10 Fakta Keselamatan Jalan dari Laporan WHO (Part I)

Health

Fakta keselamatan jalan dari laporan WHO ini adalah bentuk awarness untuk Anda lebih berhati-hati lagi saat di jalan!

Lebih dari 3.400 orang meninggal dunia di jalan setiap harinya, dan lebih dari puluhan juta orang mengalami luka-luka hingga cacat setiap tahunnya. Anak-anak, pejalan kaki, pengguna sepeda, dan orang tua adalah korban terbanyak dari para pengguna jalan. Kasus kecelakaan ini semua terjadi di jalan karena risiko-risiko yang timbul dari para pengguna kendaraan yang melewati batas kecepatan, pengemudi yang mabuk, penggunaan helm keselamatan yang kurang baik, sabuk pengaman, hingga pengamanan anak.

Itulah data yang dikeluarkan WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang termuat dalam Global Status Report on Road Safety 2015. Bahkan dalam data tersebut, Indonesia masuk dalam 10 daftar negara dengan angka kematian tertinggi yang diakibatkan kecelakaan di jalan raya bersama negara lainnya yaitu China, India, Amerika Serikat, Brazil, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Rusia, dan Jepang.

Untuk menyelamatkan setiap nyawa di jalan, Anda harus perhatikan kembali fakta keselamatan jalan dari laporan WHO ini. Kewaspadaan ini, bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tapi juga untuk peringatan semua orang untuk lebih berhati-hati lagi saat berada di jalan.

fakta keselamatan jalan

Setiap Tahunnya, 1,25 juta Orang di Dunia Meninggal Akibat Kecelakaan di Jalan Raya

Secara global, angka kematian tersebut dilaporkan stabil sejak 2007. Meskipun secara global jumlah tersebut bisa disebut stabil, diprediksi peningkatan secara global dan populasi akan meningkatkan jumlah angka kematian tersebut.

Dan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama besarnya angka kematian yang terjadi akibat kecelakaan di jalan raya. Menyedihkannya, mereka yang berusia di antara 15-29 tahun menempati posisi pertama rentang usia kematian.

fakta keselamatan jalan

90% Kematian di Jalan Raya ini Terjadi di Negara dengan Penduduk yang Berpenghasilan Rendah Hingga Menengah

Sebagai catatan, di negara-negara tersebut hanya sebesar 54% kendaraan yang tercatat secara resmi.

fakta keselamatan jalan

“Pengguna Jalan Rentan” adalah 50% Kelompok yang Paling Banyak Meninggal di Jalan Raya

Pejalan kaki, pengguna sepeda, dan pengguna kendaraan roda dua dan penumpangnya adalah yang termasuk ke dalam kelompok pengguna jalan rentan. Jumlah kematian yang menimpa pengguna jalan rentan ini lebih banyak terjadi di negara-negar dengan pendapatan yang rendah dibanding dengan negara-negara dengan pendapatan yang tinggi.

fakta keselamatan jalan

Mengatur Kecepatan Laju Kendaraan Mampu Mengurangi Peningkatan Kecelakaan di Jalan Raya

Faktanya, hanya 47 negara di dunia dengan jumlah populasi 13% penduduk dari seluruh dunia yang telah benar memberlakukan sistem dan praktik kecepatan berkendara di perkotaan. Ini termasuk dalam batas kecepatan maksimum perkotaan nasional 50km/jam dan pemerintah daerah lah yang mempunyai kedali mengenai batas maksimum kecepatan ini. Bila memang diperlukan, mereka harus dengan tegas mengurangi batas maksimumnya.

fakta keselamatan jalan

Pengendara yang Mabuk Berisiko Tinggi Terjadi Tabrakan

Bila Anda berkendara dengan sebelumnya mengonsumsi alkohol, batas konsentrasi alhokol dalam darah atau blood-alcohol concentration (BAC) adalah 0.05g/dl. Bila berada di atas batas tersebut, kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan atau tabrakan akan lebih besar. Sejauh ini, hanya 34 negara dengan jumlah penduduk 2,1 juta penduduk yang telah memiliki peraturan dan praktik yang jelas dan baik mengenai hukum mengemudi dan mengonsumsi alkohol. Saran dari WHO, BAC ini haruslah kurang atau sama dengan 0,05g/dl dan harus berada di bawah batas itu atau sekitar 0,02%g/dl untuk pengemudi muda dan pemula.

Bisa diprediksi, setiap terjadinya kecelakaan ini menjadi beban finansial bagi seseorang atau bahkan bagi keluarganya. Jika tak ada persiapan, pengobatannya membutuhkan biaya ratusan juta hingga miliaran rupiah. Bukan sebuah hal yang mengada-ada sebenarnya bila melihat nominal yang harus dikeluarkan untuk menutupi biaya seluruh perawatan. Kalau ada tabungan mungkin aman, kalau tidak ada dana darurat sama sekali? Bisa-bisa Anda nanti berhutang sana-sini.

fakta keselamatan jalan

Dari fakta keselamatan jalan dari WHO di atas, jadi perlukah Anda memiliki asuransi kesehatan?

Keuntungan asuransi kesehatan menjadi program yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari penggantian uang atau pemberian pelayanan kesehatan, disebabkan oleh penyakit, kecelakaan kerja, kecelakaan diri, hingga penggantian penghasilan yang hilang akibat menderita suatu penyakit atau mengalami sebuah kecelakaan.

Artinya, segala biaya yang terkait dengan kesehatan seperti biaya rumah sakit, biaya dokter, biaya obat, dan bahkan biaya operasi akan ditanggung perusahaan asuransi, yang disesuaikan dengan isi perjanjian yang tertera pada polis asuransi kesehatan yang Anda miliki.

Leave a Reply