Waspadai Serangan Penyakit Cacar Terhadap Anak dan Ibu Hamil

Health

Penyakit cacar memang terlihat tidak berbahaya. Seseorang yang terkena penyakit ini hanya mengalami demam. Selain itu, muncul juga bintik-bintik merah di seluruh tubuh.

Namun, apakah Anda tahu apa yang terjadi jika ini dialami oleh anak dan ibu hamil? Ketika Anda hamil dan terkena cacar, ada kemungkinan cacar tersebut menular ke bayi yang ada di dalam kandungan. Jika janin dalam kondisi yang lemah, nyawanya bisa terancam.

Begitu juga dengan anak kecil. Saat terkena cacar, suhu tubuh anak akan naik cukup signifikan. Jika ini dibiarkan begitu saja, demam tersebut akan berakibat kejang-kejang. Kondisi tersebut menjadi fase yang perlu diwaspadai.

Itulah mengapa sebaiknya Anda tidak boleh menganggap sepele penyakit yang satu ini. Apalagi setiap tahunnya kasus cacar ini selalu ada dengan presentasi yang cukup tinggi.

Baca juga: Waspada, Virus Cacar Monyet Bisa Menjangkiti Siapa Saja!

Cacar bukan termasuk penyakit musiman. Artinya bisa kapan saja menyerang tubuh Anda. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melindungi diri dan juga keluarga Anda dengan asuransi penyakit cacar.

Apa kelebihan dari asuransi penyakit cacar? Pada dasarnya, fungsi dan juga manfaat yang diberikan hampir sama dengan produk asuransi kesehatan. Namun, asuransi penyakit cacar ini lebih memfokuskan pertanggungannya terhadap penyakit-penyakit tropis, salah satunya cacar.

Ada banyak manfaat yang diberikan produk asuransi ini. Anda sebagai pemegang polis akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp1 juta. Selain itu, ada juga benefit lainnya, seperti masa tunggu hanya 30 hari setelah pendaftaran. Anda bisa menjadi penanggung untuk tertanggung, seperti anak Anda. Namun, jika sudah sebagai penanggung tidak harus menjadi tertanggung. Jadi, Anda bisa sesuaikan dengan kebutuhan.

anak bayi terkena penyakit cacar

Kenapa Cacar Sering Dialami Anak dan Ibu Hamil?

Cacar ini disebabkan oleh virus yang dinamakan dengan Varicella Zoster. Virus ini menginfeksi seseorang sehingga suhu tubuh tinggi dan muncul ruam kemerah-merahan. Ruam tersebut berisi cairan yang merupakan kumpulan dari kuman-kuman. Penderita akan merasakan sangat amat gatal.

Sebenarnya, virus ini menyerang siapa saja. Tidak pandang bulu apakah ia laki-laki, perempuan, anak-anak atau dewasa. Hanya saja, virus ini lebih mudah menyerang anak-anak dan juga ibu hamil.

Mengapa? Karena mereka berdua dalam kondisi yang lemah. Sistem kekebalan tubuh mereka kurang bagus. Saat hamil, tubuh seorang wanita harus membagi nutrisi dengan janin. Saat itulah kemungkinan besar badan menjadi kurang fit dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya menurun.

vaksin cacar

Begitu juga dengan anak kecil. Apalagi jika masih bayi. Virus bisa lebih mudah untuk menginfeksi anak kecil. Sama halnya dengan ibu hamil yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Maka dari itu, ibu hamil dan juga bayi sangat disarankan untuk mendapatkan imunisasi cacar. Sebagai antibodi memerangi virus yang bisa saja masuk ke dalam tubuh mereka.

5 Gejala Cacar yang Paling Umum Terjadi

Siapa saja tidak ingin terkena cacar. Ada yang bilang cacar itu pasti dialami oleh setiap orang minimal satu kali seumur hidup. Namun, menurut ilmiah tidak ada pernyataan seperti itu.

Jadi, siapa saja harus waspada. Selain melakukan pencegahan, Anda juga perlu tahu tanda atau gejala cacar. Dengan mengetahui gejalanya, maka diharapkan Anda bisa melakukan langkah-langkah yang tepat. Agar penyakit ini bisa lebih dulu dicegah, ataupun jika sudah terinfeksi virus ini, Anda bisa langsung mengobatinya.

Ruam

Gejala pertama yang muncul adalah ruam. Ini berupa bintik-bintik merah di bagian tubuh tertentu. Biasanya, ini pertama muncul di bagian wajah.

Tidak sulit untuk membedakan bintik-bintik biasa dengan bintik-bintik cacar. Jika ada airnya, maka ruam tersebut adalah cacar. Apalagi jika disertai dengan rasa gatal yang luar biasa. Jelas itu adalah gejala penyakit cacar.

Baca juga: Penyakit Campak yang Tidak Boleh Dibiarkan!

Demam

Setelah ruam muncul, gejala selanjutnya adalah demam. Ini seperti demam berdarah. Penderita cacar akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang begitu signifikan.

Pusing

Demam bisa dialami oleh penderita cacar dalam kurun waktu beberapa hari. Kemudian, akan muncul pusing atau sakit kepala.

Badan Lesu

Saat demam, tubuh penderita akan mengeluarkan banyak cairan. Jika cairan tersebut tidak segera digantikan, maka ia akan mengalami dehidrasi. Tubuh pun menjadi lemas tak bertenaga.

Tenggorokan Sakit

Ini gejala yang biasanya paling akhir muncul, yaitu rasa kurang nyaman atau sakit di bagian tenggorokan.

Itulah beberapa gejala penyakit cacar. Gejala tersebut harus Anda ketahui sedini mungkin. Hal ini dilakukan supaya Anda bisa lebih waspada dan langsung memberikan pengobatan yang tepat.

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

pertolongan pertama penyakit cacar

Lalu, apa langkah yang harus Anda lakukan ketika gejala cacar muncul? Hal yang pertama adalah diagnosa. Anda bisa melakukan diagnosa sendiri dengan melihat beberapa gejala yang muncul.

Setelah itu, Anda harus berusaha untuk meredakan gejala yang muncul. Jika demam, maka minumlah obat penurun panas. Jika muncul ruam dan terasa gatal, Anda bisa gunakan bedak untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Paling penting adalah jangan digaruk karena itu bisa memperparah cacar yang Anda alami.

Selain itu, hentikan dulu mengkonsumsi makanan yang pedas dan kasar. Ganti dengan makanan yang lembut, seperti bubur.

Baca juga: Bahaya Penyakit Herpes dan Cara Alami Mengobatinya

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Cacar tidak mengharuskan Anda mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akan tetapi, jika demam begitu tinggi dan ruam tidak kunjung hilang setelah lebih dari 3 hari, sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Dokter biasanya akan memberikan vaksinasi, yaitu suntik vaksin untuk penyakit cacar. Karena virus ini hanya bisa ditaklukkan dengan vaksin. Sekarang ini, vaksin penyakit cacar sudah ada. Bahkan, ini sudah menjadi bagian dari imunisasi rutin meskipun tidak wajib.

Comments are closed.