Air Laut: Fakta dan Manfaat Rahasianya

BeritaHealth

Mengobati penyakit kulit, sakit mental hingga menjadi penghasil garam. Ini dia deretan fakta dan manfaat air laut bagi manusia.

Air laut, air yang membentuk samudera dan laut, meliputi lebih dari 70 persen permukaan bum. Air ini adalah campuran kompleks dari 96,5 persen air, 2,5 persen garam, dan sejumlah kecil zat lain, termasuk bahan anorganik dan organik terlarut, partikulat, dan beberapa gas atmosfer.

Laut merupakan sumber yang kaya akan berbagai elemen kimia yang penting. Sebagian besar magnesium dan bromin didunia dihasilkan dari laut. Di beberapa bagian dunia, natrium klorida (garam meja) masih diperoleh dengan menguapkan laut. Selain itu, air dari laut, ketika dihilangkan garamnya, dapat memberikan pasokan air minum yang tidak terbatas. Ada sejumlah fakta menarik lain, mari kita kupas satu per satu.

Baca juga: Fakta Menarik Laut Mati, Sudah Tahu?

5 Fakta Menarik Air Laut

Fisiknya Kaya akan Zat Kimia Penting

Enam ion yang paling melimpah adalah klorida (Cl­­-), natrium (Na+), sulfat (SO24), magnesium (Mg2+), kalsium (Ca2+), dan kalium (K+). Berat ion-ion ini membentuk sekitar 99 persen dari semua garam laut. Jumlah garam-garam ini dalam volume air laut bervariasi karena penambahan atau pembuangan air secara lokal misalnya melalui presipitasi dan penguapan.

Kandungan garam di laut ditunjukkan oleh salinitas (S), yang didefinisikan sebagai jumlah garam dalam gram yang dilarutkan dalam satu kilogram air dan dinyatakan dalam bagian per seribu. Salinitas di laut terbuka telah diamati berkisar dari sekitar 34 hingga 37 bagian per seribu (0/00 atau ppt), yang juga dapat dinyatakan sebagai 34 hingga 37 unit salinitas praktis (psu).

Bukan Penghasil Garam

fakta air laut

Menariknya menurut sejumlah peneliti biarpun air di laut terasa asin dan mengandung garam. Namun tidak menjadikannya penghasil garam utama. Garam justru dihasilkan oleh air tawar yakni sungai atau danau yang membawa kandungan garam dari air hujan. Teori ini dikemukakan oleh Sir Edmond Halley pada tahun 1715.

Ia berpendapat bahwa garam dan mineral lainnya dibawa ke laut melalui sungai, setelah dilepaskan dari tanah karena limpahan hujan. Setelah mencapai lautan, garam-garam ini akan dipertahankan dan terkonsentrasi saat proses penguapan menghilangkan air. Halley mencatat bahwa dari sejumlah kecil danau di dunia tanpa saluran laut (seperti Laut Mati dan Laut Kaspia), sebagian besar memiliki kandungan garam tinggi. Halley menyebut proses ini sebagai “pelapukan benua”.

Konsentrasi Berbeda di Tiap Lautan

Tahukan Anda bahwa setiap air di lautan di lautan berbeda punya konsentrasi yang tidak sama. Hal itu karena dipengaruhi oleh suplai utama air tawar yang masuk ke laut. Jadi, kodisi sumber air tawar baik dari sungai maupun danau akan memengaruhi tingkat kadar mineral dan garam lautan.

Komposisi kimiawinya dipengaruhi oleh berbagai mekanisme transportasi kimia. Sungai menambahkan bahan kimia terlarut dan partikulat ke margin samudera. Partikel yang terbawa angin dibawa ke wilayah laut tengah ribuan kilometer dari daerah sumber benua mereka. Solusi hidrotermal yang telah beredar melalui bahan kerak di bawah dasar laut menambahkan bahan terlarut dan partikulat ke laut dalam.

Organisme di laut bagian atas mengubah bahan terlarut menjadi padatan, yang akhirnya mengendap pada kedalaman samudera yang lebih besar. Partikulat dalam perjalanan ke dasar laut, serta bahan-bahan baik di dalam maupun di dalam dasar laut, mengalami pertukaran kimia. Melalui mekanisme pencampuran fisik di lautan (sirkulasi termohalin dan yang digerakkan oleh angin) membuat karakternya menjadi homogen dalam satu wilayah lautan. Namun akan berbeda di area samudera lain.

Tekanannya Mematikan

fakta air laut

Jika Anda berenang pada kedalaman laut lebih dari 5 meter tanpa bantuan alat penyelaman. Bisa saja saat naik ke permukaan Anda mengalami mual dan muntah darah. Hal ini karena air di dalam laut memiliki daya tekan sendiri terutama pada laut dalam. Muntah darah mengindikasikan paru-paru yang tertekan ketika Anda Menyelam.

Hanya Menghasilkan 3,5% Garam

Rata-rata, lautan dunia memiliki salinitas sekitar 3,5%, atau 35 bagian per seribu. Ini berarti bahwa untuk setiap 1 liter (1000 mL) lautan terdapat 35 gram garam. Ada beberapa bagian laut yang punya air segar yakni dengan salinitas rendah, diantaraya terdapat di bagian timur Teluk Finlandia dan di ujung utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik.  Sementara untuk laut terbuka yang paling asin adalah Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas menghasilkan tingkat penguapan permukaan yang tinggi.

Melihat banyaknya mineral yang terkandung, tak heran jika banyak manfaat yang bisa didapat ketika kita memanfaatkannya. Pun sudah banyak pengobatan dilakukan dengan media air luat. Lantas apa saja manfaat air dari laut bagi kita?

Manfaat

fakta air laut

Mengobati Berbagai Macam Masalah Kulit

Garam laut dikemas dengan mineral ramah kulit yang sehat seperti magnesium, kalsium, dan kalium, yang justru membuatnya sangat bermanfaat untuk berbagai kondisi kulit. Berbagai kandungan ini menyerap racun dalam tubuh dan pada kulit, termasuk bakteri penyebab jerawat dengan bekerja mengobati infeksi dan mendorong proses penyembuhan.

Kemampuan mengurangi kelembapan alami garam juga dapat membantu mengatur kelebihan produksi minyak yang menyebabkan pori-pori tersumbat. Bahkan beberapa penyakit berat seperti eksim juga bisa sembuh dengan air laut. Magnesium adalah mineral anti-inflamasi dan antimikroba yang tidak hanya mengurangi rasa gatal, tetapi juga menarik uap air dari bakteri dan jamur penyebab eksim untuk menghambat perkembangannya.

Sumber Energi Baru

Baru-baru sebuah penelitian menemukan bahwa gelombang laut bisa menjadi sumber energi baru. Prosesnya adalah memanfaatkan gelombang laut untuk memutar turbin pembangkit listrik sehingga dapat menghasilkan energi. Namun metode ini belum digunakan secara luas karena kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya infrastruktur penunjang.

Mengatasi Insomnia

Menurut sejumlah peneliti ternyata laut dapat membantu penderita insomnia mendapatkan tidur berkualitas. Ini karena air di laut mengandung banyak oksigen yang dapat memperlancar peredaran darah dan membuat otak lebih rileks, dengan begitu kitapun bisa lebih cepat tertidur dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Jika Anda punya masalah insomnia, tidak ada salahnya berlibur ke pantai. Nikmati udara lautan, berendam dalam garam mineralnya maka tubuh akan jadi lebih fit dan pikiran jernih.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Bagi Anda yang sering menderita sakit terutama flu cobalah untuk berendam di laut. Karena beberapa pakar mengatakan bahwa air di laut dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Hal ini karena terdapat banyak kandungan ion dan mineral yang mampu membuang racun dalam tubuh, melancarkan peredarah darah serta mengembalikan stamina.

Baca juga: Taman Nasional Bunaken, Menyelami Keindahan Dalam Laut

Comments are closed.