Cerita Fabel yang Baik Diceritakan Pada Anak

Family

Setiap anak suka mendengarkan cerita. Tapi, daripada menceritakan hal yang tidak bermakna, alangkah lebih baik jika anak mendengarkan cerita fabel.

Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki anak, tentu Anda ingin suatu hari nanti anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang baik, bukan? Harus diakui, segala sesuatu yang orangtua lakukan akan menentukan tumbuh kembang sang buah hati di masa mendatang, khususnya dari sifat dan sikapnya.

Banyak sekali hal baik yang dapat kita berikan dan ajarkan pada anak, salah satu yang paling umum adalah dengan menceritakan cerita fabel pada si kecil. Cerita fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral, karena mengandung pesan yang berkaitan dengan moral. Jadi, jelas bahwa dengan menceritakan hal ini pada anak, besar kemungkinan mereka akan meresapi inti dan pesan dari cerita yang disampaikan.

Cerita fabel jumlahnya banyak sekali dan umumnya di setiap negara memiliki cerita yang berbeda. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menceritakan cerita penuh pesan moral tersebut pada si kecil, simak saja beberapa judul cerita fabel di bawah ini!

Beberapa Judul Cerita Fabel dari Indonesia

Kisah Kura-kura dan Kelinci

Dikisahkan seekor kelinci yang sombong dan sangat membanggakan diri karena kecepatannya di depan hewan-hewan lain di hutan. Sang kelinci menantang salah satu dari mereka untuk mengadakan balapan lari dengannya. Kemudian, muncullah seekor kura-kura menerima tantangannya. Tentu ini menjadi bahan tertawaan bagi seisi hutan, termasuk sang kelinci.

Sang kelinci menganggapnya hanya sebagai lelucon saja, namun sang kura-kura memaksanya untuk beradu lari. Sang kelinci akhirnya menyetujui untuk memulai balapan lari dengan keyakinan bahwa ia pasti menang karena ia adalah hewan yang tercepat seantero hutan, apalagi jika ia harus melawan sang kura-kura yang terkenal sangat lamban.

Akhirnya balapan dimulai. Sang kelinci dengan sombongnya menunjukkan kekuatan serta kecepatan larinya. Tentu sang kura-kura sudah tertinggal jauh. Di tengah jalan, sang kelinci merasa bahwa sang kura-kura tidak akan mungkin bisa mengejarnya karena ia sudah meninggalkannya jauh di belakang. Sang kelinci merasa lapar dan saat itu melihat ada kebun wortel. Ia akhirnya memutuskan untuk makan wortel hingga kenyang.

Dengan kondisi perutnya yang terisi penuh dan bahkan terlalu kenyang, ia merasa ngantuk dan memutuskan untuk tidur sejenak karena pikirnya sang kura-kura tidak akan pernah bisa mengejarnya, bahkan hingga malam menjelang. Sang kura-kura memiliki keyakinan bahwa ia harus tetap berusaha. Ia terus berjalan meskipun lambat, tetapi ia tidak putus asa, ia terus berusaha mencapai garis akhir, bagaimanapun caranya dan seberapa lamanya pun ia harus lewati.

Tak disangka, sang kura-kura dengan kegigihannya memenangkan pertandingan dan mengakhiri kisah tersebut. Sang kelinci yang baru saja terbangun dari tidurnya merasa kaget karena sang kura-kura mampu mengalahkannya, bukan karena kecepatan yang dimiliki oleh sang kura-kura, namun ia dikalahkan oleh karena kegigihan dan pantang menyerah dari seekor kura-kura yang lambat. Pantang menyerah dan teguh pada keyakinan diri untuk terus berusaha membuat sang kura-kura memenangkan pertandingan.

Hidup ini laiknya sebuah pertandingan, kita tidak pernah tahu hambatan apa yang akan dilalui oleh setiap orang. Jangan pantang menyerah ketika ada lawan yang terlihat lebih hebat dari kita, yang harus kita lakukan adalah melakukan bagian kita dan jangan menyerah.

Kisah Anjing dan Bayangannya

Kisah ini menceritakan seekor anjing yang berjalan sambil menggigit sepotong daging segar yang cukup besar. Ia sangat senang dengan daging yang ada di dalam gigitannya itu. Di tengah jalan, ia menyusuri sebuah sungai dan tak sengaja melihat bayangan di sungai.

Ia memandangi ada sosok seekor anjing yang juga sedang menggigit seonggok daging di mulutnya. Tanpa menyadari bahwa sosok di sungai itu adalah bayangan dari dirinya sendiri, dengan serakahnya ia ingin meraih daging yang ada di mulut bayangannya sendiri.

Tak heran jika ia harus kehilangan dagingnya sendiri yang tercebur ke dalam sungai. Akibat keserakahannya, ia sendiri harus merugi dan tidak jadi menikmati daging segar yang tadinya sudah ada di dalam gigitan mulutnya. Setiap orang memiliki bagian rezeki mereka masing-masing, namun tak jarang ditemukan orang-orang yang terlalu ingin meraih keuntungan sebesar-besarnya dan terperosok di jurang keserakahan.

Peribahasa yang cocok untuk orang yang seperti ini adalah rumput tetangga tampak lebih hijau. Terlalu serakah akan membuat seseorang tidak menikmati apa yang ia miliki. Merasa kurang dan apa yang dimiliki orang lain terlihat lebih baik.

Tak selamanya kita harus terus menengadah dan melihat orang-orang yang ada di atas kita. Terkadang kita perlu melihat betapa beruntungnya hidup ini daripada orang-orang yang ada di bawah kita.

Kisah Burung Gagak dan Sebuah Kendi

Dikisahkah seekor burung gagak yang sedang kehausan dan terbang mencari air yang bisa ia minum. Pencariannya membuahkan hasil ketika ia melihat dari ketinggian sebuah kendi yang di dalamnya berisi air yang ia butuhkan untuk minum.

Begitu senang hatinya ketika ia mendapatkan air dalam kendi tersebut. Namun, kali ini ia harus menghadapi tantangan di mana leher dari kendi tersebut cukup dalam dan paruhnya tidak dapat meraih air yang ada di dalamnya. Ia harus mencari akal untuk mendapatkan air tersebut untuk menghilangkan rasa dahaganya. Tak kehabisan akal, ia melihat banyak kerikil di sekelilingnya.

Sedikit demi sedikit ia memasukkan kerikil itu ke dalam kendi dan seperti tebakan Anda, sang gagak bisa minum air di dalam kendi tersebut dengan kesabaran yang ia miliki untuk memasukan satu persatu dari kerikil kecil ke dalam kendi sehingga isi dari kendi tersebut naik ke permukaan.

Usaha yang dilakukan meskipun terlihat sepele dan tak berarti, ternyata pada akhirnya ketika dilakukan dengan setia akan membuahkan hasil yang diinginkan. Melalui kisah si gagak dan kendi di atas, kita belajar bahwa akan ada jalan keluar di setiap tantangan hidup yang merintangi. Peribahasa yang bisa menggambarkan kisah ini adalah “sedikit demi sedikit, lama kelamaan akan menjadi bukit.”

Kisah Burung Jalak dan Kerbau

Seekor kerbau yang sedang berkubang di lumpur menikmati hari-harinya seperti biasa. Sang jalak yang setiap hari menemaninya, tak ia sadari telah memakan setiap kutu dan juga cacing yang ada di tubuh sang kerbau. Perbuatan sang jalak sangat menguntungkan sang kerbau, namun perbuatan sang jalak tidak pernah dihiraukan oleh sang kerbau. Ucapan terima kasih pun tak pernah ia utarakan kepada sang jalak.

Suatu ketika sang jalak berkata bahwa ia akan pergi, namun sang kerbau berkata bahwa selama ini ia tidak pernah menyadari keberadaan sang jalak, bahkan ia sendiri tidak peduli jika sang jalak akan pergi atau apa pun yang akan ia lakukan.

Sering kali kita tidak menyadari bahwa keberhasilan kita sedikit banyak terjadi oleh karena dukungan dari orang-orang yang mengasihi kita. Jangan sesali diri jika kita tidak peduli terhadap mereka dengan menyia-nyiakan hubungan sehingga kehilangan mereka pada akhirnya. Penyesalan di akhir terkadang tidak bisa memperbaiki apa yang telah terjadi, terutama jika mereka sudah tidak ada di dunia ini lagi dan kesempatan itu telah sirna.

Itulah beberapa judul cerita fabel yang bisa Anda ceritakan pada anak. Harapannya, sang buah hati akan tumbuh dengan moral yang baik seperti yang disampaikan di dalam cerita. Dari beberapa cerita di atas, mana yang pernah Anda baca atau dengar sebelumnya?

Comments are closed.