Jujur Pada Anak Adopsi

Bagaimana berkata jujur pada anak adopsi? Intip triknya!

Family

Halo Mbak Rosdiana, 
Saya wanita lajang, 28 tahun. Saya memiliki anak adopsi berusia 10 bulan. Saya berencana untuk tidak menikah, tapi saya bingung bagaimana menjelaskan kepada anak saya jika ia bertanya mengenai ayahnya. Apa yang harus saya lakukan, Mbak? 

Salam, 
Eka  

Halo Mbak Eka, 
Wah! Salut saya pada Anda, berani mengambil langkah yang tidak biasa di Indonesia. Kebanyakan orang menjalankan cara konvensional, yaitu menikah dan mempunyai anak. Agar seimbang, mempunyai orang tua •lengkap• amat penting bagi anak. Anak belajar mengenai kehidupan melalui peran orang tua, lelaki dan perempuan, atau ayah ibunya. Bila keadaan tidak memungkinkan, peran ini masih bisa digantikan, misalnya peran ayah bisa diganti oleh kakek atau paman dan ibu oleh nenek atau bibi. Jadi cobalah anda pikirkan, siapa yang bisa berperan sebagai ayah dari anak Anda? Apakah ayah Anda? Atau saudara laki-laki Anda? Dukungan keluarga dan teman amatlah penting dalam menjalankan kehidupan Anda kelak.  

Saat anak bertanya nanti, sesuaikan saja dengan usianya. Bila ia masih dibawah 5 tahun, kita bisa menjawab bahwa tiap keluarga itu beda-beda. Di keluarga kita, ayah kamu adalah kakek. Kakek, nenek, mama sayang sekali padamu. Itu yang penting. Nanti saat ia sudah lebih besar, kita bisa mengatakan yang sebenarnya. Saya yakin, saat si kecil merasa bahwa kita benar-benar mencintainya, tidak masalah apakah ia anak adoposi atau anak kandung. Bagaimanapun ia merasakan bahwa dirinya dicintai dan diterima apa adanya. 

Sementara itu, tetap bukalah hati Anda terhadap pernikahan. Saat Anda menemukan orang tepat yang mau menerima Anda dan buah hati apa adanya, menikahlah. Bangunlah sebuah keluarga yang bahagia.

Leave a Reply