7 Kesalahan Cara Mendidik Anak yang Harus Orangtua Hindari

Family

Bisa jadi perilaku yang terjadi pada anak Anda adalah cara yang salah dalam mendidik anak.  Cara pintar apa yang tepat untuk mendidik anak?

Pekerjaan yang harus dijalani dalam hidup dan tidak mudah itu adalah menjadi orangtua, karena mengemban tanggung jawab besar yang ada di pundak kita. Biar bagaimanapun masa depan anak ada di tangan Anda sebagai buah hati yang harus dijaga dan semua dilakukan demi buah hati tercinta. Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan, inginnya setiap orangtua dapat mendidik Anak dengan mengharapkan hasil yang sesuai dengan harapan. Bila tidak sesuai dengan harapan ujung-ujungnya menyalahkan sang buah hati, sebaiknya kita introspeksi lebih dalam lagi apakah pernah berbuat kesalahan yang signifikan ketika mengasuhnya. Baca Juga: Terbuka Pada Orang Tua Berikut kesalahan-kesalahan yang orangtua lakukan dalam mendidik anak

Jangan Mengusik Pribadinya

Walaupun anak adalah anak kita, lahir dan dibesarkan oleh kita. Mereka juga individu yang mempunyai privasi. Ketika anak mulai tumbuh dewasa dan banyak menyimpan hal-hal pribadi yang bersifat rahasia dari kita. Janganlah pernah mengusik pribadinya sama sekali, Anda boleh mengajaknya bercerita sesekali tapi tentu dengan batasan yang membuat anak nyaman.

Jangan Terlalu Ikut Campur Masalahnya

Naluri sebagai orangtua adalah membantu anak dalam keadaan sulit sekalipun. Tapi tidak baik juga kalau terlalu mencampuri urusannya terlalu dalam, karena tidak akan memberikan Si Anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Didik anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bisa bertanggung jawab dengan masalah-masalahnya sendiri, sehingga tidak mudah diperlalat orang. (Baca juga: Cara Asyik Mengajarkan Huruf pada Anak)

 

Tidak Pernah Berikan Kesempatan Memilih

Berikanlah Si Anak kesempatan untuk bebas memilih apa yang dia suka, mulai dari mainan, buku bacaan, tas, sepatu, dan lain sebagainya. Hal tersebut untuk menghindari Si Kecil merebut barang milik temannya.

Jangan Membanding-bandingkannya

Salah bila Anda terus membandingkan Anak dengan orang lain, sesekali boleh tapi dengan tujuan untuk memotivasinya bukan malah menjadi bumerang bagi dirinya. Sehingga nantinya anak akan mudah iri, cemburu dan perhitungan, dan rasa cemburu akan terus menumpuk di dalam dirinya

Memberikan Contoh yang Buruk

Jangan memberikan contoh yang buruk di depan anak, marah-marah di rumah, bertengkar dengan pasangan, bersikap kasar, tidak sabaran. Apa yang anak lihat dirumah, nantinya akan diikutinya sehinga tidak heran ketika anak mudah berkelahi dan menjahili temannya, sebaiknya itu bisa membuat Anda berkaca ketika memarahinya.

Kurang Memberikan Perhatian

Sesiubuk-sibuknya Anda bekerja berikanlah waktu untuk memerhatikan Si Kecil setiap harinya. BIla anak yang kurang perhatian ia akan mudah sensisitif dengan hal-hal sepele, mudah menangis mudah marah. Jadi manfaatkanlah quality time dengan anak sebaik dan sesering mungkin.

Terlalu Keras

Ketika memergoki anak yang suka menciptakan kebohongan yang jelas terlihat di mata kita. Sebaiknya melihat kembali ke belakang, apakah Anda terlalu keras dalam bereaksi saat anak melakukan kesalahan pernah memukulnya, membentaknya? Sebaiknya jangan terlalu keras dalam mendidiknya, boleh keras ketika ada saatnya, lebih baik menasehatinya buatlah janji kecil agar perbuatan si anak tidak akan terulang lagi. Baca Juga: Terlalu Dikekang Orangtua Sebagai orangtua  berilah yang terbaik dalam mendidik anak, dengan cara yang lebih lembut namun tegas dalam menentukan aturan. Dengan begitu anak akan lebih menghormati Anda sebagai orangtua, dan mempunyai tanggung jawab pada diri sendiri.

Leave a Reply