Penyakit Demam Typhoid yang Sering Disalah Pahami

Health

Pernah dengar penyakit demam typhoid? Mungkin kurang familiar dengan nama penyakit yang satu ini. Namun, bagaimana dengan tifus atau typhus? Apa bedanya Typhoid dengan typhus?

Satu hal yang harus Anda pahami, Typhoid beda dengan typhus. Sayangnya, banyak orang yang menganggap dua penyakit ini sama. Hanya beda istilah saja. Menurut ahli medis, dua penyakit tersebut beda satu sama lain.

Sebenarnya, demam typhoid merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Saking banyaknya kasus typhoid, sudah ada beberapa diantara kalian melindunginya asuransi penyakit demam typhoid.

Baca juga: Mengapa Penyakit Rubella Harus Diwaspadai?

Pasalnya, mereka tahu biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal ketika seseorang terkena typhoid. Namun, adanya asuransi ini tentu sangat membantu dan meminimalisirkan kerugian akibat risiko tersebut.

Typhoid Bukan Typhus

Typhus bukan typhoid. Ini dua penyakit yang berbeda. Beberapa ahli penyakit mengatakan typhus ini bukan penyakit yang ada di Indonesia, yang ada adalah typhoid. Hanya saja, sering kali orang mengatakan pasien typhoid sebagai pasien typhus.

Typhoid menyebabkan seseorang mengalami demam yang sangat tinggi. Kondisi ini sama seperti yang banyak orang pahami sebagai penyakit typhus. Faktanya, tidak demikian. Demam tersebut bukan typhus tapi typhoid.

Penyebab Demam Typhoid

Penyebab Demam Typhoid

Lalu, apa yang menjadi faktor penyebab seseorang terserang typhoid? Menurut medis, penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Namanya bakteri Salmonella. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi hingga akhirnya suhu tubuh naik drastis.

Bakteri ini menyerang satu organ tubuh, yaitu usus halus. Usus halus akan diserang sehingga nutrisi dari makanan tidak bisa disalurkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, terjadi masalah pada beberapa organ tubuh tertentu, terutama pencernaan.

Selain merusak usus halus, bakteri penyebab penyakit typhoid ini juga menimbulkan komplikasi lainnya. Misalnya saja demam yang disertai dengan nyeri di bagian kepala. Ada juga pasien yang mengalami nyeri otot sehingga tubuhnya merasa kaku.

Baca juga: Alasan Dokter Terus Mengkampayekan Pencegahan Penyakit Hepatitis A

Jika gejala semacam ini dibiarkan, ada kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Menurut penelitian, ada kasus di mana pasien typhoid akhirnya meninggal dunia lantaran tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Hal inilah yang membuat orang mulai berpikir ulang mengenai penyakit ini. Typhoid tidak lagi dianggap sebagai demam biasa. Setelah tahu adanya kasus kematian, banyak orang yang akhirnya mencari dan membeli asuransi penyakit demam typhoid. Ini asuransi yang sebenarnya tidak hanya memberikan perlindungan terhadap typhoid melainkan penyakit tropis lainnya.

Dengan asuransi ini, tertanggung akan mendapatkan beberapa benefit. Salah satunya adalah biaya pertanggungan sebesar Rp1-3 juta.  Selain itu Anda juga bisa mendaftarkan seluruh anggota keluarga untuk mendapatkan benefit tersebut.

Kapan Harus Mendapatkan Pertolongan Dokter?

pertolongan pertama penyakit demam typhoid

Sebenarnya, demam typhoid ini bisa diatasi dengan sangat mudah. Anda hanya perlu banyak beristirahat serta mengkonsumsi obat penurun panas.

Akan tetapi, berbeda jika gejala yang timbul sangat mengkhawitirkan. Misalnya saja demam terjadi hingga lebih dari tiga hari. Apalagi jika ini dialami oleh anak kecil. Demam bisa menyebabkan kejang-kejang. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan kematian.

Apalagi jika berat badan mulai turun. Jelas ini kondisi emergency. Anda tidak bisa melakukan penanganan sendiri. Anda harus segera menghubungi dokter atau langsung saja ke rumah sakit.

Saat Anda sampai di rumah sakit, Anda tidak akan langsung mendapatkan obat typhoid. Dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui apa benar bakteri Salmonella yang menyebabkan Anda demam. Jika ya, maka Anda akan disarankan untuk rawat inap.

Selama perawatan di rumah sakit, Anda akan diberikan antibiotik. Karena penyakit ini disebabkan bakteri, maka obat yang tepat adalah antibiotik.

Ini bukan sembarang obat. Pasalnya, antibiotik hanya diberikan dengan resep dokter. Dokter pun tidak sembarangan memberikan antibiotik. Setiap pasien typhoid akan diberi jenis antibiotik dengan dosis yang berbeda. Ini tergantung pada beberapa faktor, terutama kondisi kesehatan dan juga riwayat penyakit.

Selain itu, Anda juga akan diberi obat untuk mengatasi gejala yang muncul. Ketika Anda demam, maka Anda akan diberi paracetamol.  Pastikan Anda harus mendapatkan cairan. Hal ini disebabkan pasien yang menderita penyakit ini rawan sekali terkena dehidrasi. Ini bisa menyebabkan tubuh akan lemas, tidak bertenaga.

Selain untuk menghindari dehidrasi, cairan juga diperlukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena cairan akan membuat tubuh Anda semakin fit. Saat tubuh Anda fit, sistem kekebalan tubuh akan menguat. Ketika itulah bakteri akan lebih mudah dikalahkan.

Langkah Pencegahan dari Penyakit Demam Typhoid

Langkah Pencegahan dari Penyakit Demam Typhoid

Apa yang menyebabkan typhoid? Menurut ahli medis, penyakit ini hampir sama dengan hepatitis A yang disebabkan bakteri yang mungkin berasal dari makanan kurang bersih atau tidak higienis.

Maka dari itu, cara yang paling mudah untuk pencegahan adalah memastikan makanan selalu bersih. Tidak hanya itu. Alat makan yang digunakan juga harus benar-benar higienis.

Selanjutnya rumah juga harus dalam kondisi yang bersih. Rumah harus memiliki MCK yang bagus. Karena ternyata tinja itu mengandung bakteri salmonella dan jika WC tidak sesuai standar kesehatan, itu bisa menyebabkan typhoid. Karena bakteri bisa berpindah ke makanan.

Baca juga: Apa itu Asuransi Penyakit Kritis dan Bagaimana Cara Klaimnya?

Hal itulah yang membuat pemerintah sekarang ini sangat peduli dengan masalah WC. Setiap rumah harus memiliki jamban yang sehat. Ini dilakukan untuk mencegah adanya kasus demam typhoid.

Comments are closed.