Jenis dan Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga

Family

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu alasan mengapa banyak pasangan memutuskan untuk berpisah. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangatlah besar.

Bagi orang yang sudah menikah, tentu fase yang harus dilalui oleh pasangan suami istri tak lain adalah rumah tangga. Rumah tangga yang berjalan harmonis dan indah tentunya jadi impian setiap pasangan. Hidup dengan penuh cinta dan kasih sayang serta terus mendapatkan perilaku yang menyenangkan adalah beberapa hal yang paling diinginkan dalam rumah tangga.

Namun, faktanya tak semua pasangan suami istri mendapatkan kehidupan rumah tangga yang indah. Bahkan, tak sedikit yang akhirnya mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap kebutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan.

Umumnya kekerasan dalam rumah tangga dialami oleh kaum wanita atau istri. Tapi, fakta menunjukkan bahwa tak sedikit pula pria yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pasangannya. Tapi, siapa pun pelaku dan korbannya, tentu kekerasan dalam rumah tangga tidaklah baik. Bahkan, kekerasan dalam rumah tangga sudah tercantum dalam Pasal 1 UU Nomor 23 Tahun 2004. Siapa pun yang menjadi pelakunya akan ditindak secara hukum.

Baca juga: 10 Cara Mudah Mewujudkan Kumpul Keluarga Bahagia

Jenis-jenis Kekerasan dalam Rumah Tangga

Secara garis besar, kekerasan dalam rumah tangga dibagi menjadi beberapa jenis. Jadi, kekerasan yang dimaksud bukan hanya kekerasan fisik, melainkan jenis-jenis lain yang merugikan istri atau suami dalam bahtera rumah tangga. Mari kita lihat jenis-jenisnya berikut ini!

Kekerasan Fisik

Jenis kekerasan dalam rumah tangga yang pertama dan paling sering terjadi tak lain adalah kekerasan fisik. Kekerasan dalam rumah tangga satu ini dilihat dari setiap perbuatan atau tindakan yang dilakukan salah satu pasangan sehingga mengakibatkan rasa sakit, hingga jatuh sakit, atau luka berat pada korban. Bahkan, kekerasan dalam rumah tangga satu ini dapat menyebabkan korbannya kehilangan nyawa.

Kekerasan Psikis

Kekerasan psikis merupakan kekerasan dalam rumah tangga yang ada di urutan nomor dua. Biasanya, kekerasan psikis disebabkan karena adanya suatu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan bahkan penderitaan psikis berat pada seseoang.

Kekerasan Seksual

Menjabarkan kekerasan seksual adalah kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi dalam konteks seksual. Meski sudah diperbolehkan secara agama dan hukum, nyatanya berhubungan intim pada pasangan suami istri tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan bersama. Ada beberapa hal yang termasuk dalam kekerasan seksual, yaitu:

  1. Pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan/atau tidak disukai yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut;
  2. Pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.

Baca juga: Jaga Diri dan Keluarga dari Hal Buruk dengan Cara Ini!

Penelantaran Rumah Tangga

Kekerasan dalam rumah tangga yang terakhir adalah penelantaran rumah tangga. Terdapat dua jenis tidakan yang termasuk dalam penelantaran rumah tangga, yaitu:

  1. Tindakan seseorang yang menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya. Sedangkan menurut hukum yang berlaku dirinya berkewajiban memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Hal ini dapat terjadi antara orangtua dengan anak-anaknya atau yang berada di bawah pengasuhannya. Termasuk bagi orang-orang dewasa yang bertanggungjawab dalam suatu panti asuhan atau tempat penitipan anak (day care) kepada anak-anak yang berada di dalamnya.
  2. Jika seseorang melakukan suatu tindakan yang mengakibatkan adanya ketergantungan ekonomi pada dirinya. Dengan cara membatasi dan/atau melarang orang lain dalam lingkup rumah tangganya untuk bekerja yang laik, baik di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada dalam kendali pelaku.

Baca juga: Manfaat dan Cara Membuat Kartu Keluarga yang Patut Anda Ketahui

Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam rumah tangga jelas menimbulkan dampak yang buruk bagi korbannya. Tak hanya secara fisik, kekerasan dalam rumah tangga bahkan cenderung lebih berdampak pada kondisi psikis korban. Berikut adalah beberapa dampak kekerasan dalam rumah tangga yang dirasakan oleh korban.

Tidak Pernah Merasa Tenang

Seseorang yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga akan mengalami kesulitan melupakan bekas luka yang dialaminya. Hidup pun jadi tidak tenang.

Seandainya korban berhasil meninggalkan penganiayanya, misalnya istri yang menggugat cerai, anak yang bertumbuh dewasa, hal ini akan terus mempengaruhi hubungan-hubungan mereka selanjutnya.

Trauma

Ada banyak kasus di mana korban kekerasan dalam rumah tangga menjadi tertekan dan trauma setelah menghadapi pelecehan dalam hubungan mereka.

Hal ini membuat mereka tidak bisa beraktivitas secara normal, yang kadang mempengaruhi berbagai aspek lain dalam kehidupan mereka, misalnya dalam bidang pekerjaan atau pendidikan.

Meninggalkan Rasa Sakit dan Cacat

Dalam kasus di mana salah satu di antara pasangan menerima kekerasan fisik, korban kekerasan dalam rumah tangga mungkin mengalami rasa sakit dan penderitaan. Nyatanya, rasa sakit dan penderitaan tersebut sangatlah sulit dihilangkan.

Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrem, korban kekerasan dalam rumah tangga mengalami cacat fisik permanen akibat penganiayaan yang diterimanya.

Tentu, tak ada satu pun keluarga yang menginginkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Namun, jika hal tersebut terjadi dalam keluarga Anda atau di sekitar Anda, segera laporkan ke pihak berwajib untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin saja terjadi jika kekerasan dalam rumah tangga terjadi dalam waktu yang lama.

Semoga kita semua terhindar dari kekerasan dalam rumah tangga dan dapat hidup harmonis sebagaimana yang kita harapkan sedari awal saat memutuskan untuk menjadi keluarga dan tinggal bersama.

Comments are closed.