Meningkatkan Kualitas Belajar Anak

Saya merasa anak saya belajarnya sudah cukup, tapi nilainya masih pas-pasan. Bagaimana solusinya?

Family

Dear Mbak Ratih,
Bagaimana meningkatkan kualitas belajar anak? Saya merasa anak saya belajarnya sudah cukup, tapi nilainya masih pas-pasan. Bagaimana solusinya?

Salam,
Dyah

Hai Dyah,
Sebenarnya setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini memiliki potensi dan bakatnya masing-masing. Bersyukurlah Dyah jika merasa anak telah belajar dengan maksimal dan memperoleh nilai yang pas-pasan. Bukankah pas-pasan itu berarti nilainya cukup? Meskipun tidak lebih, iatetap dapat mengikuti pelajaran bukan? Rasa syukur perlu Dyah miliki karena banyak juga anak yang telah belajar dengan sangat maksimal namun nilainya tetap kurang.

Perlu Dyah ingat prestasi akademik bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan seorang anak di masa depan. Jika memang prestasinya saat ini sudah maksimal tapi Dyah tetap memaksa anak mendapatkan lebih baik lagi, sama saja dengan mobil tua yang dipaksa untuk berlomba dengan Ferrari. Bukannya menang, ia dapat mengalami kerusakan yang sangat parah. Nah, jika sudah demikian, bukan tidak mungkin anak malah akan mengalami gangguan psikologis yang lebih berat, seperti stres, kecemasan, depresi, dan gangguan-gangguan lainnya. Bukan hal seperti ini yang Dyah inginkan terjadi pada anak bukan?

Nah, untuk itu, saya menyarankan agar Dyah mengajak anak menemui psikolog untuk melakukan konsultasi dan menjalani tes potensi kecerdasan (tes IQ). Melalui hasilnya, Dyah akan mengetahui apakah prestasi yang dihasilkan anak saat ini masih dapat dikembangkan ataukah sudah sampai batas maksimal. Jika masih dapat dikembangkan, psikolog juga akan memberikan saran-saran yang tepat sasaran mengenai bagaimana cara mengembangkannya. Sebaliknya, jika sudah maksimal, psikolog akan memberikan saran untuk mengembangkan potensi anak di bidang lainnya, selain akademik, agar ia tetap dapat berprestasi dengan gemilang dan dapat meraih kesuksesannya kelak.
Ê

Leave a Reply