Manfaat dan Cara Membuat Kartu Keluarga yang Patut Anda Ketahui

Family

Kartu Keluarga merupakan dokumen penting yang harus dimiliki setiap keluarga. Jika tidak, banyak proses pengurusan berkas dan kebutuhan lainnya yang tak bisa berjalan. Jadi, sebaiknya pahami cara membuatnya dengan kondisi yang berbeda.

Setiap keluarga sejatinya wajib memiliki Kartu Keluarga. Berkas ini merupakan kartu identitas keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan, dan jumlah anggota dalam sebuah keluarga. Bukan tanpa alasan jika setiap keluarga harus memiliki Kartu Keluarga. Sebab, berkas ini selalu menjadi syarat dalam pembuatan berbagai dokumen penting, seperti Kartu Tanda Penduduk dan Akta Kelahiran bagi Anak dalam sebuah keluarga.

Maka, tak ada alasan bagi setiap keluarga untuk tidak mengurus berkas ini dan memberikan data yang valid jika ada perubahan. Khususnya bagi keluarga baru atau pasangan yang baru menikah, Kartu Keluarga merupakan berkas penting pertama yang harus dibuat. Tanpa adanya berkas ini, segala proses administrasi dan berbagai kebutuhan legal lainnya yang menyangkut keluarga tak akan bisa berjalan.

Nah, mungkin ada di antara Anda yang merupakan keluarga baru atau pasangan yang baru menikah dan ingin mengurusnya. Cara dan proses pengurusannya terbilang mudah, kok. Adapun berkas yang dibutuhkan untuk membuat Kartu Keluarga antara lain:

  1. Siapkan surat pengantar dari RT dan RW tempat Anda tinggal.
  2. Kartu Tanda Penduduk untuk setiap anggota yang sudah berusia di atas 18 tahun.
  3. Formulir permohonan yang bisa diperoleh di Kelurahan setempat.

Setelah semua berkas di atas telah Anda miliki, barulah proses pembuatan berkas ini bisa berjalan. Namun, terkadang ada saja kendala yang terjadi, salah satu yang paling sering terjadi adalah petugas yang mengurusinya meminta biaya dalam jumlah tertentu.

Padahal, menurut UU No. 24 Tahun 2013 Pasal 79A, segala pengurusan berkas penting, termasuk Kartu Keluarga, tidaklah dipungut biaya alias gratis. Jadi, jika petugas meminta sejumlah uang kepada Anda, Anda berhak untuk tidak memberikan uang yang diminta dan bahkan Anda disarankan untuk melaporkan kejadian tersebut karena hal itu masuk dalam kategori pemerasan dan pungutan liar.

Bagi Anda yang sebelumnya telah memiliki berkas ini, tetapi ada satu dan lain hal yang mengharuskan Anda mengurus atau membuat kartu baru, Anda dapat mengurusnya dengan mudah, seperti yang dijabarkan di atas. Namun, yang berbeda hanyalah persyaratannya saja.  Yuk, kita lihat syarat mengurus Kartu Keluarga baru dengan berbagai jenis kondisi di bawah ini!

Mengurus Kartu Keluarga untuk Pasangan Baru Menikah

  1. Surat pengantar dari RT yang telah distempel di RW.
  2. Fotokopi buku nikah/akta perkawinan.
  3. Surat keterangan pindah (bagi anggota keluarga pendatang).

Mengurus Kartu Keluarga untuk Penambahan Anggota Keluarga Baru

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Kartu keluarga yang lama
  3. Surat keterangan kelahiran putra/putri Anda yang akan menjadi anggota keluarga baru

Mengurus Kartu Keluarga untuk Pengurangan Anggota Keluarga

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Kartu keluarga yang lama
  3. Surat Keterangan Kematian (bagi yang meninggal dunia)
  4. Surat Keterangan Pindah (bagi yang pindah)

Mengurus Kartu Keluarga yang Hilang atau Rusak

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  3. Kartu Keluarga yang rusak (untuk kasus Kartu Keluarga yang rusak)
  4. Fotokopi dokumen kependudukan dari salah satu anggota keluarga

Sekali lagi, tak ada alasan bagi Anda untuk tidak memiliki Kartu Keluarga. Selain cara dan syarat dalam pembuatannya yang mudah, Kartu Keluarga merupakan dokumen penting yang tak mungkin Anda acuhkan keberadaannya.

Comments are closed.