Film Keluarga Cemara: Tampil Lagi, Ambil Pelajarannya Yuk!

Family

Anda pasti sudah begitu lekat dengan film Keluarga Cemara. Film satu ini memang begitu dekat dan memberikan banyak sekali nilai-nilai hidup keluarga Indonesia. Setuju?

Film Keluarga Cemara tampil kembali di Bioskop seluruh Indonesia di awal Januari 2019 yang lalu. Film ini hadir dengan warna baru, diperankan oleh bintang baru. Namun makna yang dikandung dalam film ini masih sangat kental.

Ringgo dan Nirina Zubir adalah deretan actor dan aktris yang berperan sebagai sosok Abah dan Emak dalam keluarga kecil tersebut. Kisah kehidupannya sangat ditunggu-tunggu. Dari kisah keluarga ini, banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh siapa pun.

Sekilas Tentang Film Keluarga Cemara

Film ini merupakan adaptasi dari cerita bersambung di era 90-an. Cerita kehidupan ini dahulunya dimuat di Majalah Hai. Kisahnya sangat mengharukan dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang kuat.

Setelah itu, kisah kehidupan ini dibuatkan cerita dalam sebuah novel berseri. Penulisnya adalah Arswendo Atmowiloto. Di saat yang hampir bersamaan, novel ini kemudian divisualisasikan menjadi sebuah sinetron keluarga di TV nasional.

Sinetron keluarga ini menjadi sangat populer di masa itu. Perjalanan hidup dari sebuah keluarga kecil yang hidup dengan kesederhanaan membawa linangan air mata. Bahkan membuat sinetron Keluarga Cemara sangat digandrungi oleh masyarakat tanah air.

Beberapa tahun kemudian, kisahnya mulai dimunculkan kembali dalam dunia perfilman nasional. Film ini disutradarai dan ditulis oleh orang yang sama oleh Yandi Laurens. Tapi, tenang kisahnya tetap merujuk pada novel yang ditulis oleh Arswendo Atmowiloto beberapa tahun silam.

Film dengan segudang penghargaan ini diperkenalkan pada akhir 2018. Kemudian film ini mulai dirilis secara resmi pada awal Januari 2019 yang lalu. Dari perilisan film ini, sejumlah penghargaan didapatkan karena kualitas kisahnya sangatlah baik.

Kisahnya sangat menginspirasi bagi kehidupan pribadi seseorang di dunia nyata. Tetap tegar meskipun mengalami situasi yang tidak mengenakkan. Keluarga ini percaya bahwa buah dari kesabaran, ketabahan, dan segala tantangan hidup bisa dihadapi dengan jiwa besar.

Baca juga: 5 Film Berdasarkan Kisah Nyata yang Menginspirasi

Kisah Kehidupan Keluarga Cemara

Seabrek penghargaan yang disabet dari perilisan film Keluarga Cemara memang bukanlah hal yang baru. Kisah kehidupan Kelurga Cemara memang sangat menarik. Tentunya penuh makna.

Singkat ceritanya, kehidupan keluarga ini berbalik 100 persen dari kehidupan sebelumnya. Keluarga yang dahulunya sangat kaya harus jatuh miskin. Jatuh miskinnya keluarga ini dilatarbelakangi oleh penipuan salah satu keluarga besarnya.

Setelah jatuh miskin, keluarga ini memilih pindah dari Jakarta ke Bogor. Kepindahannya ke desa membuat abah dan keluarga harus beradaptasi dengan kehidupan barunya. Tentunya menjalani kehidupan dengan sangat sederhana.

Meskipun dalam ketidaknyamanan, nyatanya abah dan keluarga bisa bahagia. Keluarga kecil abah tetap bertahan dan menjalani kehidupan dengan bahagia. Makanya, tidak salah bila kisahnya sangat fenomenal dan penuh pelajaran berharga.

Baca juga: Pelajaran Menarik dari Film Catch Me If You Can

Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik

Bagi Anda yang pernah melihat sinetronnya di tahun 90-an, kehadiran film keluarga ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk bernostalgia. Di samping itu, Anda juga bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah hidup keluarga yang hidup dengan cara sangat sederhana ini.

Ada beberapa pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah abah dan keluarganya di film ini. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

1. Bahagia Tidak Harus Bergelimang Harta

Kehidupan abah dan keluarga memang benar-benar berubah. Perubahan ke titik paling bawah dijalani dengan penuh kesabaran. Menariknya, abah dan anggota keluarga masih bisa tersenyum dan saling bercanda.

Bagi sosok paling bungsu, si bungsu malah senang dengan keadaan tersebut. Alasannya, dirinya bisa menghabiskan seluruh waktu bersama abah tercinta. Ini adalah hal yang hampir tidak bisa dilakukan ketika keluarga ini masih sukses.

2. Tetap Tegar Meskipun Menjalani Hidup Pas-pasan

Pelajaran lain yang bisa dipetik dari kisah flm satu ini adalah ketegaran dan kesabaran. Meskipun kehidupannya berubah drastis, abah tidak pantang menyerah untuk menafkahi keluarganya. Apa pun dilakukan demi memenuhi kebutuhan.

Dikisahkan jika Abah berani bekerja sebagai kuli bangunan maupun tukang ojek. Kesemuanya dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Dan itu adalah cara keluarga untuk bertahan dari kenyataan hidup.

Baca juga: 5 Aplikasi Streaming Film Indonesia Gratis Tanpa Unduh

3. Bersyukur Atas Keadaan

Pelajaran berharga lain adalah munculnya rasa syukur untuk menerima setiap keadaan. Ini bisa dilihat dari hidup keseluruhan anggota. Khususnya pada sosok Euis yang merupakan anak pertama.

Euis sendiri pernah menikmati masa-masa jaya dengan gelimang harta. Begitu pun dirinya ikut merasakan kondisi tanpa harta. Tapi itu dijalani dengan penuh rasa syukur.

Meskipun awalnya Euis tidak menyukai keadaan yang menimpa keluarganya, perlahan-lahan dirinya mulai sadar. Keluarganya masih tetap utuh, dan kesemuanya masih bisa merasakan kebahagiaan. Itulah hal yang dirasakan oleh sosok Euis dalam keluarganya.

4. Bersama Keluarga, Semuanya Akan Lebih Mudah

sinopsis keluarga cemara

source: jogja.tribunnews.com

Perubahan nasib dari Keluarga Abah memang tidaklah mudah untuk diterima. Siapa pun yang merasakannya pasti sulit untuk menerimanya. Tetapi, ada sisi positif dari perubahan nasib tersebut.

Komitmen dari abah untuk terus menjaga keluarganya patut diacungi jempol. Begitupun seluruh anggota, mereka saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Sejumlah tantangan yang ada bukanlah menjadi masalah yang berarti. Kesemuanya selalu ada solusinya. Hal yang terpenting, semua hal bisa didiskusikan dengan seluruh anggota.

Kisah dari film ini ini memang sangat unik. Penuh dengan inspirasi. Tentunya membuka mata kalau kebersamaan dalam keluarga adalah yang paling utama.

Keluarga adalah harta yang tak ternilai. Kebahagiaan akan datang meskipun tantangan hidup cukup besar, karena tantangan sebesar apa pun bisa ditangani asalkan mau menghadapinya.

Kesimpulannya, keluarga adalah harta paling bernilai dibandingkan harta lainnya. Kebersamaan dalam keluarga adalah segalanya. Itulah sekilas mengenai kisah bahagia dari Abah, Emak, Euis dan Ara yang hidup dalam kesederhanaan.

(Sumber Foto: Instagram @filmkeluargacemara)

Comments are closed.