Awas Keringat Dingin Gejala Awal Suatu Penyakit

Health

Keringat dingin bukanlah penyakit melainkan tanda atau gejala dari suatu penyakit. Pasalnya, penyakit yang timbul bukan hanya penyakit baisa, tetapi ada beberapa penyakit kritis yang harus ditindak lanjuti oleh dokter.

Keringat dingin atau bahasa medisnya disebut diaporesis merupakan keringat yang muncul bukan dikarenakan dari olahraga atau cuaca panas. Melainkan, ada suatu hal yang dirasakan oleh tubuh Anda sehingga muncullah kondisi tersebut. Keringat dingin dapat muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi umumnya muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak.

Selain itu, keringat dingin juga berbeda dengan keringat yang biasa muncul ketika sedang tidur karena kondisi ini bukan hanya dialami ketika tidur saja, tetapi bisa dalam kondisi apa pun. Keringat dingin memang tidak merasakan sakit yang luar biasa, tetapi Anda jangan menyepelekannya karena keringan dingin bisa menjadi gejala beberapa penyakit kritis. Lalu apa saja penyakit kristis yang ditandai denga keringat dingin?

Baca juga: Penyakit Leukimia: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati!

Efek dari Keringat Dingin

Hipotensi

Jika tiba-tiba merasa keringat dingin, bisa jadi Anda dalam kondisi tekanan darah yang berada di bawah batas normal. Kondisi ini lazim bila terjadi saat sedang tidur atau beraktivitas ringan. Tetapi hipotensi dapat berbahaya apabila sampai menyebabkan otak dan organ lain tidak mendapat cukup oksigen. Hipotensi juga dapat berkembang menjadi syok apabila tekanan darah turun cukup signifikan.

Gula Darah Rendah

Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan suatu kondisi yang umum ditemui pada penderita diabetes yang menggunakan insulin dan biasanya gejala awal yang timbul adalah keringat dingin jika penderita kebanyakan minum alkohol, kurang gizi, atau terlambat makan. Bukan hanya keringat dingin, tetapi ada gejala lain, seperti gemetar, pandangan kabur, pucat, dan sakit kepala yang akan dirasakan.

Menopause

Menopause adalah kondisi ketika keseimbangan hormon estrogen dan progesteron berubah drastis, sehingga menyebabkan siklus menstruasi berakhir. Keringat dingin biasanya muncul disertai hot flashes saat menopause dan perimenopause. Biasanya periode setelah menstruasi mulai jarang hingga berhenti sama sekali dan masuk masa menopause.

Kanker

Keringat dingin dapat dikaitkan dengan kanker hati, limfoma, kanker tulang, dan leukemia (kanker darah). Bukan sebagai gejala saja, tetapi kondisi ini juga bisa dirasakan jika Anda sedang menjalankan pengobatan kanker.

Baca juga: Tumor dan Kanker: Apa Perbedaannya?

Serangan jantung

Keringat dingin dapat menjadi tanda serangan jantung. Segera cari pertolongan dokter, bila keringat dingin disertai sejumlah gejala berikut ini.

  1. Sesak napas.
  2. Nyeri dada yang terasa seperti tertekan.
  3. Nyeri atau rasa tidak nyaman di leher, rahang, perut dan punggung.
  4. Pusing dan merasa akan pingsan.

Pemicu Munculnya Keringat Dingin

Selain sebagai tanda dari beberapa penyakit kritis, rupanya ada beberapa hal memicu terjadinya keringat dingin. Apa saja itu?

Rasa Takut, Cemas, dan Stres

Jika Anda sedang dalam keadaan takut, cemas, panik, atau stres, tubuh memberikan tanda yang artinya sebagai ancaman. Sebagai reaksi terhadap ancaman, kelenjar keringat Anda akan memicu produksi keringat meskipun suhu tubuh atau udara di sekitar Anda tidak meningkat. Keringat yang muncul saat Anda stres akan diproduksi oleh kelenjar keringat apokrin yang berbeda dengan kelenjar ekrin yang bertugas untuk memproduksi keringat guna mengatur suhu tubuh.

Rasa Sakit dan Nyeri

Rasa sakit atau nyeri yang tidak tertahankan lagi biasanya muncul keringat dingin sebagai cara tubuh mempertahankan diri terhadap ancaman berupa rasa sakit. Inilah mengapa pada orang yang sakit kepala, migrain, patah tulang, atau luka berat akan muncul kondisi seperti itu.

Kurang Oksigen

Kalau seseorang tiba-tiba kesulitan bernapas dikarenakan suplai oksigen dalam darah menurun, dapat mengakibatkan otak tidak menerima kadar oksigen yang cukup. Otak akan kemudian membaca situasi tersebut sebagai ancaman dan akhirnya memproduksi keringat dingin. Kekurangan oksigen bisa disebabkan oleh penyakit paru, keracunan, atau berada di tempat tinggi (altitude sickness).

Baca juga: Sakit Kepala: Apa Saja Jenis dan Penyebabnya?

Mengonsumsi Obat-obatan

Muncul keringat dingin juga bisa terjadi ketika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang merupakan efek samping dari obat tersebut. Jangan heran jika Anda mengonsumsi obat antibioik, tekanan darah, suplemen herbal, paracetamol, niasin, dan tamoxifen berisiko akan mengeluarkan keringat yang berlebihan. Segera beri tahu dokter Anda apabila keringat dingin yang Anda alami sudah terlalu sering muncul dan sangat mengganggu.

Syok

Syok merupakan suatu kondisi berkurangnya aliran darah ke otak dan organ vital lain sehingga organ tersebut kekurangan oksigen dan nutrisi. Syok tergolong kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Cara Mengobati Keringat Dingin

Setiap kali keringat dingin ini muncul tentu memberikan dampak yang tidak nyaman untuk tubuh. Apalagi jika Anda sedang beraktivitas, tentu sangat mengganggu sekali. Oleh karena itu, jika Anda dalam kondisi seperti ini, perlu melakukan pengobatan (pertolongan pertama) yang bisa dilakukan di mana saja, seperti untuk meredakan keringat dingin, cobalah menarik napas dalam selama beberapa kali hingga Anda merasa lebih tenang.

Bukan hanya itu, Anda juga harus menjaga pola makan yang sehat dengan gizi seimbang. Namun, jika kondisi ini disertai dengan gejala-gejala lain, seperti serangan jantung, menopause, atau penyakit kritis lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mencari apa akar masalahnya dan mendapatkan penanganan yang terbaik.

Itulah beberapa pembahasan seputar penyakit keringat dingin. Jika Anda sering mengalami kondisi ini, sebaiknya jangan mengabaikannya karena keringat dingin bukan penyakit, melainkan gejala-gejala dari beberapa penyakit yang harus segera mendapatkan petolongan medis. Sehat selalu yang untuk Anda dan seluruh keluarga!

Comments are closed.