Beragam Jenis Surat Kuasa dan Cara Membuatnya

Entrepreneurship

Surat kuasa umumnya digunakan untuk memberi kuasa pada orang yang ditunjuk untuk mewakilkan suatu urusan. Agar tidak salah, yuk pelajari cara membuatnya.

Apakah Anda sebelumnya pernah membuat surat kuasa? Meskipun tampak mudah, ternyata masih banyak yang belum mengerti betul seperti apa cara membuatnya. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara membuatnya?

Pada dasarnya, cara membuat surat model ini hampir sama dengan ketika Anda ingin membuat surat pada umumnya. Hanya saja ada beberapa hal yang membedakannya. Dan ini penting sekali untuk diperhatikan. Apalagi ini menyangkut kekuasaan Anda yang Anda limpahkan ke pihak lain.

Takutnya jika tidak diperhatikan dengan betul, kekuasaan Anda bisa disalahgunakan. Atau justru apa yang Anda kuasakan ke pihak lain tersebut tidak sah lantaran salah dalam penulisan surat itu sendiri.

Surat kuasa merupakan sebuah surat yang di dalamnya berisikan sebuah informasi memberikan wewenang wewakili untuk melakukan perbuatan tertentu atas nama pemberi kuasa.

Artinya surat ini bisa menjadi bukti agar seseorang yang sudah mendapatkan kuasa tersebut bisa menjalankan tugas-tugas yang sudah tertulis di dalam surat tersebut mewakili atas nama yang memberikan kuasa. Dalam hal ini, pemberi kuasa dan penerima kuasa bisa berupa seseorang, pemangku jabatan dan organisasi, ataupun juga perusahaan.

Sebagai contoh, jika Anda ingin mengurus pajak harta pribadi Anda, dan di sisi lain kondisi Anda tidak memungkinkan untuk mengurusnya sendiri. Dalam kondisi ini Anda bisa memberikan kuasa kepada seseorang untuk menguruskan pajak Anda melalui surat ini.

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan NIK KTP Elektronik Tanpa Surat Pengantar

Ciri dan Jenis Surat Kuasa

Sebelum Anda membuat surat seperti ini, penting untuk memastikan jika orang yang mewakili Anda adalah orang yang sudah Anda kenal baik dan yang paling penting adalah bisa dipercaya. Memberikan kuasa kepada orang yang belum Anda kenal dengan baik atau bahkan belum Anda percayai dengan baik memiliki risiko yang cukup besar.

Pada umumnya surat seperti ini digunakan untuk pengembilan atau pembuatan hal-hal yang bersifat penting. Misalnya saja seperti ijazah, BPKB, surat tanah, atau jenis dokumen-dokumen yang bersifat penting lainnya.

Berdasarkan sifatnya, surat ini masuk dalam kategori surat resmi. Oleh sebab itu, surat ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan bisa dipertangungjawabkan. Sebagai surat resmi, surat ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terdapat judul surat.
  2. Menggunakan bahasa yang baku dan mudah dipahami.
  3. Dan berkaitan dengan pelimpahan kuasa tertentu kepada pihak terkait.

Secara umum surat model ini yang biasa digunakan terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya adalah:

Surat Kuasa Perseorangan

Surat yang dibuat oleh perseorangan kepada pihak lain untuk melakukan kegiatan yang merupakan kepentingan pribadi dari pemberi kuasa. Contohnya seperti pembayaran listrik, pengurusan pajak, pengambilan gaji, pengembilan barang, dan lain sebagainya.

Kemudian untuk membuatnya, Anda hanya perlu menuliskan hal-hal berikut ini:

  1. Judul surat harus tertulis Surat Kuasa Perseorangan.
  2. Keterangan data diri dari pemberi kuasa, mencakup hal-hal seperti nama, alamat, pekerjaan, nomor telephone atau handphone, dan lain sebagainya. Intinya semakin lengkap data diri pemberi kuasa maka akan semakin baik.
  3. Keterangan data diri penerima kuasa. Dengan diawali kalimat seperti “Dengan ini memberikan kuasa kepada:…….”
  4. Hal-hal apa saja yang bisa diwakili oleh penerima kuasa.
  5. Tanggal dan tanda tangan dari kedua belah pihak, meliputi pemberi dan penerima kuasa.
  6. Dan jika memiliki unsur hukum, jangan sampai lupa untuk menggunakan materai di dalamnya.

Baca juga: Perhatikan Tip Cerdas Mengenai Surat Perjanjian Kerja Sama

Surat Kuasa Kedinasan

Surat ini dibuat oleh organisasi dan diberikan kepada individu atau pemangku jabatan tertentu. Pemberi kuasa dalam hal ini bisa organisasi masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta. Pada umumnya kuasa yang diberikan adalah kekuasaan untuk menjalankan suatu tugas atas nama pimpinan atau organisasi.

Ada beberapa hal penting yang perlu ada untuk memastikan bahwa surat tersebut asli. Agar supaya Anda tidak salah saat membuatnya, berikut ini adalah langkah yang benar saat membuatnya:

  1. Memiliki Kepala Surat dari organisasi, perusahaan, atau instansi yang memberikan kuasa.
  2. Judul suratnya tertulis Surat Kuasa Kedinasan.
  3. Ada nomor suratnya sebagai bukti pengarsipan.
  4. Data dari pemberi kuasa, termasuk di dalamnya nama organisasi/perusahaan/instansi dan alamatnya, nama orang yang memberi kuasa lengkap dengan NIK dan jabatannya, dan poin-poin lain sesuai kebijakan organisasi/perusahaan/instansi pemberi kuasa.
  5. Ada data diri dari penerima kuasa.
  6. Terdapat sebuah paragraf yang menjelaskan kegiatan atau ruang lingkup yang bisa dilakukan oleh penerima kuasa.
  7. Tempat dan tangal pembuatan surat.
  8. Masa berlaku surat untuk meminimalisasi penyalahgunaan wewenang.
  9. Tanda tangan dari kedua belah pihak yang disertai dengan nama, NIP, dan jabatan.
  10. Dan yang terakhir adalah materai dan cap organisasi/perusahaan/instansi.

Baca juga: Surat Keterangan Domisili, Surat Sakti Pengganti Sementara KTP

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Surat Kuasa Istimewa

Surat ini biasanya diberikan kepada seseorang atau pihak tertentu untuk mewakili pemberi kuasa berkaitan dengan permasalahan yang ada kaitannya dengan urusan hukum. Umumnya, surat kuasa ini dibuat oleh seseorang yang terlibat masalah hukum kepada pengacara atau lembaga bantuan hukum supaya bisa menyelesaikan perselisihan yang sedang ia alami.

Berkaitan dengan cara membuatnya, sebenarnya hampir sama dengan pada saat membuatnya untuk perseorangan. Hanya saja di sini Anda wajib menyertakan materai. Dan jika surat ini diberikan kepada kantor pengacara, surat tersebut akan menggunakan kop surat atau kepala surat dari kantor pengacara tersebut.

Jadi sebenarnya mudah sekali membuat surat seperti ini. Dengan catatan jangan sampai lupa untuk memperhatikan beberapa hal yang harus ada dalam isi surat tersebut. Terlebih lagi beda jenis surat kuasa, beda pula cara membuatnya.

Comments are closed.