Cara Tangani Asam Lambung Naik Tanpa Harus ke Dokter

Health

Naiknya asam lambung membuat Anda tentunya tidak nyaman. Bila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi asam lambung naik ini bisa memicu terjadinya penyakit maag ataupun GERD.

Sebagian masyarakat Indonesia sering mengalami asam lambung naik. Asam lambung sendiri merupakan asam klorida yang memiliki rumus kimia HCL. Sifatnya lebih asam. Normalnya, jumlah asam ini sekitar 0,5 persen dari jumlah getah yang terdapat di lambung seseorang.

Fungsi utamanya adalah sebagai disinfektan. Hal ini dipahami sebagai asam untuk membunuh kuman. Selain itu, asam ini nantinya akan berfungsi sebagai pengubah pepsinogen menjadi pepsin secara alamiah.

Fungsi lainnya adalah membantu usus, hati, dan pankreas untuk mencerna makanan yang masuk. Namun harus diingat bahwa asam lambung ini harus dijaga keseimbangannya. Jika produksinya tidak seimbang, seseorang akan mengalami masalah kesehatan.

Ketika asam lambung naik, sudah semestinya Anda perlu melakukan penanganan. Nah, bagaimana cara menanganinya sendiri? Inilah yang akan kami ulas bersamaan dengan gejala sekaligus penyebab utamanya. 

Gambaran Asam Lambung

Keberadaan asam lambung sangatlah dibutuhkan oleh organ dalam manusia. Asam ini punya tugas khusus untuk merangsang organ dalam mencerna makanan. Selain itu, asam ini juga bermanfaat penuh untuk membunuh bibit kuman yang datang bersamaan dengan makanan yang dikonsumsi seseorang.

Di bagian dinding lambung seseorang terdapat sebuah lendir pelindung. Namanya adalah mukus. Lendir ini harus seimbang dengan asam lambung. Jika tidak seimbang, dinding lambung akan mengalami kerusakan.

Tak hanya itu saja, asam lambung yang besar jumlahnya bisa menyebabkan maag. Asam ini juga bisa naik ke kerongkongan, menyebabkan ketidaknyamanan bagi yang menderitanya.

Naiknya asam lambung ini disebabkan oleh katup berbentuk cincin di dalam tubuh yang tidak tertutup dengan sempurna. Normalnya, katup ini akan tertutup secara otomatis ketika makanan telah melewatinya.

Tapi ada beberapa kasus di mana katup tersebut tetap terbuka. Terbukanya katup ini memungkinkan asam lambung naik. Asam yang berada di dalam perut akan naik menuju ke kerongkongan, menyebabkan banyak masalah pada kesehatan.

Gejala Naiknya Asam Lambung

Sudah semestinya Anda peduli dengan kesehatan diri sendiri. Salah satunya dengan mencermati masalah yang mungkin sedang Anda alami. Kemudian mengevaluasi apakah yang sedang terjadi dengan Anda. Contohnya adalah memastikan apakah itu termasuk masalah yang ditimbulkan asam lambung atau tidak.

Cara mengetahuinya lebih sederhana. Gejala asam lambung tinggi ini bisa dikenali dengan munculnya sensasi terbakar (heatburn) pada bagian perut, ulu hati, sampai kerongkongan. Gejala ini pasti terjadi jika asam lambung sedang naik.

Pada beberapa kasus, gejala lainnya menyebabkan mulut akan merasa pahit atau asam. Hal ini disebabkan oleh cairan perut yang terus naik mencapai area bagian belakang tenggorokan. Makanya, kadang seseorang akan kehilangan nafsu makannya.

Tidak hanya itu saja, gejalanya bisa saja lebih banyak. Di antaranya adalah serak, radang tenggorokan, mual dan muntah, sakit perut, sulit menelan, sampai bau mulut. Kesemuanya bisa terjadi ketika asam lambung naik.

Penyebab Asam Lambung Naik

Secara umum, penyebab utama kenapa asam lambung terus naik terbagi menjadi dua. Pertama adalah kelainan perut. Kedua adalah faktor makanan.

Kelainan perut ini dikenal dengan sebutan hernia hiatus. Ini merupakan kondisi di mana bagian atas perut dan LES (katup) terus bergerak di atas diafragma dalam tubuh. Ketika hal ini terjadi, asam lambung akan naik menuju ke kerongkongan dan menyebabkan sejumlah permasalahan kesehatan.

Sementara faktor makanan, beberapa jenis makanan dipercaya bisa membuat asam lambung terus meningkat. Peningkatan asam lambung kemudian menekan dan terus naik. Hal ini membuat sensasi terbakar pada sejumlah area.

Di antara jenis makanan yang bisa menyebabkan naiknya asam lambung adalah makanan digoreng, makanan pedas, sampai makanan berlemak. Tidak hanya itu saja, kebiasaan minum kopi juga ditengarai memicu masalah tersebut. Oleh karenanya, penderitanya disarankan untuk tidak mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Ketika asam lambung naik ini tidak ditangani dengan baik, seseorang rawan terkena masalah serius. Salah satunya adalah menyebabkan esophagus barret. Ini merupakan kondisi di mana terjadi komplikasi akibat paparan berulang pada asam lambung.

Komplikasi ini membuat perubahan pada sel jaringan yang awalnya melapisi esophagus. Dan risiko terparahnya adalah berkembang menjadi sel kanker. Maka dari itu, penderitanya wajib berhati-hati.

Cara Menurunkan Asam Lambung

Ketika asam lambung meningkat, Anda harus memahami kondisinya terlebih dahulu. Yakni mengenali gejalanya terlebih dahulu. Jika telah dipahami kondisinya berasal dari asam lambung yang naik, Anda baru disarankan untuk melakukan pengobatan.

Penanganan ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang ditemukan di sekitar Anda. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat tradisional berbahan dasar jahe.

Jahe sendiri memiliki sifat anti radang. Fungsi utamanya adalah untuk menurunkan nyeri ulu hati sampai membantu sistem metabolisme di dalam tubuh. Dan manfaat lainnya tentunya untuk menangani refluks asam lambung.

Cara mengobati asam lambung dengan jahe juga terbilang sangat mudah. Anda cukup mengolahnya dengan menjadikannya sebagai minuman hangat. Minum secara wajar, maka asam lambung akan teratasi.

Menariknya lagi, Anda bisa menggunakan jahe mentah maupun jahe yang sudah dijadikan sebagai produk kemasan. Namun yang terbaik adalah membuat jahe hangat dari bahan dasar jahe mentah.

Anda cukup mengambil satu ruas jahe. Cuci sampai bersih. Kemudian parut ataupun potong kecil-kecil. Kemudian seduh dengan air hangat dan tambahkan gula merah untuk pemanisnya.

Demikianlah cara menangani masalah asam lambung. Jika kondisinya lebih parah, pastikan untuk berkunjung ke dokter. Di sini, Anda akan memperoleh penanganan yang baik untuk menangani asam lambung naik.

Comments are closed.