Meminimalisirkan Risiko Penyakit Malaria dengan Melakukan Ini!

Health

Jangan dianggap remeh  jika Anda terjangkit penyakit malaria. Sebab, jika dibiarkan ada risiko buruk yang bisa saja mengganggu kesehatan Anda.

Awalnya, penyakit malaria memang menyerang masyarakat yang ada di Afrika. Namun, lambat laun penyakit ini mulai menyebar ke berbagai negara. Menurut WHO, hampir setengah dari populasi di seluruh dunia, berada di area yang berisiko terkena malaria. Tak terkecuali Indonesia.

Itulah mengapa Anda diharuskan untuk tetap waspada. Sebab, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena ada potensi buruk yang bisa terjadi jika malaria tidak segera disembuhkan.

Jika hal tersebut terjadi, Anda harus mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit yang biaya tentu tidak sedikit. Oleh karena itu, untuk meminimalisirkan hal tersebut, sangat disarankan untuk Anda melindungi diri dan keluarga dengan asuransi penyakit malaria.

Baca juga: Seberapa Penting Asuransi Penyakit Chikungunya untuk Daerah Tropis?

Jika Anda sudah memiliki asuransi penyakit malaria dan diharuskan dirawat di rumah sakit, tentu Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya yang harus dikeluarkan. Ada manfaat pertanggungan yang bisa Anda dapatkan dari produk asuransi ini, mulai dari uang pertanggungan sebesar Rp1 juta sampai masa aktif perlindungan hingga satu tahun.

Potensi Terburuk yang Bisa Terjadi karena Penyakit Malaria

Potensi Terburuk yang Bisa Terjadi karena Penyakit Malaria

Setiap penyakit bisa menyebabkan munculnya penyakit lain. Tak terkecuali penyakit malaria. Jika Anda menganggap malaria itu bukan penyakit yang serius, Anda pasti akan berubah pikiran setelah tahu potensi buruk berikut ini.

Anemia Berat

Salah satu imbas dari malaria adalah anemia berat. Banyak pasien malaria yang mengalami kondisi tersebut. Anemia sering ditandai dengan pusing, lemas, dan badan menjadi kurang bertenaga.

Namun, bagaimana jika kondisi anemia yang semakin buruk? Tidak hanya badan saja yang lemas. Anda pun tidak punya cukup tenaga untuk beraktivitas. Hingga akhirnya pekerjaan seharusnya dikerjakan tak bisa Anda selesaikan.

Bagi orang yang memiliki anemia berat, biasanya mereka kurang produktif dalam bekerja. Inilah yang sangat dikhawatirkan. Oleh karena itu, para ahli medis sangat memaksakan agar pasien penderita malaria secepatnya disembuhkan.

Gagal Ginjal

Pasien malaria yang tidak segera mendapatkan penanganan juga berpotensi mengalami gagal ginjal. Akibatnya, ginjal tidak bisa berperan secara maksimal. Padahal, Anda harus tahu peran ginjal sangat penting, seperti menyeimbangkan kadar gula dalam darah dan membersihkan darah.

Ketika ginjal tidak bisa bekerja dengan baik, maka akan muncul masalah kesehatan yang baru. Misalnya saja kencing berdarah, pembengkakkan, nyeri pada bagian pinggang, dan juga mudah lelah.

Kondisi semacam ini semakin parah jika Anda juga mengalami anemia berat. Bisa saja Anda benar-benar harus bedrest. Tentu Anda tidak menginginkan hal ini, bukan?

Baca juga: Mengapa Penyakit Demam Berdarah Sangat Berbahaya?

Kematian

Memang tidak banyak kasus kematian akibat malaria di Indonesia. Namun, Anda akan tercengang jika melihat kasus kematian karena malaria di Afrika. Pasalnya, banyak sekali pasien yang akhirnya meninggal dunia karena malaria.

Dalam hal ini, Anda harus tahu jika ada banyak jenis malaria di dunia. Ada malaria falciparum, vivax, ovale, malariea, dan knowlesi. Menurut penelitian, malaria falciparum yang paling banyak mengakibatkan pasien meninggal dunia. Hal ini disebabkan jenis malaria yang satu ini paling mudah menyebabkan penyakit komplikasi berat lainnya.

Jadi, sudah saatnya Anda lebih banyak tahu tentang malaria supaya bisa lebih waspada dan menjaga Kesehatan. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengatur pola hidup sehat, dan juga yang tidak boleh tertinggal adalahkasuransi penyakit malaria.

Apa yang Harus Anda Lakukan?

pencegahan penyakit malaria

Pertama, memahami tentang gejala malaria. Malaria itu muncul karena gigitan nyamuk yang bernama anopheles betina. Setelah digigit nyamuk ini, maka Anda akan mengalami demam yang begitu tinggi. Gejala ini mirip dengan penyakit demam berdarah.

Selain itu, demam ini juga sering diikuti dengan sakit kepala dan badan menggigil. Jika ketiga gejala tersebut muncul, besar kemungkinan itu adalah malaria.

Kedua, mengetahui cara penanganannya. Setelah Anda tahu gejalanya, selanjutnya Anda harus pelajari cara penanganannya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menangani masalah demam. Anda bisa kompres dan mengkonsumsi obat turun panas. Hal ini merupakan pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.

Setelah itu, Anda harus terus mengontrol suhu badan. Jika suhu badan tidak turun atau bahkan cenderung naik, maka segeralah Anda menghubungi dokter.

Bantuan Dokter Sangat Diperlukan

diagnosa penyakit malaria

Jika demam terjadi hingga lebih dari 3 hari, maka sudah saatnya Anda ke dokter. Bantuan medis sangat Anda perlukan. Saat Anda bertemu dengan dokter, maka ada beberapa hal yang akan dilakukan. Berikut ini ulasannya.

Melakukan Diagnosis

Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah diagnosis. Ada banyak sekali jenis diagnosis yang akan digunakan, contohnya tes darah yang bisa menentukan beberapa diagnosis.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan diagnosis dengan menggunakan RDT atau Rapid Diagnostic Test. Diagnosis dilakukan untuk menentukan seberapa berat malaria yang menyerang tubuh.

Penanganan Khusus di Rumah Sakit

Setelah hasil diagnosis ditemukan, maka dokter akan mengambil keputusan. Keputusannya antara rawat jalan atau rawan inap. Jika malaria sudah cukup parah, maka Anda dianjurkan untuk menginap di rumah sakit. Sebab, Anda akan mendapatkan perawatan secara intensif.

Pemberian Obat

Selama dirawat di rumah sakit, Anda akan diberikan obat. Ada beberapa jenis obat yang biasanya diberikan. Ada skizontisid jaringan primer, skizontisid jaringan sekunder, skizontisid darah, dan juga gametosit.

Peningkatan Gizi

Hal yang paling penting adalah penguatan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, malaria akan lebih cepat disembuhkan ketika sistem kekebalan tubuh kuat.

Untuk itu, selama perawatan di rumah sakit, Anda akan diberikan makanan yang bergizi. Jika perlu, Anda akan diberikan ekstra suplemen.

Perawatan untuk pasien malaria ini memang membutuhkan waktu yang lama. Lama waktunya tergantung pada level malaria yang diderita. Selain itu, faktor yang mempengaruhi lainnya adalah kondisi kekebalan tubuh pasien itu sendiri.

Kebanyakan pasien malaria harus dirawat hingga berhari-hari. Belum lagi nanti harus ada rawat jalan untuk memastikan proses penyembuhan benar-benar berjalan lancar.

Baca juga: Cara Memilih Asuransi Kesehatan untuk Orang Tua yang Sesuai

Jika Anda memiliki asuransi penyakit malaria, hal tersebut bukanlah beban yang berarti sehingga Anda bisa lebih fokus pada kesembuhan dari penyakit ini.

 

Comments are closed.