6 Tanda Gejala Diabetes di Usia Muda yang Harus Diwaspadai

Health

Penyakit diabetes tak selalu diderita oleh orang yang berusia lanjut, anak muda juga berpotensi terkena penyakit ini dengan gejala-gejala tertentu. Berikut tanda-tanda yang perlu Anda waspadai agar bisa mengantisipasi risiko tersebut.

Banyak yang menganggap diabetes itu penyakit yang hanya dialami orang tua. Anggapan itu jelas salah besar. Sekarang, tidak sedikit usia muda yang divonis terkena diabetes. Bahkan, ada juga yang notabene masih anak kecil.

Ini menunjukkan bahwa penyakit itu tidak kenal usai. Bahkan hal ini menjadi warning agar siapa saja tidak boleh meremehkan penyakit degeneratif tersebut. Jangan karena masih muda, Anda boleh menerapkan pola hidup yang sembarangan.

Baca juga: Kencing Manis: Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya!

Gejala Diabetes yang Muncul pada Usia Muda

Selain orang tua, diabetes juga sering dikaitkan dengan tubuh yang gemuk. Orang yang memiliki tubuh gemuk atau obesitas sering dianggap berisiko terkena penyakit tersebut. Sementara itu, orang kurus tidak berisiko terkena. Sekarang, angapan itu juga sudah tidak layak lagi. Faktanya, banyak pasien diabetes yang secara postur tubuh ideal. Mereka tidak memiliki masalah dengan berat badan. Maka dari itu, siapa saja harus mengetahuai lebih dalam lagi mengenai gejala-gejala berikut ini:

gejala diabetes saat usia muda

1. Sering Lemas dan Lesu

Sangat mengkhawatir jika ada anak muda sering mengalami lemas dan lusu. Pasalnya, mereka tahu jika gejala diabetes yang paling sering muncul adalah lemas dan lesu. Kenapa ini terjadi? Ternyata ini berkaitan dengan otot di dalam tubuh. Jika gula darah naik di dalam tubuh, maka otot mengalami perkembangan yang tidak normal. Hal ini membuat tubuh seorang pasien begitu lemas.

2. Sering Dehidrasi

Seseorang yang terkena diabetes biasanya akan lebih sering merasa haus. Padahal, ia tidak terlalu banyak beraktivitas fisik dan tidak juga berkeringat. Nah jika Anda atau siapa pun mengalami gejala ini, segera periksakan ke dokter, ya. Takutnya Anda mengidap penyakit diabetes.

3. Sering Buang Air Kecil

Pada umumnya, anak muda yang sehat biasanya akan mengeluarkan ekskresi melalui buang air kecil sebanyak 2 liter. Jika ekstresi melebihi 2 liter, ada kemungkinan orang tersebut terkena diabetes. Namun, ekskresi sebanyak 2 liter tidak dijadikan satu-satunya patokan. Karena bisa saja seseorang minum banyak air putih setiap hari sehingga ekskresi air seni lebih dari 2 liter. Tentu hal ini sangat sering terjadi.

Baca juga: 5 Tip Menerapkan Pola Hidup Sehat

4. Berat Badan Turun Signifikan

Gejala diabetes tidak hanya berupa berat badan yang berlebihan atau obesitas. Bisa juga sebaliknya. Berat badan turun secara dratis juga menjadi salah satu gejala penyakit diabetes. Mengapa ini terjadi? Ini berkaitan dengan jaringan otot yang tidak lagi mendapatkan energi dari gula. Akibatnya, otot tidak berkembang dengan baik sehingga mempengaruhi berat badan.

5. Mudah Terkena Infeksi

Usia muda secara umum memiliki jaraingan tubuh yang sangat baik. Ketika ada bagian tubuh yang terluka, maka jaringan akan bekerja untuk menutup luka tersebut. Sayangnya, usia dini dengan gejala diabetes tidak memiliki kemampuan tersebut. Bahkan, besar kemungkinan jika ia terluka, maka luka tersebut akan mudah sekali menjadi infeksi dan mengakibatkan semakin parah.

6. Kulit Menjadi Semakin Hitam

Tanda lainnya adalah kulit menghitam. Ini disebabkan adanya gangguan insulin. Terkadang, tidak hanya kulit saja yang menghitam tapi juga muncul bercak hitam seperti tanda penuaan dini. Hanya saja, bercak hitam ini tidak pada wajah tapi pada leher dan ketiak.

Jadi, jangan selalu memberikan stigma berisiko terkena diabetes pada anak yang berbadan gemuk. Faktanya, badan gemuk tidak menjadi satu-satunya gejala.

Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini

mencegah diabetes sejak dini

Angka diabetes di Indonesia diprediksi akan terus naik. Prediksi ini turun jika secara masif semua orang, terutama anak-anak muda melakukan pencegahan sejak dini. Tak banyak hal sebenarnya yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes ini. Misalnya saja mengubah pola makan yang kurang sehat menjadi pola makan yang sehat. Kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, kalori, dan lemak. Itu artinya hindari makanan fast food dan minuman manis, khususnya soft drink. Ganti dengan makanan yang berserat tinggi dan mengandung karbohidrat kompleks.

Baca juga: Apakah yang Dimaksud Asuransi Penyakit Kritis?

Selain itu, sejak dini harus rajin olahraga. Sekarang, olahraga bukan hal yang membosankan. Ada  banyak sekali pusat olahraga yang bisa Anda kunjungi. Selain bisa berolahraga dengan baik, Anda juga bisa bersosialisasi serta membangun jaringan pertemanan. Melakukan olahraga secara rutin sangat cukup untuk menurunkan risiko terkena diabetes.

Namun, yang tak kalah penting lagi adalah pengecekan gula darah secara rutin. Ada beberapa kasus di mana anak muda terlihat sangat sehat, tapi nyatanya ada risiko dan berpotensi menderita. Untuk itu, meskipun sudah menerapkan pola makan sehat dan menjaga kebugaran jasmani secara rutin, pengecekan gula darah harus dilakukan. Setidaknya ini dilakukan satu kali dalam satu tahun. Pengecekan ini sebagai langkah antisipasi. Sebab jika ada risiko terkena penyakit tersebut, langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

Itulah beberapa hal mudah sekali untuk dilakukan sebagai langkah pencegahah terhadap diabetes. Setiap anak muda harus sadar akan pentingnya menjaga kesehatan agar angka penderita di Indonesia bisa diturunkan.

Comments are closed.