Alat Kesehatan Rumahan Untuk Deteksi Dini Penyakit

Cek up kesehatan tidak harus dilakukan di rumah sakit. Anda juga bisa melakukannya di rumah dengan beberapa peralatan kesehatan yang bisa Anda beli di apotek.

Health

Suatu kali mungkin Anda atau anggota keluarga Anda pernah mengalami demam. Apa yang pertama kali Anda lakukan? Langsung ke dokter, minum obat penurun panas, mengompres, atau mengukur suhu badan dengan termometer? Bagi yang memiliki termometer kemungkinan besar akan mengukur suhu badan dengan termometer tersebut. Suhu badan yang terpampang pada termometer akan menentukan tindakan apa yang akan diambil kemudian.

Bila suhu badannya tidak terlalu tinggi, mungkin solusinya akan minum obat atau makan menu bergizi. Namun bila suhu badan tinggi, misalnya 38-400C maka opsi yang dipilih mungkin akan segera memeriksakan ke dokter. Termometer yang berukuran kecil seperti itu ternyata bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk menentukan tindak lanjut kesehatan Anda dan keluarga.

Selain termometer, ada alat kesehatan yang bisa Anda miliki dan bisa menjadi alat cek up kesehatan Anda, khususnya untuk mencegah risiko penyakit serius seperti sakit jantung atau diabetes. Berikut ini alat-alat kesehatan yang bisa Anda miliki dan gunakan di rumah:

Tensimeter

Saat ini sudah mulai umum orang memiliki tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di rumah. Tensimeter digital praktis untuk digunakan. Harga tensimeter digital yang di bawah Rp1 jutaan kini mulai banyak dijual di pasaran. Alat ini bisa mengukur tekanan darah hingga detak jantung Anda. Penggunaan alat ini relatif mudah, namun Anda harus teliti menggunakannya.

Menurut James Beckerman, MD, FACC, dari St. Vincent Medical Center Portland Amerika, alat ini cukup mudah digunakan. Namun, dia menyarankan Anda melakukan tips berikut ini agar hasil dari tes tensimeter Anda bisa maksimal. Pertama, carilah lokasi yang tenang. Misalnya di dalam rumah atau di dalam kamar yang sejuk. Pastikan Anda nyaman dengan kondisi tempat Anda melakukan tes. Bila Anda menggunakan kemeja atau kaus lengan panjang, gulung ke atas hingga atas siku. Setelah itu istirahatkanlah tangan selama 5-10 menit dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ikatkan manset (kain pengikat) sedikit di atas siku. Setelah itu baru nyalakan tensimeter digital Anda. Cara-cara di atas akan membuat pengukuran lebih akurat. Anda juga bisa membaca buku petunjuknya untuk mengetahui cara pengukuran yang presisi (webmd.com, 29 Mei 2015).

Pengukur kadar lemak

Saat ini ada alat kesehatan rumahan lain yang popularitasnya mulai naik. Nama alat ini adalah body fat analyzer atau alat pengukur kadar lemak. Cara penggunaannya cukup mudah. Cukup nyalakan alat dan masukkan data tinggi badan dan usia Anda. Setelah itu pegang alat tersebut, maka kadar lemak dalam tubuh akan muncul di layar.

Menurut Dr. Edward Laskowski dari American Board of Physical Medicine and Rehabilitation, kualitas perangkat body fat analyzer berpengaruh terhadap akurasi pengukuran lemak. Gunakan alat dengan kualitas terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik. Hanya saja harganya mungkin lebih mahal dari yang berkualitas standar (mayoclinic.org, 25 Maret 2015). Sekadar informasi, alat ini dijual pada kisaran harga dari yang termurah sekitar Rp200 ribuan hingga yang cukup mahal di atas Rp1 jutaan.

Pengukur kadar gula

Bagi Anda yang menderita diabetes atau memiliki riwayat diabetes, ada baiknya Anda memiliki alat pengukur kadar gula darah. Alat ini membantu mengontrol kadar gula darah Anda secara rutin. Jadi ketika kadar gula Anda naik, Anda segera tahu dan bisa segera kontrol ke dokter atau mengerti tindakan apa yang harus segera Anda lakukan.

Menurut Rhonda OÕBrien MS, RD, MCE dari American Dietetic Association, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menggunakan alat ini. Pertama, selalu bawa alat Anda ke mana pun pergi, termasuk ketika bepergian ke luar kota. Jadi setiap saat Anda memerlukan pengecekan kadar gula darah, Anda bisa melakukannya. Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah melakukan tes secara rutin. Jangan sampai alat ini hanya dipajang saja. Selain itu Anda juga perlu memeriksa akurasi alat tersebut. Hal ini bisa Anda lakukan ketika periksa ke dokter. Bandingkan hasil pengetesan Anda dan cocokkan dengan hasil tes dari dokter (webmd.com, 12 Agustus 2013).

Pengukur kolesterol

Satu lagi alat yang mungkin perlu dipertimbangkan untuk dimiliki di rumah adalah alat pengukur kolesterol. Alat ini juga cukup mudah ditemukan, termasuk di apotek di kota Anda. Alat ini memudahkan Anda dalam memonitor kadar kolesterol tanpa perlu pergi ke dokter. Alat ini cukup praktis, karena hasil tes bisa diketahui hanya dalam hitungan menit. Menurut Arefa Caasoobhoy, MD, MPH dari Emory University Medical School, Anda cukup menusukkan jarum khusus ke telunjuk jari Anda. Setelah itu letakkan tetasan darah pada strip tes. Dari darah yang menempel di strip tersebut akan muncul warna khusus. Sistem kerjanya mirip dengan strip tes kehamilan. Dari warna tersebut Anda akan tahu berapa kadar kolesterol. Anda bisa mendapatkan panduan lengkapnya di buku panduan yang disertakan dalam produk yang Anda beli (webmd.com, 25 Maret 2014).

Jika Anda ingin tahu hasil yang lebih akurat dari cek up kesehatan yang dilakukan di rumah, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapat rekomendasi periksa kesehatan di laboratorium.

Sebarkan artikel ini pada relasi Anda melalui fitur jejaring sosial. Jangan lupa bagikan juga pengalaman Anda melalui kolom di bawah ini.

Leave a Reply