Ketahui Penyebab Penyakit Difteri Sangat Berbahaya

AsuransiHealth

Seberapa berbahayanya penyakit difteri untuk organ-organ tubuh lainnya? Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasan selengkapnya.

Tak banyak yang tahu tentang penyakit difteri. Padahal, ini termasuk penyakit yang berbahaya. Menurut penelitian, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan organ lain, terupa pada jantung dan otak. Oleh karena itu, jika tidak diberikan perawatan yang terbaik, tentu Kesehatan Anda lah ancamannya.

Memang, tidak bisa dipungkiri jika biaya perawatan rumah sakit semakin hari akan semakin mahal. Namun, Anda tidak perlu khawatir karehttps://campaign.futuready.com/dengue-insurancena ada asuransi penyakit difteri yang bisa meminimalisirkan biaya perawatan tersebut.

Baca juga: Penyakit Demam Typhoid yang Sering Disalah Pahami

Komplikasi Akibat Penyakit Difteri

Kebanyakan orang hanya tahu bahwa penyakit difteri itu ditunjukkan oleh beberapa tanda, misalnya saja demam dan tubuh lemas.

Itu bukan hal yang salah. Namun, apakah Anda tahu ada pasien difteri yang tidak bergejala? Apakah ada komplikasi berbahaya yang bisa terjadi? Ada baiknya Anda tahu hal-hal yang terkait dengan difteri. Dari sanalah Anda akan tahu betapa berbahayanya penyakit ini.

Difteri ini disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini membawa racun yang merusak bagian tubuh tertentu. Hal yang dikhawatirkan oleh para ahli kesehatan adalah ketika racun tersebut masuk ke bagian jantung dan otak. Karena racun tersebut bisa merusak kedua organ tubuh tersebut.

Jika jantung juga diserang, maka ada kemungkinan pasien terkena miokardis. Ini merupakan peradangan otot jantung. Selain itu, jika racun masuk ke otak, pasien akan mengalami kelumpuhan.

Jadi, difteri tidak boleh dianggap sebagai penyakit gatal-gatal biasa. Ini penyakit yang bisa menimbulkan masalah serius. Untuk itu, sangat penting bagi siapa saja mengetahui cara untuk pencegahannya. Atau setidaknya perlindungan harus dimiliki dengan cara membeli polis asuransi penyakit difteri. Ketika terkena penyakit ini, maka Anda akan mendapatkan perawatan terbaik tanpa harus mengkhawatirkan biaya pengobatan.

Faktor Penyebab Difteri

Apa Saja Faktor Penyebab Difteri?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, difteri ini disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini bisa berkembang di tempat-tempat yang kotor.

Tidak heran jika pasien yang terkena difteri biasanya anak-anak. Karena anak-anak suka main kotoran-kotoran. Jika ada bakteri di mainan tersebut, maka anak bisa terkena difteri.

Selain itu, bisa juga karena tertular dari orang lain. Misalnya saja Anda terkena percikan batuk orang yang ternyata terkena difteri. Maka Anda berpotensi terinfeksi difteri.

Karena itulah orang-orang yang rawan terkena difteri itu biasanya berada di daerah yang kumuh atau mereka tinggal di daerah yang padat penduduknya tanpa adanya perhatian terhadap kesehatan lingkungan.

Jika Anda punya anak kecil, sebaiknya cegah anak Anda untuk bertukar gelas atau sendok makan. Karena jika ternyata anak lagi terkena difteri, maka bisa menularkan ke orang lain di sekitarnya.

Baca juga: Mengapa Penyakit Rubella Harus Diwaspadai?

Beberapa Gejala Penyakit Difteri yang Mudah Terlihat

Pencegahan harus dilakukan. Namun, bagaimana jika Anda atau anggota keluarga Anda sudah terlanjur positif difteri?

Tentu saja Anda harus melakukan perawatan atau pengobatan. Akan lebih baik jika Anda melakukannya sedini mungkin.

Jadi, ketika ada gejala difteri muncul, Anda bisa langsung memberikan pengobatan. Dengan harapan bakteri tidak menyebar ke organ tubuh fatal lainnya.

Apa saja gejala penyakit difteri?

gejala penyakit difteri

Suara Serak Disertai dengan Sakit Tenggorokan

Gejala paling awal yang muncul adalah suara menjadi serak. Namun, Anda tidak bisa curiga begitu saja ketika mengalami gejala tersebut karena bisa saja itu serak biasa.

Serak menjadi gejala difteri ketika disertai dengan rasa sakit pada tenggorokan dan sakit tersebut terjadi hingga berhari-hari. Anda bisa coba minum obat pelega tenggorokan. Jika itu tidak mampu mengobati sakit tenggorokan yang dirasakan, besar kemungkinan itu gejala difteri.

Batuk dan Pilek

Jika tenggorokan sakit dalam kurun waktu yang lama, biasanya akan muncul gejala lain, yaitu batuk dan pilek. Ini yang harus diwaspadai. Karena percikan air ludah dari batuk bisa menularkan difteri ke orang lain.

Ada baiknya Anda menjauh dari orang lain. Tujuannya jika ternyata Anda terkena difteri, tidak menularkan ke orang lain.

Suhu Tubuh Naik

Gejala difteri semakin terlihat ketika dua gejala tersebut dibarengi dengan deman yang tinggi. Karena bakteri sudah masuk ke dalam tubuh, maka bakteri bisa menyebabkan tubuh tidak stabil. Suhu tubuh naik drastis. Gejala ini sama seperti ketika seseorang terkena demam berdarah.

Badan Lemas

Biasanya, pasien difteri yang suhu badannya tinggi akan kehilangan cairan. Akibatnya, tubuh lemas.

Muncul Benjolan

Perhatian juga bagian leher. Apakah ada benjolan atau yang sering disebut kelenjar getah bening? Jika ada, itu jelas gejala difteri.

Itulah beberapa gejala penyakit difteri yang harus Anda ketahui. Jika gejala itu muncul, maka Anda harus segera mendapatkan perawatan khusus.

Kapan Harus Mendapatkan Perawatan Dokter?

penyakit difteri

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Anda sudah tahu beberapa gejala yang muncul. Sebaiknya Anda berusaha dulu untuk meredakan gejala tersebut. Misalnya saja jika Anda demam, minumlah obat penurun panas. Namun, jika lebih dari 3 hari gejala tidak hilang, maka Anda harus melakukan langkah selanjutnya.

Apalagi jika justru kondisi tubuh Anda semakin parah. Misalnya saja Anda semakin sulit bernafas atau jantung berdetak semakin kencang. Anda wajib segera ke dokter atau ke rumah sakit.

Dokter akan melakukan diagnosa. Dokter akan mengambil sampel lendir. Ini untuk memastikan apakah memang ada bakteri penyebab difteri yang masuk ke dalam tubuh. Jika hasilnya positif, maka dokter akan memberikan penanganan medis.

Salah satunya adalah dengan memberikan obat anti bakteri. Karena penyakit ini disebabkan bakteri, maka obat anti bakteri atau antibiotik difteri harus diberikan. Selain itu, ada juga yang diberi suntikan antitoksin difteri. Penanganan medis yang diberikan ditentukan oleh level bakteri difteri menyerang tubuh Anda.

Jika dilihat, memang perawatan untuk penyakit ini harus dilakukan secara intensif. Oleh karena itu, Anda yang sudah memiliki asuransi penyakit difteri tentu tidak akan was-was lagi dengan nominal biaya perawatan yang harus dibayarkan.

Baca juga: Alasan Dokter Terus Mengkampayekan Pencegahan Penyakit Hepatitis A

Sebab, dengan memiliki polis asuransi ini, ada biaya pertanggungan hingga mencapai Rp1 juta dan Rp3 juta jika Anda terinfeksi lebih dari satu jenis-jenis penyakit tropis.

Meskipun Anda sebagai pemegang polis tidak harus menjadi tertanggung. Namun, akan lebih baik jika Anda juga menjadi yang ditanggungkan. Karena tidak ada yang tahu siapa yang akan terkena penyakit difteri. Jadi, ada baiknya Anda memiliki asuransi penyakit difteri untuk semua anggota keluarga.

Comments are closed.