Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Perkembangan Anak

Family

Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Yuk, pahami lebih jelas lagi demi kebutuhan buah hati Anda.

Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik.

Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Seperti kedermawanan, kepedulian terhadap sesama,  juga empati bagi orang-orang sekitar yang tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak. Bila itu semua dimiliki oleh anak, menunjukkan bahwa bukti adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Pilar-pilar Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter didasarkan pada enam nilai-nilai etis bahwa setiap orang dapat menyetujui – nilai-nilai yang tidak mengandung politis, religius, atau bias budaya. Beberapa hal di bawah ini yang dapat kita jelaskan untuk membantu siswa memahami Enam Pilar Pendidikan Berkarakter, yaitu sebagai berikut:

  1. Trustworthiness (Kepercayaan)

Jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, jadilah handal – melakukan apa yang anda katakan anda akan melakukannya, minta keberanian untuk melakukan hal yang benar, bangun reputasi yang baik, patuh – berdiri dengan keluarga, teman dan negara.

  1. Respect (Respek)

Bersikap toleran terhadap perbedaan, gunakan sopan santun, bukan bahasa yang buruk, pertimbangkan perasaan orang lain, jangan mengancam, memukul atau menyakiti orang lain, damailah dengan kemarahan, hinaan dan perselisihan.

  1. Responsibility (Tanggung Jawab)

Selalu lakukan yang terbaik, gunakan kontrol diri, disiplin, berpikirlah sebelum bertindak – mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas pilihan Anda.

  1. Fairness (Keadilan)

Bermain sesuai aturan, ambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka; mendengarkan orang lain, jangan mengambil keuntungan dari orang lain, jangan menyalahkan orang lain sembarangan.

  1. Caring (Peduli)

Bersikaplah penuh kasih sayang dan menunjukkan anda peduli, ungkapkan rasa syukur, maafkan orang lain, membantu orang yang membutuhkan. 

  1. Citizenship (Kewarganegaraan)

Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama, melibatkan diri dalam urusan masyarakat,  menjadi tetangga yang baik, mentaati hukum dan aturan, menghormati otoritas, melindungi lingkungan hidup.

Tujuan, Fungsi, Nilai-nilai Pembentuk dan Penguatan Pendidikan Karakter

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
Pendidikan karakter berfungsi untuk:

  1. Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik
  2. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur
  3. Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa

Nilai-nilai Pembentuk Pendidikan Karakter

Satuan pendidikan sebenarnya selama ini sudah mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai pembentuk karakter melalui program operasional satuan pendidikan masing-masing. Hal ini merupakan prakondisi pendidikan karakter pada satuan pendidikan yang untuk selanjutnya pada saat ini diperkuat dengan 18 nilai hasil kajian empirik Pusat Kurikulum. Nilai prakondisi (the existing values) yang dimaksud antara lain takwa, bersih, rapi, nyaman, dan santun. Mengutip Puskur, Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah, dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter telah teridentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu:

  1. Jujur
  2. Toleransi
  3. Disiplin
  4. Kerja keras
  5. Kreatif
  6. Mandiri
  7. Demokratis
  8. Rasa Ingin Tahu
  9. Semangat Kebangsaan
  10. Cinta Tanah Air
  11. Menghargai Prestasi
  12. Bersahabat/Komunikatif
  13. Cinta Damai
  14. Gemar Membaca
  15. Peduli Lingkungan
  16. Peduli Sosial
  17. Tanggung Jawab
  18. Religius

Meskipun telah terdapat 18 nilai pembentuk karakter bangsa, namun satuan pendidikan dapat menentukan prioritas pengembangannya dengan cara melanjutkan nilai prakondisi yang diperkuat dengan beberapa nilai yang diprioritaskan dari 18 nilai di atas.

Dalam implementasinya jumlah dan jenis karakter yang dipilih tentu akan dapat berbeda antara satu daerah atau sekolah yang satu dengan yang lain. Hal itu tergantung pada kepentingan dan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Di antara berbagai nilai yang dikembangkan, dalam pelaksanaannya dapat dimulai dari nilai yang esensial, sederhana, dan mudah dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah/wilayah, yakni bersih, rapih, nyaman, disiplin, sopan dan santun.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional.

Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini  ingin  ditanamkan  dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa.

Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan. Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masing-masing.

Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Membangun Generasi Emas 2045 yang dibekali Keterampilan Abad 21

Apa saja keterampilan abad 21 yang dibutuhkan setiap siswa? Kualitas karakter merupakan salah satu aspek untuk membangun Generasi Emas 2045, disertai kemampuan dalam aspek literasi dasar dan kompetensi abad 21.

Kulitas Karakter

Bagaimana siswa beradaptasi pada lingkungan yang dinamin, meliputi religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

Literasi dasar

Bagaimana siswa menerapkan keterampilan dasar sehari-hari meliputi literasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital (teknologi informasi & komunikasi), literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Kompetensi

Bagaimana siswa memecahkan masalah kompleks, meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi.

Comments are closed.