Jangan Sepelekan •Family Time•

Family time sangatlah penting untuk mengakrabkan anda dan keluarga. Mengapa dan bagaimana caranya?

Family

Oleh Rosdiana Setyaningrum 

Psikolog 


Hasil penelitian yang dilakukan George Vaillant, Harvard Grand Study (1972-2004) di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pria yang sukses dalam karir dan bahagia adalah mereka yang dekat dengan keluarga. Penyebabnya adalah pekerjaannya didukung oleh orang-orang terdekat atau keluarga. Pria yang dapat mengekspresikan cinta dan mempunyai ikatan yang kuat dengan keluarga adalah orang-orang yang pada akhirnya merasakan kebahagiaan.  

Sementara bagi anak-anak, Michael Grose, penulis buku laris Why First Borns Rule The World And Last Borns Want To Change It (2003) di dalam websitenya parentingideas.com.au, menulis bahwa kegiatan sederhana, seperti makan bersama dapat membuat anak menjadi bahagia. Anak-anak yang bahagia akan menjadi orang dewasa yang bahagia pula.  

Dari penelitian di atas, jelas terlihat kedekatan dengan keluarga amatlah penting, baik untuk ayah, ibu, dan juga anak-anak. Tentu saja cara yang termudah untuk mendekatkan diri dengan keluarga adalah dengan meluangkan waktu bersama mereka. 

Kualitas atau Kuantitas? 

Pertanyaan yang selalu muncul dalam pengasuhan anak dan kehidupan berkeluarga adalah mana yang lebih penting, kualitas atau kuantitas? Kualitas berarti seberapa jauh perhatian yang kita berikan saat bersama keluarga. Sedangkan kuantitas berarti berapa banyak waktu yang kita berikan. 

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa bagaimanapun kuantitas harus ada terlebih dahulu, baru kualitas. Mengapa begitu? 

Kualitas berarti orang tua bisa meluangkan waktu secara efektif. Salah satu kasus yang sering kita lihat adalah orang tua bersama anak-anak tapi sibuk dengan gadget-nya. Orang tua bagai •ada tapi tiada•. Pun contoh lain, Anda berkendaraan bersama, tapi orang tua diam kerena tidak ada topik pembicaraan. Waktu luang untuk keluarga menjadi sia-sia. 

Menurut Mary Ainsworth, seorang pakar yang melakukan penelitian kelekatan, pola asuh ini merupakan yang paling tidak sehat dibandingkan dengan jenis kelekatan yang lain. Ibu atau ayah terlihat bersama anaknya, tapi tidak mengenali sifat, kekuatan, kelemahan perasaan anak-anaknya, dan membuat si anak merasa tidak aman. Perasaan ini akhirnya berujung pada perasaan negatif terhadap orang lain saat dewasa dan kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri. 

Jadi Kualitas Lebih Penting? 

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa mengenali orang-orang di dekat kita, kalau kita sebagai orang tua jarang menyempatkan waktu untuk bersama? Semakin sering bertemu teman, kita akan semakin akrab. Begitu pula dengan keluarga.  

Perasaan yang menganggap pasangan, orang tua, saudara dan anak itu penting datang dari seberapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mereka. Waktu luang yang dimaksud di luar komunikasi di dunia maya. Dengan kata lain, kita harus bertemu secara fisik bukan melalui alat komunikasi. 

Ketika keluarga tahu waktu yang Anda miliki waktu terbatas karena pekerjaan atau kegiatan lain, meluangkan waktu bersama keluarga memberikan makna bahwa keluarga begitu berharga. 

Mengapa Harus Secara Fisik? 

•Bertemu• melalui alat-alat komunikasi tidak dapat menggambarkan perasaan dan kepribadian seseorang. Kita tidak dapat melihat mimik mukanya dengan jelas saat berkomunikasi. Demikian juga dengan bahasa tubuh dan intonasinya. Padahal, observasi ketiga hal ini amatlah penting untuk dapat mendapatkan pengetahuan mengenai kepribadian orang-orang yang dekat dengan kita. 

Jadi, bertemu secara langsung atau meluangkan waktu merupakan bagian terpenting dari mendekatkan diri dengan keluarga. 

Dapatkah Dilakukan Dengan Cara Sederhana? 

Banyak orang berpendapat bahwa meluangkan waktu dengan keluarga berarti berlibur bersama. Kegiatan ini hanya bisa dilakukan saat libur sekolah dan orang tua mengambil cuti. Kalau dihitung-hitung, paling banyak 4 kali setahun. Padahal harus dilakukan sesering mungkin. Jadi harus bagaimana? Meluangkan waktu sebenarnya amatlah sederhana, kalau kita mau berpikir secara sederhana. Berikut kegiatan-kegiatan yang dapat kita lakukan bersama anak-anak: 

1. Membuat ritual kebersamaan tiap hari dengan anak menimbulkan kelekatan dan akan dirindukan saat anak dewasa kelak. Ritual makan malam bersama bisa menjadi kegiatan yang dapat mempererat hubungan keluarga. Terapkan peraturan, saat makan harus di meja makan, tanpa disuapi, dan tanpa gadget. Gunakan waktu ini untuk mengobrol dengan anak, suami, atau istri secara santai. 

2. Tidak sempat makan bersama karena pulang terlalu malam? Sempatkan nonton TV bersama sebentar saja mendiskusikan acara yang ditonton sampai pertengkaran karena memperebutkan remote TV akan menjadi kenangan yang indah kelak.  

3. Saat mengantar anak ke sekolah, mengobrolah dengan anak-anak dalam perjalanan. Mulai dari mobil yang lewat, perubahan restoran yang kita lewati, sampai obrolan yang lebih serius, yaitu kejadian hari-hari di sekolah. Menyanyilah bersama saat ada lagu yang disukai diputar di radio. 

4. Manfaatkan akhir pekan menjadi waktu khusus untuk keluarga untuk melakukan hobi bersama. Mulai dari memasak bersama, menonton bioskop, bersepeda, jalan-jalan bersama, mencuci mobil, olahraga bareng hingga membersihkan rumah bersama. 

5. Bekerja pun sebenarnya dapat kita lakukan bersama. Saat anak belajar, ikutlah •belajar• bersama mereka. Kita dapat bekerja atau membaca buku atau membantu anak belajar, sehingga seluruh keluarga memiliki waktu bekerja yang sama di rumah. 

Melakukan kegiatan berkualitas (quality time) bersama keluarga sebenarnya tidak perlu waktu khusus atau memakan waktu lama, apalagi mengeluarkan biaya yang tinggi. Justru keahlian kita menciptakan suasana yang menyenangkanlah yang dibutuhkan. Selamat mencoba!

Leave a Reply