Anak Belum Bisa Berjalan Sempurna

Bagaimana bila si kecil belum bisa berjalan dengan sempurna dan masih berjalan jinjit?

Health

Hai Brett,Ê

Saya ingin konsultasi mengenai perkembangan anak saya. Dia lahir saat usia kandungan saya 37 minggu, karena kondisi kesehatan saya yang memburuk, dokter memutuskan untuk mempercepat kelahirannya. Ia lahir tak kekurangan satu apapun. Dia tumbuh sehat, periang, tapi agak penyendiri. Anak kami tidak suka keramaian. Jika diajak berkumpul di tempat saudara, dia sedikit takut dan mudah menangis. Namun, setelah beberapa jam berkumpul, dia beradaptasi dengan sendirinya. Walau penyendiri, ia suka pergi ke mal dan tempat bermain. Saya saat ini mengkhawatirkan kondisi kakinya yang suka berjalan jinjit. Usianya memasuki 18 bulan, tapi belum bisa berjalan sempurna. Merambat dengan berpegangan bisa dilakukannya, tapi tidak bisa berjalan biasa. Dia merangkak dan belakangan dia berjalan dengan lututnya. Sekarang lututnya jadi lecet. Saya prihatin melihatnya. Berkali-kali saya pesankan ke pengasuhnya untuk menatahnya, tapi anaknya selalu menolak dan kembali merangkak.

Apakah ada gangguan sensor pada kakinya sehingga jalannya jinjit? Saya pernah mencoba mendatangi fisioterapi di Rumah Sakit, tapi ia trauma dengan penampilan dokter dan suster sehingga ia menangis dan menolak diperiksa. Memang dia trauma melihat dokter dan suster karena imunisasi bulanan. Dia jadi ketakutan kalau ada yang menyentuhnya. Tadinya, saya mau mengarahkannya ke klinik tumbuh kembang. Tapi fisioterapis tidak menyarankan karena anak saya takut melihat orang lain. Saya jadi kesulitan membawanya berobat. Apakah ada saran dari Anda? Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih.

Salam,
Yuli Inawaty

Ê

Jawaban :

Hai Yuli,
Saya menghubungi beberapa teman yang berprofesi sebagai fisioterapi profesional khusus anak-anak dan mendapat respon yang sangat bagus dari mereka. Umumnya dalam sesi fisioterapi, di pertemuan 1-4 anak-anak menangis. Namun, perlu Anda ingat, menangis adalah salah satu trik yang dilakukan anak agar Anda mengikuti kemauannya. Nah, jika mendapatkan fisioterapis yang tegas dan tidak memanjakan anak, maka anak akhirnya mau diterapi. Meskipun terlihat agak “memaksa”, tapi sebenarnya hal itu dapat memecah pola kebiasaan dan perilaku anak tersebut.

Ada juga problem yang dinamakan gangguan adaptasi. Pendekatan yang bisa digunakan disebut sensori integrasi. Berjalan jinjit, salah satu bentuk gangguannya bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya kebiasaan ditetah atau oversensitive pada saraf sensori yang menyebabkan anak kurang nyaman saat menapakkan kaki.

Penanganan gangguan tumbuh kembang harus dilakukan oleh profesional, misalnya dokter anak atau fisioterapis khusus anak/pediatik. Saran saya cobalah cari klinik dokter anak atau fisio pediatrik yang menyesuaikan dengan lingkungan anak-anak, misalnya memakai seragam berbagai warna menarik dan lucu, ruangan yang ditata ceria dan penuh warna sehingga merangsang penglihatan anak (vision).

Dengan mengunjungi berbagai blog ibu dan anak juga sangat membantu untuk menemukan tempat terapi yang tepat dan bagus untuk anak Anda. Di tempat terapi biasanya anak akan diperiksa lebih jelas gangguan tumbuh kembangnya. Selain itu, penting untuk memeriksa kondisi otot dan tulang kaki anak, karena dikhawatirkan kebiasaan jinjit anak akan menyebabkan perubahan bentuk dan kebiasaan pada kakinya, misalnya ototnya kaku, tendon memendek, dan pola jalan yang kurang tepat.

Jika Anda membutuhkan kontak fisioterapis untuk bertemu dan bicara dengannya secara langsung, saya akan dengan senang hati akan membantu. Semoga info yang saya berikan berguna.

Leave a Reply