Halo, Dokter.

Anak ke-3 kami berumur 26 bulan, sampai saat ini belum bisa bicara. Yang jelas bisa diucapkan baru kata “dada” dan “kak” (jika memanggil kakaknya). Stimulasi dengan cara mengajak berbicara, bernyanyi, pengenalan nama-nama hewan sudah kami lakukan. Langkah apa yang sebaiknya kami tempuh? Mohon petunjuknya, Dok.

Terima kasih.

Titik Setyaningrum

Jawaban:

Dear Ibu Titik,

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini.

Setiap anak berbeda dalam kecepatan pertumbuhan dan perkembangan. Meski demikian, ada target perkembangan yang umum dijadikan standar. Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak; ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik.

Beberapa penyebab keterlambatan bicara di antaranya disabilitas intelektual (ketidakmampuan yang bercirikan adanya sejumlah keterbatasan fungsi intelektual dan kemampuan beradaptasi yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari), gangguan pendengaran, dan keterlambatan maturasi.

Menurut World Health Organization, disabilitas intelektual merupakan gangguan yang ditandai oleh adanya perkembangan mental yang tidak lengkap atau terhambat, terutama karena penurunan fungsi pada setiap tahap perkembangan yang berkontribusi terhadap keseluruhan tingkat kecerdasan, seperti kognitif, bahasa, motorik, dan fungsi sosialisasi.

Terkait dengan penjelasan Anda, bahwa anak Anda sudah bisa mengucapkan beberapa kata maka kemungkinan yang terjadi adalah keterlambatan maturasi. Namun ini hanya dugaan sementara, karena pemeriksaan gangguan pendengaran tetap harus dilakukan.

Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional, dan merupakan gangguan yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu, terutama setelah usia 2 tahun akan membaik.

Jika Anda menemui kondisi semacam ini, Anda bisa berkonsutasi dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara sebagai berikut:

  • Bermain bersama anak sesering mungkin.
  • Berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan atau memberi respons terhadap suara yang anak keluarkan.
  • Apabila ada kata-kata muncul, maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan.
  • Jangan ikut bicara dengan bahasa anak.

Dalam mengatasi anak yang terlambat bicara memang membutuhkan kesabaran yang tinggi, namun tetaplah berusaha untuk membantu anak belajar. Jika Anda sudah melakukan beberapa hal di atas dan anak tidak menunjukkan perubahan yang berarti, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis anak. Anda bisa menemukan cara lain untuk membantu Anda Anda bicara dengan membaca artikel ini.ÊÊ

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Dyah Novita AnggrainiÊ

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *