Apa Saja Gejala, Penyebab, Jenis, dan Bahaya Kolesterol Tinggi?

Health

Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk tetap sehat, namun kita penting juga mengetahui tingkatan kolesterol normal untuk terhindar dari risiko penyakit seperti jantung dan stroke.

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi sel dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol bisa meningkatkan risiko penyakit seperti jantung, stroke yang mengakibatkan sirkulasi darah buruk. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah merupakan upaya untuk bisa mencegah dari penyakit tersebut. Untuk itu perlunya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala, agar bisa memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Ada dua jenis kolesterol yang kita ketahui, yaitu kolesterol baik dan kolesterol jahat. Kegunaan dari kolesterol baik untuk mencegah terjadinya atheroma atau penyempitan pembuluh darah akibat lemak, sedangkan kolesterol jahat merupakan salah satu penyebab utama pembentukan ateroma. Ateroma adalah plak lemak yang menumpuk di dinding arteri pembuluh darah, setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, plak tersebut menebal dan meluas. Di saat itulah pembuluh darah tersumbat dan membuat aliran darah tidak lancer, dari kejadian ini membuat orang menderita serangan jantung dan juga stroke.

Dalam suatu kasus kolesterol tinggi bisa juga disebabkan oleh faktor keturunan, tapi ada juga yang disebabkan dari apa yang dikonsumsinya. Tingkat kolsterol setiap orang itu berbeda-beda, walaupun mengonsumsi makanan yang sama. Namun, penyebab dari kolesterol tinggi lebih sering disebabkan oleh makanan cepat saji, daging berlemak, dan gorengan. Oleh karena itu, wajib sekali hukumnya untuk Anda menghindari makanan-makanan tersebut agar terhindar dari kolesterol. Lalu, apa saja gejala dari kolesterol tinggi?

Baca juga: Jaga Diri dan Keluarga dari Hal Buruk dengan Cara Ini!

Gejala Kolesterol Tinggi 

Kolesterol adalah suatu bentuk lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Substansi yang ini sebenarnya bermanfaat bagi tubuh, salah satunya untuk pembuatan hormon. Namun bila kadarnya lebih dari normal, maka kesehatan tubuh Anda akan terganggu.

Dalam dunia medis, kadar kolesterol tinggi disebut dengan hiperkolesterolemia. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Karena umumnya, kolesterol tinggi hanya bergejala pusing kepala, tengkuk terasa pegal, mudah lelah, dan kesemutan, di mana hal tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Untuk itu, memeriksakan kadar kolesterol ke klinik atau pusat kesehatan terdekat adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah keluhan-keluhan tersebut didasari oleh kolesterol tinggi atau bukan.

Jantung adalah salah satu risiko penyakit dari kondisi yang sebenarnya dapat diubah, yaitu kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia). Kondisi ini  adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan munculnya gejala Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Serangan jantung umumnya dirasakan sebagai gejala nyeri dada sebelah kiri yang khas. Namun tidak menutup kemungkinan dapat pula berupa kembung, mual, dan muntah. Penyakit jantung koroner itu sendiri adalah penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah tersebut seharusnya bertugas memberikan pasokan oksigen dan nutrisi pada otot jantung.

Penyempitan tersebut disebabkan oleh penumpukan maupun penyumbatan pembuluh darah akibat plak aterosklerosis, yang salah satu komponennya adalah kolesterol. Dengan kata lain, saat kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, maka plak aterosklerosis akan terbentuk lebih banyak.

Baca juga: Pilihan Investasi Jaminan Hari Tua: Sudahkah Anda Merencanakan?

Sayangnya, kolesterol tinggi  sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, beberapa individu dapat mengaitkan antara pusing kepala, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain dengan kondisi kolesterol tinggi.

Meski demikian, tidak ada keluhan yang umumnya dapat dirasakan oleh penderita. Memeriksakan kadar kolesterol adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kolesterol Anda tinggi dan berisiko untuk menyebabkan serangan jantung atau tidak.

Jenis-Jenis Kolesterol Tinggi

Ada beberapa jenis kolesterol yang wajib Anda ketahui, berikut ini ulasan selengkapnya.

Kolesterol Baik

Kolesterol baik adalah jika semakin tinggi tinkat kolesterol baik atau HDL, maka akan semakin baik juga untuk kesehatan. Ini penting Karena HDL akan melindungi dari penyakit jantung. Tingkat minmal HDL itu 60 mg/dL, dengan begitu akan membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Kalau tingkat HDL kurang dari 40 mg/Dl justru bisa menaikan risiko penyakit jantung.

Baca juga: 4 Kebiasaan yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Kolesterol Jahat

Kolesterol jahat sebaiknya berada pada tingkat yang rendah, yakni kurang dari 100 mg/Dl. Jumlah LDL 100-129 mg/dL bisa dikatakan sebagai ambang batas toleransi. Jika jumlahnya melebihi kolesterol jahat maka bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti atheroma, penyakit jantung, dan stroke.

Perhitungan batas tingginya kolesterol bisa dilihat dari jumlah LDL 130-159 mg/dl bisa dikatakan memasuki ambang batas tinggi, lalu jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg sudah termasuk dalam level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dl dan selebihnya, itu berada pada level sangat tiggi.

Jumlah LDL 130-159 mg/dL dapat dikatakan memasuki ambang batas tinggi, dan jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg/dL sudah masuk level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dL dan selebihnya, sudah berada pada level sangat tinggi.

Trigliserida

Semakin rendah tingkat trigliserida makan akan semakin baik juga untuk kesehatan, lemak ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jumlah normal trigliserida 150-199 mg/dl ini bisa dikatakan pada ambang batas tinggi, dan jumlah 200 mg/dl atau lebih termasuk tingkat trigliserida tinggi. Orang-orang yang memiliki kadar trigliserida tinggi pada kedua level tersebut, tentunya memerlukan perawatan intensif.

Kolesterol Total

Kolesterol total adalah gabungan dari kolesterol baik dan jahat dalam setiap desiliter darah. Biasanya dengan melihat kadar kolesterol total dan HDL saja sudah bisa memberikan gambaran secara umum kadar kolesterol dalam tubuh. Anda bisa mengeceknya jika kolesterol total berjumlah 200 mg/dl atau lebih, atau HDL kurang dari 40 mg/dl, sebaiknya Anda perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup LDL.

Ada beberapa kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dl namun masih bisa ditoleransi. Sedangkan jumlah kadar kolesterol normal yaitu 200-239 mg/dl itu sudah termasuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dl dan lebih itu sudah termasuk pada tingkat kolesterol tinggi.

Bahaya Kolesterol Tinggi

Bahaya dari kolesterol tinggi adalah meningkatnya risiko serangan jantung. Serangan jantung (Penyakit Jantung Koroner) umumnya dirasakan sebagai gejala nyeri dada sebelah kiri yang khas. Namun tidak menutup kemungkinan dapat pula berupa kembung, mual, dan muntah.

Penyakit jantung koroner itu sendiri adalah penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah tersebut seharusnya bertugas memberikan pasokan oksigen dan nutrisi pada otot jantung.

Penyempitan tersebut disebabkan oleh penumpukan maupun penyumbatan pembuluh darah akibat plak aterosklerosis, yang salah satu komponennya adalah kolesterol. Dengan kata lain, saat kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, maka plak aterosklerosis akan terbentuk lebih banyak.

Kondisi kolesterol tinggi yang Bila dibarengi dengan adanya kondisi lain, seperti kegemukan, diabetes, serta gaya hidup sedentary, dan merokok. Maka serangan jantung akan semakin mungkin terjadi.

Tak hanya risiko serangan jantung, risiko terjadinya penyakit lain yang memiliki dasar penumpukan plak aterosklerosis, seperti stroke dan nyeri kaki akibat penyempitan pembuluh darah tepi, juga bisa ikut meningkat. Risiko terjadinya penyakit lain yang memiliki dasar penumpukan plak aterosklerosis juga bertambah. Stroke dan nyeri kaki akibat penyempitan pembuluh darah tepi adalah dua di antaranya.

Comments are closed.