Angka Penderita Diabetes di Indonesia Semakin Tinggi, Berikut Faktanya!

Health

Jumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia semakin meningkat, kurangnya kesadaran banyak orang untuk menjaga kesehatan serta gaya hidup tidak sehat merupakan salah satu faktor utamanya.

Sudah menjadi rahasia umum jika angka penderita diabetes di Indonesia yang semakin tinggi. Padahal, segala daya upaya telah dilakukan. Indonesia masih berada di urutan 10 besar negara di dunia dengan jumlah pasien diabetes terbanyak.

Menurut survey, pada tahun 2045, diprediksi jumlah orang yang menderita diabetes mencapai 16,7 juta pasien. Angka ini diperoleh dari analisa yang dilakukan dengan melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini serta bagaimana masyarakat menanggapi masalah diabetes.

Baca juga: 6 Tanda Gejala Diabetes di Usia Muda yang Harus Diwaspadai

Mengapa Angka Penderita Diabetes di Indonesia Terus Naik?

Isu tentang penyakit diabetes di Indonesia bukanlah isu yang baru beberapa tahun terakhir muncul. Ini sudah menjad isu bertahun-tahun dan hingga sekarang masalah ini tidak kunjung bisa dihentikan.

Sebenarnya, pemerintah dan juga petugas medis sudah melakukan banyak hal untuk menurunkan angka penderita diabetes di Indonesia. Hanya saja, usaha tersebut masih belum menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:

faktor diabetes di indonesia

1. Tidak Ada Kesadaran

Masyarakat Indonesia masih rendah sekali kesadarannya mengenai diabetes. Bahkan, di beberapa perkampungan, diabetes tidak dianggap sebagai penyakit yang berbahaya. Banyak orang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang berbahayanya diabetes masih rendah.

2. Pendidikan Kesehatan Rendah

Banyak sekali orang pintar di Indonesia. Namun, mereka yang sadar pentingnya kesehatan sangat sedikit. Bahkan, banyak orang pintar yang ada di perkotaan yang secara sosial ekonomi bagus kurang begitu peduli dengan kesehatan. Akhirnya, mereka juga menjadi orang-orang yang membuat jumlah penderita diabetes di Indonesia tinggi.

Orang-orang di kota besar lebih tertarik mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Padahal, secara strata pendidikan, orang di kota besar seharusnya paham mana makanan yang sehat dan mana yang tidak sehat. Mungkin secara pendidikan mereka berada di strata yang tinggi. Namun, khusus dalam hal pendidikan kesehatan, mereka berada di level yang paling bawah.

3. Meniru Pola Makan yang Kurang Sehat

Nenek moyang kita sudah mewariskan hal-hal yang baik. Misalnya saja ada banyak sekali menu makanan dan minuman yang sehat. Semuanya terbuat dari rempah-rempah dan juga bumbu alami. Dan jadilah berbagai jenis makanan khas Indonesia.

Akan tetapi, kebiasaan mengkonsumsi makanan khas Indonesia sepertinya sudah tergeser dengan kebiasan mengkonsumsi makanan kurang sehat dari negara barat. Padahal, di negara di mana makanan tersebut berasal, orang-orang mulai menjuahi makanan tersebut. Contohnya saja fast food, makanan yang diolah dengan cara digoreng, dan lain sebagainya.

Baca juga: Apakah yang Dimaksud Asuransi Penyakit Kritis?

Meniru pola makan yang baik dari bangsa lain tentu bagus. Namun, yang disayangkan, lebih banyak orang di Indonesia yang meniru pola makan yang tidak baik dari negara lain. Bahkan, tidak sedikit juga yang menduplikasi makanan barat menjadi makanan sendiri.

4. Olahraga Belum Menjadi Budaya

Sebenarnya, salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah diabetes adalah melakukan kebugaran jasmani atau olahraga. Jika ini menjadi gerakan masif, maka banyaknya penderita diabetes di Indonesia akan menurun.

Sayangnya, banyak orang yang justru malas bergerak. Padahal, gerakan fisik yang sepele bisa menurunkan risiko diabetes. Contohnya saja naik tangga saat di gedung bertingkat. Jika tidak ada waktu untuk olahraga, setidaknya setiap orang membiasakan diri untuk melakukan kegiatan fisik seperti jalan naik tangga.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan naiknya angka pasien diabetes di Indonesia. Hanya dengan penerapan pola hidup yang baik, maka angka penderita diabetes akan turun.

Baca juga: Alur Rekam Medis Rawat Jalan dan Inap di Rumah Sakit

Diabetes Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

diabetes pada anak indonesia

Ada stigma yang melekat pada diri orang tua bahwasannya hanya orang tua saja yang terkena diabetes. Ini sama seperti penyakit berbahaya lainnya seperti stroke. Dulu, diabetes dan stroke juga dianggap sebagai penyakitnya orang tua. Sekarang tidak lagi. Keduanya bisa menyerang anak-anak.

Khusus untuk diabetes, angka penderita diabetes anak-anak semakin tinggi. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dalam 10 tahu terakhir ada peningkatan kasus diabetes pada anak-anak yang mencapai lebih dari 1000 kasus.

Pada umumnya, anak kecil menderita penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2. Dan itu lebih disebabkan karena kebiasaan makan makanan yang tinggi gula dan lemak semenjak kecil. Selain itu, kurang aktif secara fisik juga disinyalir menjadi penyebab lainnya. Bisa dilihat bagaimana anak kecil sekarang ini lebih suka bermain gadget daripada bermain sepeda, petak umpet, bermain layang-layang, dan lain sebagainya. Ini juga berpengaruh pada munculnya risiko anak terkena diabetes.

Orang tua harus tanggap mengenai hal ini. Setiap orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anak. Cara yang paling mudah adalah dengan mengukur berat badan anak secara berkala. Jika berat badannya berlebihan atau obesitas, ada kemungkinan anak bisa mengalami diabetes.

Akan tetapi, jangan pula dianggap bahwa anak yang kurus itu terhindar dari diabetes. Faktanya, badan yang gemuk tidak menjadi gejala yang menunjukkan bahwa ada risiko diabetes pada anak. Hal ini disebabkan ada banyak gejala diabetes pada anak sekali obesitas, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, nafsu makan meningkat tajam, serta terlihat kurang bersemangat setiap harinya.

Fakta tersebut membuat semuanya masuk akal jika dikatakan angka penderita diabetes di Indonesia semakin naik. Hal ini disebabkan tidak hanya orang dewasa saja yang terkena diabetes. Anak-anak juga bisa terkena diabetes. Apalagi melihat pola hidup anak yang kurang sehat seperti terlalu lama main gadget daripada bergerak. Ini membuat diabetes menjadi penyakit yang harus diperangi bersama-sama.

Comments are closed.