SK Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM
  • Surat Izin Gangguan (HO)
  • Izin Prinsip
  • Neraca perusahaan
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Materai Rp6.000
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta

Untuk Koperasi

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang telah disahkan instansi berwenang
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)
  • Neraca koperasi
  • Materai senilai Rp6.000
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

Untuk Perusahaan Perseorangan

membuat surat izin usaha perdagangan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • Surat keterangan domisili atau SITU
  • Neraca perusahaan
  • Materai senilai Rp6.000
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

Baca juga: Mengapa Setiap Usaha Harus Memiliki Tanda Daftar Perusahaan?

Untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar)

Catatan: Apabila tempat bukan dimiliki sendiri, maka perlu ditambahkan dengan Surat Izin Pemilik, sebagai bukti ketidakberatan atas penggunaan tempat tersebut. Surat tersebut wajib ditandatangan di atas materai sebagai bukti perjanjian sewa-menyewa antara yang terlibat, pemilik dan pelaku usaha dalam hal ini.

Prosedur Pembuatan SIUP

Setelah berkas persyaratan administrasi sudah Anda siapkan, Anda kemudian dapat mengikuti langkah-langkah prosedur pembuatan SIUPseperti berikut ini:

Mengambil Surat Permohonan di Kantor Dinas Perdagangan
Anda sebagai pemilik perusahaan bisa datang langsung  ke Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat. Jika Anda sibuk atau berhalangan, Anda bisa mengurusnya melalui orang yang sudah Anda beri kuasa.

Mengisi Formulir pendaftaran
Formulir pendaftaran atau surat permohonan sudah disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan. Pengisian form harus secara benar dan jelas untuk kemudian dibubuhi tanda tangan di atas di atas materai Rp6.000 oleh Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan. Formulir yang terisi lengkap dan bertandatangan di atas materai tersebut untuk kemudian diperbanyak atau difotokopi sebanyak 2 rangkap dan digabungkan dengan persyaratan adminsitrasi yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika Anda menggunakan jasa orang lain untuk mengurus pembuatan SIUP Anda, maka wajib melampirkan surat kuasa bermaterai cukup yang ditanda tangani oleh pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan.

Membayar Biaya Pembuatan SIUP
Tarif pembuatan SIUP ini berbeda-beda untuk setiap kotamadya/kabupaten, dan diatur oleh Peraturan Daerah di masing-masing wilayah.

Pengambilan SIUP

mengena surat izin usaha perdaganganWaktu tunggu dikeluarkan SIUP biasanya kisaran dua minggu. Nanti setelah SIUP Anda jadi, Anda akan dihubungi oleh petugas dan Anda bisa datang ke kantor tempat Anda mengurus SIUP tersebut untuk mengambilnya.

Jika Anda sudah memiliki SIUP, maka usaha Anda sudah terdaftar keberadaannya dan dengan demikian Anda resmi dan sah dalam menjalankan usaha perdagangan Anda tersebut. Setiap usaha perdagangan membutuhkan SIUP, dengan adanya surat tersebut keamanan menjadi terjamin dan terhindar dari berbagai persoalan, sebut saja seperti perkara perizinan.

Informasi di atas dapat membantu Anda untuk bisa terlebih dahulu mempersiapkan berbagai dokumen terkait pembuatan SIUP. Dengan mengetahuinya diharapkan Anda akan lebih mudah dan cepat dalam mengurusnya, sehingga usaha Anda pun akan lebih cepat berjalan. Selalu ingat bahwa SIUP merupakan bentuk legalitas usaha yang wajib Anda miliki, sehingga jangan diabaikan ya!

Baca juga berbagai artikel menarik lainnya mengenai entepreneurship di website resmi Futuready Indonesia.

Baca juga: Kiat Sukses Menabung Sebagai Dana Pensiun Dini

Comments are closed.