Angin Duduk, Ternyata Penyakit Berbahaya di Dunia

Health

Apa Anda tahu apa itu penyakit angin duduk? Lalu, bagaimana cara mengenali penyakit ini dan apa saja penyebab serta cara mengatasinya?

Banyak yang salah kaprah mengartikan penyakit angin duduk. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan jika penyakit ini sama halnya dengan masuk angin biasa yang bisa dialami oleh semua orang. Faktanya, anggapan tersebut sangat berbeda dengan definisi dalam dunia medis.

Lucunya lagi banyak yang beranggapan jika kebiasaan melakukan kerokan ketika terkena masuk angin bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit ini. Jika memang berbeda dengan masuk angin, pertanyaannya kemudian adalah apa definisinya dalam dunia medis?

Angin  duduk atau angina sebenarnya merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya nyeri akibat otot jantung kurang memperoleh pasokan oksigen dari aliran darah. Dalam hal ini pasokan darah mengalami gangguan dikarenakan adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Dan umumnya penyakit ini terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga: Infeksi Virus: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Penyebab Penyakit Angin Duduk atau Angina

Mengacu pada beberapa hal yang bisa memicu adanya penyempitan pembuluh koroner, angina dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Angina Stabil

Aktivitas fisik seperti halnya olahraga bisa menjadi pemicu terjadinya kondisi ini. Pada saat Anda melakukan olahraga, secara otomatis jantung akan butuh lebih banyak asupan darah.

Asupan darah tersebut tidak akan tercukupi manakala pembuluh koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan. Selain itu, serangan angina stabil ini juga bisa dipicu oleh beberapa hal lainnya, seperti halnya stres, udara dingin, makan berlebihan, dan merokok.

Angina Tidak Stabil

Kondisi yang kedua ini bisa dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang menghalangi atau mengurangi aliran darah menuju jantung. Berbeda dengan angina stabil, nyeri yang diakibatkan oleh angina tidak stabil ini akan tetap ada meskipun penderita sudah beristirahat dan mengonsumsi obat.

Bahkan parahnya lagi jika penderita angin duduk tidak stabil ini membiarkan kondisi yang dialaminya, serangan angina tidak stabil ini bisa berubah menjadi serangan jantung. Jadi wajar saja jika penyakit ini dikenal bisa sangat mematikan.

Angina Varian atau Angina Prinzmental

Dalam kasus ketiga ini, arteri jantung menyempit sementara akibat spasme. Angina varian ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang istirahat sekalipun. Selain itu gejalanya sering kali parah. Meskipun begitu, gejala angina varian ini bisa diredakan dengan cara minum obat.

Baca juga: Penyakit Paru-paru yang Umum Diderita Manusia

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Angin Duduk

Beberapa faktor yang disinyalir bisa meningkatkan potensi seseorang terkena penyakit angina ini d iantaranya seperti:

Kolesterol Tinggi

Tingginya kadar kolesterol pada tubuh Anda sangat berpotensi akan menumpuk di dalam pembuluh darah. Jika kondisi ini terus terjadi, maka lama-kelamaan darah akan sulit mengalir ke dalam jantung.

Penderita Penyakit Diabetes

Tingginya kadar gula akibat penyakit diabetes berpotensi merusak dinding arteri. Selain itu, penyakit ini juga berpotensi bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Hipertensi

Pada saat aliran darah terhalang, secara otomatis jantung akan semakin kuat memompa dan meningkatkan tekanan agar darah tetap bisa mengalir. Jika kondisi ini terus terjadi, tekanan tinggi tersebut bisa merusak dinding arteri atau menyebabkan pengerasan pada pembuluh tersebut.

Obesitas

Seseorang yang mengalami obesitas sangat rentan mengalami sejumlah kondisi yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit angin duduk, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes.

Stres

Pada saat Anda mengalami stres, tubuh akan memproduksi sejumlah hormon yang bisa mempersempit pembuluh darah. Tidak hanya itu saja, stres juga bisa meningkatkan tekanan darah.

Riwayat

Jika Anda pernah terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung atau di dalam keluarga Anda ada yang memiliki riwayat tersebut, maka Anda juga akan berisiko tinggi terkena penyakit angina ini.

Umur

Seseorang yang berusia lanjut ternyata lebih berisiko terkena ngina dibanding dengan orang yang masih muda, karena pembuluh darah akan mengeras serta kehilangan kelenturannya seiring dengan bertambahnya usia.

Terlebih lagi untuk para pria, peningkatan risiko terkena penyakit angina ini dimulai pada saat umur 45 tahun. Kemudian untuk para wanita, risiko terkena penyakit angin ini dimulai pada saat berumur 55 tahun.

Pertolongan Pertama Pada Penderita Angin Duduk

Pada saat seseorang terserang penyakit angin duduk, maka jangan langsung panik. Anda bisa melakukan beberapa upaya sebagai pertolongan pertama untuk orang yang terkena penyakit ini. Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan:

Batuk Sekuat Tenaga

Pada saat gejala angina ini sudah mulai menyerang, hal pertama yang bisa dilakukan adalah batuk sekuat tenaga seperti halnya ketika ingin mengeluarkan dahak. Lakukan setiap dua detik sekali.

Tujuannya adalah untuk melancarkan suplai darah yang akan menuju jantung. Selain itu, batuk dengan sekuat tenaga seperti ini bisa membantu jantung untuk tertekan agar aliran darah yang menuju ke sana akan lancar kembali.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Batuk yang Perlu Anda Ketahui!

Gunakan Minyak Angin

Minyak angin juga bisa dimanfaatkan sebagai pertolongan pertama jika terkena penyakit angin duduk. Minyak angin ini bisa Anda oleskan ke bagian dada, punggung, dan perut. Alasannya adalah kehangatan yang dihasilkan minyak angin bisa membantu tubuh tetap rileks sehingga suplai darah dan oksigen ke jantung akan kembali lancar.

Segera Bawa ke Dokter Saat Terkena Angin Duduk

Dikarenakan penyakit angin duduk ini bukanlah penyakit yang sembarangan maka sebaiknya jangan menunda-nunda untuk minta pertolongan ke dokter. Tujuannya, sudah pasti supaya bisa memperoleh penanganan utama yang lebih intensif supaya penyakit angin duduk Anda ini tidak semakin parah.

Pada dasarnya serangan angina ini ada kemiripan dengan masuk angin. Itulah kenapa banyak yang salah paham terkait dengan penyakit yang satu ini. Padahal jika tidak segera ditangani, serangan angin duduk bisa sangat berbahaya.

Comments are closed.