Mengapa Penyakit HFMD Lebih Sering Menyerang Anak Kecil?

AsuransiHealth

Secara umum, bayi atau balita itu mudah sekali terkena penyakit, salah satunya adalah  HFMD atau penyakit kaki, tangan, dan mulut. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah.

Anda sebagai orang tua tentu sangat mengkhawatirkan kesehatan sang buah hati. Oleh karena itu, Anda akan memberikan perlindungan terbaik untuknya, salah satunya dengan mempersiapkan asuransi penyakit HFMD yang bisa membantu meringankan beban jika hal buruk tersebut menimpa anak Anda.

Baca juga: Ketahui Penyebab Penyakit Difteri Sangat Berbahaya

Apa Itu HFMD?

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang gejala dan hal lainnya tentang HFMD, mungkin Anda perlu tahu apa itu penyakit HFMD.

HFMD merupakan singkatan dari hand, food, and month disease. Dalam Bahasa Indonesia, ini adalah penyakit yang menyerang tiga organ tubuh, yaitu tangan, kaki, serta mulut.

Penyakit seperti apa itu? Jadi, ketika anak Anda terkena penyakit HFMD, maka akan muncul bintik-bintik merah pada tiga bagian tubuh tersebut. Bintik-bintik tersebut menyebabkan si kecil gatal-gatal yang luar biasa. Biasanya, rasa gatal tersebut juga disertai dengan demam yang tinggi.

Penyakit HFMD disebabkan oleh virus coxsackie A16 dari genus Enterovirus nonpolio. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh si kecil melalui apa saja. Misalnya saja si kecil memasukkan jarinya ke mulut. Padahal, jarinya tersebut sudah ada virus HFMD.

Apa Itu penyakit HFMD

Penyakit HFMD Lebih Banyak Menyerang Anak-Anak

Mungkin Anda punya pertanyaan seperti ini. Mengapa penyakit HFMD lebih banyak menyerang anak-anak? Ada banyak sekali alasan. Pertama, seperti yang sudah dijelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh anak yang masih lemah. Apalagi bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Sudah bisa dipastikan sistem kekebalan anak dengan ASI eksklusif jauh lebih kuat.

Makanya, para ahli kesehatan anak selalu menyarankan agar bayi diberi ASI eksklusif. Karena dari ASI bayi tersebut akan mendapatkan antibodi. Antibodi inilah yang digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Hingga akhirnya anak tidak akan mudah terserang penyakit, termasuk HFMD.

Namun, ada juga faktor lainnya. Misalnya saja kondisi lingkungan yang kurang sehat. Hal ini semakin diperburuk ketika orang tua tidak begitu memperhatikan kegiatan anak setiap hari. Misalnya saja anak dibiarkan bermain pasir dan memasukkan tangan ke dalam mulut. Jelas anak tersebut berisiko terkena penyakit HFMD.

Baca juga: Penyakit Demam Typhoid yang Sering Disalah Pahami

Belum lagi dengan adanya fenomena penitipan anak. Namanya juga anak-anak. Pasti mereka sering bertukar mainan atau alat makan dengan anak-anak lain. Jika ada salah satu yang terinfeksi penyakit HFMD, maka anak yang lain juga berisiko terkena penyakit yang sama.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian orang tua. Menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan perlindungan berupa asuransi penyakit HFMD sangatlah penting. Jangan sampai orang tua baru menyesal ketika anak sudah terinfeksi virus dan tidak bisa memberikan pengobatan yang terbaik.

Gejala Penyakit HFMD

Gejala Penyakit HFMD

Jika Anda punya anak kecil, ada baiknya Anda ketahui apa saja gejala atau tanda penyakit HFMD. Setidaknya ketika Anda tahu tentang hal ini, Anda bisa memberikan pertolongan pertama. Berikut ini gejala yang sangat umum terjadi.

Anak Lebih Sering Gelisah

Ini tanda yang paling awal muncul. Anak akan merasa kurang nyaman dengan kondisi tubuhnya, secara otomatis perasaan gelisah itu hadir. Apalagi jika ia terserang virus. Ada rasa gatal di sekujur tubuh. Hanya saja, ia tidak bisa mengungkapkan hal tersebut.

Ruam Merah

Kemudian akan muncul bintik-bintik merah di bagian kaki. Lalu, menjalar ke bagian tangan serta mulut. Jika bintik disertai dengan lepuhan, besar kemungkinan itu adalah penyakit HFMD.

Suhu Badan Naik

Jika hal tersebut Anda biarkan begitu saja, anak akan mengalami demam yang tinggi. Ini sama seperti penyakit lainnya. Suhu badan anak cenderung naik ketika ia merasa gatal-gatal.

Sakit Tenggorokan

Seperti yang sudah Anda ketahui, penyakit HFMD ini menyerang mulut. Ada virus yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Bagian tenggorokan pun akan terasa sakit karena dilalui oleh virus tersebut.

Badan Lemas

Saat anak demam, maka cairan di dalam tubuh berkurang. Tubuh si kecil pun akan mulai lemas karena dehidrasi.

Cara Mengobati Pasien HFMD

Cara Mengobati Pasien HFMD

Ketika Anda bukan ahli medis, Anda tidak boleh meyakini begitu saja bahwa anak terkena penyakit HFMD. Karena bisa saja gejala yang muncul itu karena penyakit tropis lainnya.

Untuk itu, segera bawa anak ke dokter. Biarkan dokter melakukan diagnosis. Dokter akan mulai dengan memeriksa kondisi fisik, seperti suhu tubuh dan ruam yang muncul di bagian tubuh tertentu.

Setelah itu, dokter bisa menanyakan kepada orang tua tentang beberapa hal tentang kondisi sang anak. Jika diperlukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan tinja. Ini diperlukan untuk memastikan apakah benar virus HFMD yang menjadi penyebabnya.

Jika hasilnya positif penyakit HFMD, dokter biasanya akan memberikan anestesi lokal oral. Tujuannya untuk meredakan rasa sakit terutama di bagian mulut. Dengan cara ini, anak tidak akan merasa sakit lagi ketika harus menelan makanan atau minuman.

Selain itu, nutrisi tubuh juga harus ditambahkan. Jika demamnya begitu tinggi atau tubuh si kecil begitu lemas, dokter biasanya menyarankan agar anak dirawat di rumah sakit karena akan mendapatkan infus.

Lama perawatan di rumah sakit tergantung bagaimana tubuh si kecil mampu melawan virus. Ini bisa memakan waktu dua sampai tujuh hari. Perawatan intensif diperlukan jika tubuhnya begitu lemas dan demam begitu tinggi.

Baca juga: Mengapa Penyakit Rubella Harus Diwaspadai?

Dikarenakan rentannya penyakit ini, banyak orang tua yang membeli polis asuransi penyakit HFMD. Anda bisa membeli polis asuransi ini secara online di Futuready. Sebab, dengan memiliki asuransi ini, ada pertanggungan sebesar Rp1 juta dan Rp3 juta jika mengalami lebih dari satu penyakit tropis.

Comments are closed.